Friday , January 20 2017

Cerita Sex Lanjut ke Villa Setelah HORNI di Puncak Gunung

Cerita Sex Lanjut ke Villa Setelah HORNI di Puncak Gunung – Novel sex, cerita sex terbaru, cerita mesum, cerita ngentot, cerita bokep, cerita xxx, cerita ml, cerita porno | Ini cerita saat saya
dan teman teman mendaki gunung, ketika dalam perjalanan menuju ke
puncak kami berlima sudah mengetahui bahwa diatas terjadi cuaca buruk,
badai dan kabut, namun kami tetap melanjutkan pendakian, 
 
Setelah waktu sudah
malam kami sepakat untuk beristirahat karena kabut semakin tebal dan
cuaca sangat dingin, tak lama kita beristirahat saya dan teman teman
mendengar akan orang meminta pertolongan,
cersex di puncak, cerita bokep di puncak, cerita porno di puncak terbaru 2016, cerpen sex di villa terbaru
Cerita Sex Lanjut ke Villa Setelah HORNI di Puncak Gunung
 
“”Toooollllloooongggggg,?…tedengar
suara minta tolong, saya kira hanya halusinasiku saja, terus aku tanya
pada teman temanku, “kamu denganr suara tai enggak” iya aku juga dengan”
jawab Jack kepadaku,

Menarik: Cerita Sex ABG Hilang Keperawananku Hanya Karena Hujan

Suara itu terdengar kedua kalinya,
saya berfikir “gini aja kalau terdengar suara lagi kita sama sama
mencari dimana sumber suara tersebut, “Tooooollllllloooonngggggg kami
tersesat” suara cewek terdengar lagi menggema, kemudian kita menghampiri
sumber suara tersebut bersama sama, dengan susah payah akhirnya sampai
juga dilokasi mereka.
 
 
“Saya Santi mas,ini Ira dan yang itu Vera”kata Santi memperkenalkan diri.
“Saya Andy,ini Jack, Iwan, Budi dan Rudy”balasku.
“Kami dari kota SM,Mapala Undip.Mas-mas darimana?”
“Dari Sl, deket kok dari gunung ini”
“Knapa kalian disini, kok jauh dari jalur pendakian?”tanyaku.
“Awalnya kami melihat sekelompok
pendaki menerabas lewat jalan tikus, tapi karena kabut dan badai tadi,
kami kehilangan arah hingga tersesat disini”timpal Ira.
“Vera kenapa tuh kok kayaknya dah kena hypotermia”kataku sambil mendekati Vera.Kulihat Vera sudah menggigil.
 
“Kami sebenarnya berlima, tapi tadi
waktu di Pos I yg dua nyerah, tu Vera yang ngotot pengen naik, badai2
juga nekat jadinya kayak gitu”kata Ira
“Gawat, perlu perawatan ni, untung
masih ringan kalo udah berat waduh susah.Apalagi kalian didasar jurang,
dan kabut kayaknya masih lama. Kita cari tempat yg agak landai dan
terlindung dulu,Iwan ama Rudy buat api unggun, kita bermalam, besok pagi
kita turun.”
“Vera satu sleeping bag ama aku, biar panas tubuhnya cepet balik” kataku
“Kok ama cowok, kan bukan muhrim” protes Santi.
“Ni darurat San, dia perlu panas tubuh.Kalo hypotermia harus cepat2 dikembalikan suhu tubuhnya.Percaya deh ama kita.”kata Jack.
 
“Kalian langsung aja masuk sleeping bag masing2,istirahat.Besok pagi kita turun.”
Vera sudah masuk dalam sleeping bagku.
“Ver, maaf apa yang aku lakukan ini
demi kamu agar hyportemiamu tidak berlanjut, dan jangan berpikir
macam2.”kataku berbisik .Vera menganggu lembut.
“Kamu lepasin semua pakaianmu termasuk bra-mu”
“Kok …” kata Vera ragu.
“Sudah penjelasannya besok kalo sudah
dibawah, yg terpenting nanti suhu tubuhku bisa tersalur ke tubuhmu dan
nafasmu jadi lebih lancar jika tanpa bra.Toh kamu kan didalam sleeping
bag,gak ada yang liat kecuali aku”kataku
 
“Tapi …” Vera masih agak ragu tapi
akhirnya dia melepas pakaiannya.Aku menyusul masuk ke sleeping bag, dan
kubuka seluruh pakaiannku, kecuali CD.
 
Kupeluk tubuhnya,teteknya yang tidak
begitu besar.Ku hilangkan pikiran2 mesum.Kubiarkan pipiku beradu dengan
pipinya.Semakin lama tubuhnya semakin hangat.Tubuh mungilnya yang tadi
menggigil sudah berangsur-angsur pulih.Sayang dalam sleeping bag yang
sempit dan gelap tidak bisa kulihat kemolekan tubuh kecil dalam
dekapanku.Nafasnya mulai teratur.
Sebenarnya dalam kondisi ini Vera
sudah pulih dari hypotermia, dan seharusnya aku sudah bisa keluar dari
sleeping bag, tapi otak mesumku kembali menerawang.Penisku mulai
menegang dihimpit paha Vera,sengaja ku gesek-gesek hingga semakin
membesar.
 
Pikiranku semakin kotor,pelan2 ku
turunkan CD-ku dan ku lepas.Kulepas pelan2 CD Vera,Vera sedikit berontak
tapi kemudian dia sendiri yang melepas CD-nya.Kita berdua sudah benar2
bugil dalam sebuah sleeping bag sementara kabut sudah berangsur-angsur
menghilang.Kuselipkan kontolku diantara pahanya yang hangat,terasa
sebuah gundukan dengan jembi yg belum begitu banyak membuat aku semakin
konak.Perlahan tangaku mulai bergerilya diantara teteknya yang tidak
begitu besar dengan puting yang mendongak keatas,semakin lama terasa
semakin kencang.Kuberanikan diri mencium kening dan bibirnya.
 
Vera
membalas dengan lembut.Nafasnya memburu, sedikit kudengar dia
mendesah.Ku gesek2 kontolku diantara pahanya,Vera semakin erat
memelukku.Hampir saja aku masukkan kontolku dalam memeknya yg sudah
basah, hingga aku sadar bahwa aku sudah kebablasan.Tujuanku adalah
menyembuhkan Vera dari hypotermia, bukan menidurinya.
 
“Maaf Ver, aku keracunan nafsu birahi.Gak boleh berbuat mesum di gunung.Ini pantangan.”kataku sambil menghentikan aksiku.
“Iya mas,gak apa apa kok.Aku juga
menikmati kok.Baru kali ini aku telanjang dalam dekapan cowok.Dan baru
kali ini aku bisa merasakan burung cowok yang sedang tegak.Aku juga
horny kok mas”jawab Vera.Kami menunggu pagi telanjang berpelukan.
 
Setelah pagi, sebelum teman2 bangun
aku dan Vera berpakaian dan keluar sleeping bag.Berpelukan di api unggun
yg hampir mati tapi masih memancarkan kehangatan.
 
Matahari sudah menghangatkan udara
gunung yg dingin, kami berkemas setelah sarapan buat tenaga untuk turun
dari gunung, maklum kami harus naik dulu untuk mencapai alur pendakian
terdekat, kalau turun lewat trabasan sangat curam, kasihan cewek2 yang
kelelahan.
Sudah hampir sore, ketika kami sampai dititik awal pendakian.
 
“Kalo langsung pulang mungkin sampai rumah jam 9-10 malem ni, gimana?” Santi bingung.
“Gini aja, kita menginap di TW aja
banyak Villa kok.Ini gak musim pendakian dan gak musim liburan, jadi
banyak villa kosong.” kataku.
“Ya udah gitu juga boleh”jawab Santi.
 
Kami mencari Villa, dan dapet sebuah
Villa deket pasar dengan 5 kamar.Budi dan Iwan tidak ikut menginap
dengan alasan besok pagi masih ada tugas, dan dua teman Santi yang turun
duluan juga tidak ketemu waktu dibasecamp, dan yang pasti sudah pulang.
Setelah membersihkan diri,kami
menghabiskan waktu melihat tv diruangan tengah sambil ngobrol hingga
larut malam.Santi dan Ira sudah masuk kedalam kamar masing2.Jack dan
Rudy udah dari tadi tenggelam dikasur kecapaian.Hanya tinggal aku dan
Vera.
 
“Mas nanti tidur dimana?Yang kosong tinggal satu kamar mas.”kata Vera
“Aku gampang Ver, tidur disini pake sleeping bag juga gak apa-apa kok” jawabku.
“Jangan ah, kasihan mas, mas sekamar ama aku saja. Muat kok ranjangnya buat berdua”
“Emang gak apa-apa kamu?”
“Yeee, mas ini.Digunung kita berdua sesleepingbag.”kata Vera sambil menarik tanganku.
Aku menurut mengikuti Vera, gimana gak nurut diajak ama cewek imut.
Tidak aku sangka sampai dikamar Vera langsung memelukku dan berbisik”Yang digunung lanjutin dong, pengen”
“Serius kamu kan…”belum lengkap aku bicara, Vera sudah melancarkan ciumannya,kubalas dengan mesra.
 
Tanpa banyak cakap kami sudah
telanjang bulat.Ku tatap dia dari ujung kaki sampai ujung kepala,
sungguh suatu pemandangan yang sangat indah.Tubuhnya yang mungil, mulus
tanpa cacat.Tetek dengan puting yang mendongak membuat kontolku semakin
menegang.Dengan gemas Vera meremas kontolku dan sesekali mengocoknya.Ku
biarkan dia membelai2 kepala burung dan kantung telurnya.Vera bersimpuh
didepanku, aku duduk ditepian ranjang.Vera mulai menciumi kepala penisku
dan mengulumnya.Walau hanya kepala penis yang muat dimulutnya tapi
membuat rasaku sampai diawang2.Aku merem melek merasakan kenikmatan,
sampil sesekali aku meremas teteknya yang mengeras.
 
Aku angkat Vera ke ranjang, aku
mengambil posisi 69, aku jilatin lubang memeknya,ku jilati itilnya yang
berwarna merahmuda.Sungguh Vera masih perawan. Semakin lama lidahku
semakin liar dilubang Vera.
 
“Masss… terusss,aku sudah nggak tahan
nihhhh….” sesekali Vera mendesah.Aku semakin liar.Tubuh Vera semakin
bergetar,memeknya semakin banjir dengan air birahi.
“Mas…. aau… aaahhhhh.ahhh..hhhhhh”Vera mencapai klimaks.Vera mengejang kemudian lemas.Peluhku berjatuhan di hawa dingin gunung.
Aku berbalik, kuciumi Vera.Ku peluk dia erat-erat.
 
“Mas, enak bener.Tapi burung mas belum masuk ke memek..”kata Vera merajuk.
“Kamu yakin Ver, kamu kan masih Virgin”
“Aku kan yang ngajak mas, aku yang
pengin.Aku pengin ngrasain burung masuk memek.Mas gak usah tinggal
pilih, mau atau tidak.Please takut, aku nggak minta tanggung jawab
mas.Mas give me your cock.”Vera merajuk.
 
Ku belai lembut rambut Vera.Ku bisik lembut.
“Ok honey, I give it.Tapi aku istirahat sebentar, kamu juga capek kan.Mas buat kopi dulu ya.”kataku.
Dengan memakai baju sekenanya aku
keluar kamar,sambil melihat keadaan dikamar sebelah.Tapi ketika aku
membuka pintu kamar, kulihat Ira sudah didepan pintu,bajunya sedikit
terbuka tanpa memakai bra,tangannya ada diantara paha, seolah-olah habis
masturbasi.Aku tersadar bahwa tadi aku belum menutup pintu,dan seluruh
aktifitas sex-ku dilihat olah Ira.
 
“Sssttt, kamu tadi ngintip ya Ir?”bisikku
“Nggak, pintunya kebuka.Aku liat waktu aku mau buat minum.”sanggah Ira.
“Kok bajumu awut2an..”kataku
“Masak gak tau juga, liat gituan aku
juga pingin mass”kata Ira seraya membuka bajunya.Buset tu nenen bagus
amat, lebih gede dari punya Vera tapi nggak gede2 banget.Putingnya
berwarna ping sungguh menggoda untuk dikulum.
 
“Ya sudah kita main bertiga, masuk aja aku mau buat kopi dulu biar fit.Tunggu aku ya sayang”kataku sambil mencium bibir Ira.
 
Setelah membuat kopi, aku masuk
kekamar,tak lupa aku kunci pintu kamar.Vera dan Ira sudah telanjang
menantiku diatas ranjang.Tanpa babibu langsung ku buka bajuku.Ira
langsung menyerang daerah selangkanganku, sementara Vera mengulum
lidahku.Vera semakin liar menciumi dadaku, menjilat2 putingku.Dan Ira
semakin liar mengulum penisku, sesekali menjilat kantung telurku.Kami
berubah posisi, Vera merangkak diatasku, memeknya tepat berada
dimukaku,dan Ira masih dibawah menyedot2 batang penisku.Ku jilati memek
Vera,kujilati clitorisnya yang semakin basah.Vera mendesah,kadang
menggoyang-goyangkan pantatnya.
 
“Masss …eennnnakkkkk, geliiii…. ahhhhh masssssssss”Vera semakin meracau.
“Masss… masssukkkiiinnn udah gak tahan nihhhh”
 
Aku berbalik, kutindih
Vera,pelan-pelan kumasukkan kepala burungku ke memeknya yang
sempit.Susah mencari lubangnya.Vera lebih mengangkang seolah melebarkan
lubangnya. Dengan perjuangan berat akhirnya, bles kepala burung masuk
kesarangnya.
Aku tarik sebentar dan aku masukkan lagi lebih dalam.Darah keperawanan menetes diatas ranjang melewati ujung penisku.
 
“Teruss massss….”
Kuulangi lagi, aku masukkan dan aku
keluarkan.Kuulang pelan-pelan hingga seluruh batang penisku masuk
kedalam memeknya.Kusodok pelan dan beraturan.
“Ouhhhh ahsssssss…. masss akuu duluan…Masss croott dalemmm ajaaaahhhhh, udah gak sakiiiittt tapi enakkkk”
 
Mendengar rintihan Vera, kupercepat
sodokanku.Sungguh memek perawan enak tiada tara.Sekitar lima
menit,seluruh spermaku sudah mendesak mau
keluar..”Arrgggghhhhhhhhhhhhhhhhhh…..”kusodok kedalam dan kubiarkan
spermaku memancar ke dalam dinding rahimnya.Memeknya berdenyut seolah
memijat batang penisku.Aku terkulai.
“Mas Andy jahat, aku belum klimaks ni”kata Ira sambil menepuk pantatku.
“Tenang Ir, aku masih kuat kok.””Istirahat sebentar ya”
 
Kulihat Vera terkulai lemas, badannya
basah dengan keringat.Dia tersenyum padaku,”Mas aku bahagia”. Ku ambil
tisu, ku bersihkan memek Vera dari darah perawan dan spermaku.Aku
beranjak ke kamar mandi, membersihkan sisa2 darah perawan Vera.Ira
mengikutiku,Ira menyabuni penisku hingga bersih.Mendapat rangsangan2
lagi penisku langsung berdiri tegak.Melihat keadaan itu tidak
disia-siakan Ira, Ira kembali mengulum batang penisku, aku hanya bisa
mendesis keenakan.Dalam guyuran shower aku jilati teteknya, sementara
tanganku gerilya didaerah pangkal paha.Ira mendesah, badannya semakin
bergetar.Sesekali melenguh dengan kata-kata tidak jelas.
“Masss…. asssshh….masss nakkkaaallll…. “
 
Aku jongkok diantara pahanya,Ira
sedikit mengangkang.Kujilati itil pinknya sambil kuremas2 jembutnya yang
lebat.Semakin lama semakin basah, lidahku semakin liar dilubang
kenikmatannya.Tanganku meremas putingnya sesekali dia memegang kepalaku
menekan agar aku semakin liar dimemeknya…
 
“Masss Annnn…. aku hammpirrr
keluarrrr….aaahhhhhhhhhhh”Tubuhnya mengejang,tapi aku sudah terlanjur
memuncak.Tanpa banyak cakap aku berdiri, aku balik dia dengan sedikit
menungging. Tangan Ira bergelayutan dibesi gantungan baju, ku sodok dia
dari belakang.Memeknya masih terasa sempit, terasa legit.Ira kembali
meracau,tubuhnya yang mulus bergoyang-goyang mengimbangi sodokanku…
 
“Masss … give me more ,,,harder”teriak Ira.Aku sudah hampir klimaks, tapi aku tahan, kuingin menikmati sensasi ini.
 
Ku balik dia hingga posisi kami
berhadapan, penisku kembali aku hujamkan ke memek Ira. Ira semakin
bergetar.Dengan kontol yang masih didalam memek aku gendong dia keluar
kamar mandi,ku bawa ke ranjang.Diranjang semakin liar,dengan kaki Ira
dipundakku hingga penetrasiku semakin jauh kedalam,kusodok dengan
liarnya

Top: Cerita Mesum di Toilet Saat Jam Istirahat Sekolah

“Ohhhhh…. terussssssssssss…. aku dah mau keluarrrrrrrrrggggg..”
“Tahan Ir, aku juga mau keluar…. “semakin liar aku menggenjot penisku keluar masuk.
“Arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”disodokan
terakhir kubiarkan batang penisku amblas ke lubang memeknya yang
berdenyut2, spermaku memancar membasahi lubang kenikmatan Ira.Kami
berdua terkulai lemas.Akhirnya kami bertiga tidur berpelukan dalam
kepuasan yang dahsyat.
Keesokan harinya sebelum teman2 yang
lain bangun setelah membersihkan diri, aku keluar kamar dan berpura2
tidur didepan tv, dan Ira kembali kekamarnya.
 
Dan kemudian kita berpisah setelah
saling bertukar alamat dan nomer telpun, pulang ke rumah masing-masih.
Pastinya setiap aku ke kota SM, aku selalu menyempatkan bertemu Ira dan
Vera.