Wednesday , January 18 2017

Cerita Dewasa 2016 Terhot Adikku Sayang

Blog Sex Online Cerita Dewasa 2016 Terhot Adikku Sayang – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Cerita Ngentot Terhot Obat Awet Muda Tante Erni. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Segar sehabis mandi, Evi keluar dari kamarnya dan dari teras di depan
kamarnya di lantai 2, ia melihat adiknya, Nita, memasuki rumah dengan
wajah merah kepanasan, namun tampak ceria. Nita baru pulang dari
sekolah, kemeja putih dan rok birunya tampak lusuh.

Cerita Sex 2016 Cerita Lesbi Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Terhot Cerita Mesum Remaja Cerita ABG Seksi Cerita Porn Indo Cerita Porno Terlangka Cerita Seks Dewasa Indonesia Cerita Dewasa Terbagus Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru
Cerita Dewasa 2016 Terhot Adikku Sayang

Tak melihat siapa
pun di rumah, Nita langsung naik dan masuk ke kamarnya lalu menyalakan
AC. Ia mencuci muka dan tangannya di kamar mandi dalam kamarnya saat
mendengar kakaknya bertanya, “Hey, gimana pengumumannya?”

Nita keluar dari kamar mandi mendapatkan Evi bersandar di pintu kamarnya dengan tangan ke belakang.

“Nita diterima di SMA Theresia, Kak!” jawab Nita dengan ceria.
Evi berjalan ke arahnya dan memberikan sebuah kado terbungkus rapi.
“Nih, buat kamu. Kakak yakin kamu diterima, jadi udah nyiapin ini.”
“Duuh, thank you, Kak!” Nita setengah menjerit menyambar kado itu.

Evi
duduk di ranjang Nita sementara adiknya duduk di meja belajarnya
membuka kado itu dan mendapatkan sebuah gelas berbentuk Winnie the Pooh,
karakter kartun kesukaannya, sedang memeluk tong bertulisan “Hunny”.
Kali ini Nita benar-benar menjerit, “Aaah, bagus banget! Thank you,
Kak!”

Kumpulan Cerita Sex Lesbi Terbaru 2016

Nita melompat ke ranjang dan memeluk kakaknya erat-erat,
dan dengan tiba-tiba mencium bibir Evi. Evi tersentak, bukan karena Nita
menciumnya, tapi karena getaran elektrik yang ia rasakan dari bibir
adiknya yang basah menyambar bibirnya dan menyebar ke seluruh tubuhnya.

Ciuman yang sebenarnya hanya berlangsung beberapa detik itu membuat
jantung Evi berdebar. Nita melepas ciumannya, namun tak melepas
pelukannya yang erat. Evi tersenyum berusaha menutupi perasaannya, lalu
mengecup bibir adiknya dengan lembut.

Bacaan sex menarik: Cerita Sex 2016 Hebatnya Rangsangan Nara

Nita meletakkan gelas itu di meja
kecil di sisi ranjangnya dan merebahkan diri. Ia menarik Evi agar
berbaring di sisinya, lalu kembali memeluknya.

“Kak, Nita kangen
nih ama Kakak. Sejak Kak Evi pacaran ama Mbak Anna, kapan kita pernah
tidur bareng lagi? Cerita-cerita sampe ketiduran? Nggak pernah kan?”

“Bukan gitu, Nit,” jawab Evi, “Kakak kan kuliahnya sibuk, bukan karena pacaran ama Anna.”

Evi
kembali merasakan dadanya berdebar hanya karena dipeluk oleh adiknya
yang cantik ini. Ia baru menyadari bahwa ia memang sudah lama sekali tak
pernah sedekat ini dengan Nita.

“Lagian ngapain sih Kakak pacaran
ama Mbak Anna? Ntar ketahuan Papa baru tahu lho!” kata Nita sambil
mengernyitkan dahinya seakan memarahi kakaknya.

Wajah Nita begitu
dekat dengan wajahnya, membuat Evi merasa canggung dan semakin berdebar.
Evi berusaha keras meredam ketegangannya dan menutupi perasaannya dari
adiknya.

“Sok tahu kamu,” kata Evi, “Papa kan udah tahu Kakak
pacaran ama Anna. Malah sebelum berangkat ke Jerman, Anna pernah ketemu
dan ngobrol ama Papa. Sekarang Papa udah bisa kok nerima kenyataan bahwa
Kakak emang lesbian.”
Hangatnya hembusan napas Nita di lehernya
membuat Evi semakin berdebar dan ia merasakan panas yang hebat dari
selangkangannya. Evi tahu ia tak mampu menahan diri lebih lama lagi saat
celana dalamnya mulai terasa lembab.

“Sana mandi dulu kamu!” tukas Evi sambil mendorong adiknya, “Kamu bau matahari!”
“Ngg..” balas Nita kolokan walau tetap melepaskan lengannya yang melingkari pinggang Evi.
“Tapi Kakak jangan pergi dulu. Nita masih kangen ama Kakak,” kata Nita sambil berjalan ke kamar mandi.

Evi
duduk dan melipat kedua kakinya rapat-rapat di depan dadanya
. Ia
memeluk kedua kakinya sambil menyadarkan dagu ke lututnya. Ia menghela
napas dalam-dalam berusaha menenangkan gairahnya.


“Kenapa aku sampai begitu, sih!” ia memarahi dirinya sendiri dalam hati.
“Nita kan adikku sendiri!”
“Mungkinkah
karena sudah hampir 4 bulan Anna pergi dan aku kangen pada pelukan dan
sentuhan lembut wanita?” Evi menyelonjorkan kakinya di kasur dan mulai
meraba-raba pahanya. Sambil membayangkan dada Anna yang montok, tangan
kiri Evi meraba-raba dadanya sendiri, sementara tangan kanannya naik
meremas-remas selangkangannya.

Evi tersentak dari lamunannya dan
melepas kedua tangannya dari bagian-bagian vitalnya dan kembali menarik
napas dalam-dalam. Ia tak ingin terlihat bergairah saat adiknya keluar
dari kamar mandi nanti.

Tak memakan waktu lama, Nita keluar dari
kamar mandi dalam keadaan bugil. Ia mengambil celana dalam dan daster
dari lemari. Evi menatap adiknya memakai celana dalam, jantungnya yang
belum sepenuhnya kembali normal langsung berdebar lagi melihat tubuh
Nita yang langsing namun berisi itu. Nita tidak mengenakan dasternya,
tetapi langsung duduk bersila di sisi kakaknya di ranjang dan meletakkan
dasternya di pangkuannya.

Evi tersenyum berusaha menutupi
gairahnya dan membelai rambut adiknya. Nita memonyongkan bibirnya
seperti orang ngambek dan berkata, “Kak Evi kok mau sih ama Mbak Anna?
Dia kan..” Nita tampak agak ragu sebelum akhirnya melanjutkan, “Dia kan
nggak cantik.” Bukannya marah, senyum Evi malah berubah jadi tawa, “Kamu
nggak boleh menilai orang dari penampilan fisiknya. Anna kan baik
banget orangnya, lembut dan penuh pengertian. Lagian fisiknya juga nggak
jelek-jelek amat.

Toket dan pantatnya kan gede banget, Nit. Asyik
banget untuk diremas. Dan ciumannya jago banget. Dia yang ngajarin Kakak
ciuman.”
“Iya sih. Toket Nita nggak gede ya, Kak?” kata Nita sambil memandang payudaranya.
“Siapa
bilang?” balas Evi, “Toket kamu gede lagi! Kamu tuh tumbuh melebihi
orang seumurmu. Waktu Kakak 17 tahun, toket Kakak belum segede kamu.”
Dengan polos, Nita bertanya, “Emang enak, Kak, diremas ama sesama cewek?”

Belum
sempat Evi menjawab, Nita meraih tangan kakaknya dan meletakkannya di
atas dadanya. Evi tersentak, namun membiarkan Nita menggerakkan
tangannya berputar-putar di dada adiknya yang terasa lembab dan segar
itu. “Mmmhh..” Nita mendesah dan matanya setengah menutup. Gairah Evi
yang sudah sulit dikendalikan semakin meledak melihat reaksi adiknya
yang sangat merangsang itu. Evi mulai meremas-remas dada adiknya dengan
lembut lalu memilin-milin puting dada Nita yang terasa semakin membesar
dan mengeras.

“Uhh..” Nita kembali mendesah dan membiarkan Evi
meraba dan meremas dadanya, sementara kedua tangannya sendiri meremas
sprei kasurnya. Tak lagi berusaha mengendalikan gairahnya yang sudah
memuncak, Evi meraih dagu adiknya dengan tangan kiri sementara tangan
kanannya terus meremas dada Nita dengan semakin bernafsu. Evi menarik
wajah Nita dan mengecup bibirnya yang basah.

“Mmmhh..” reaksi
Nita yang hanya berupa desahan itu membakar nafsu Evi. Sambil meremas
dada adiknya dengan bergairah, Evi mengulum bibir bawah adiknya yang
segera membuat Nita membalas dengan mengulum bibir atas Evi. Kakak
beradik ini saling menghisap bibir selama beberapa saat, sampai akhirnya
Evi melepas ciuman mereka. Nita membuka mata mendapatkan ia dan
kakaknya sama-sama terengah-engah setelah berciuman dengan penuh gairah.

“Ohh, ternyata enak ya, Kak? Nita nggak nyangka deh. Kak Evi juga enak?” tanya Nita dengan polos.
“Gila
kamu, Nit! Dari tadi Kakak udah mau mati nahan gairah Kakak gara-gara
kamu peluk, kamu cium, ngelihat kamu telanjang!” jawab Evi, “Kamu sih!
Ngapain lagi kamu tarik tangan Kakak ke toket kamu?”

Nita tampak
terkejut dengan kerasnya kata-kata kakaknya, “Sorry, Kak. Nita cuma
kangen aja ama Kak Evi dan pengen disentuh. Sorry..” katanya sambil
menundukkan kepala.
“Ssstt..” Evi menarik dagu adiknya lagi hingga
mereka saling bertatapan, lalu menampilkan senyumnya yang manis, “Tapi
kamu suka kan?” Nita hanya membalas dengan senyuman yang tak kalah
manisnya.

Evi menggeser duduknya di ranjang hingga bersandar pada
dinding, “Sini,” ia menarik lengan Nita agar duduk di sisinya. Mereka
duduk berdampingan, Evi membelai rambut Nita, lalu dengan tangan di
belakang kepala adiknya, Evi menarik wajah Nita mendekati wajahnya, “Nih
ajaran Anna. Kamu nilai sendiri enak apa nggak.” Evi kembali mencium
bibir Nita.

Kendali diri sudah sepenuhnya kembali pada dirinya
setelah menyadari bahwa Nita juga menikmati semua ini, Evi mengatur alur
percintaan tanpa tergesa-gesa. Ia tak lagi meraba-raba adiknya. Kini
Evi hanya mengulum bibir adiknya, kadang seluruh mulutnya, lalu
melepasnya, lalu mengulumnya lagi. Kadang ia biarkan Nita yang menghisap
bibirnya dengan lebih bernafsu, lalu melepasnya untuk melihat adiknya
maju mengejar mulutnya yang sedikit ia buka, memancing gairah Nita.

Evi
mendorong adiknya hingga rebah di kasur. Mereka berciuman lagi dengan
penuh gairah. “Kak..” Nita mendesah. Evi menjawab dengan menyelusupkan
lidahnya dengan lembut ke dalam mulut Nita yang sedikit terbuka.
Tenggorokan Nita tercekat saat merasakan lidahnya bersentuhan dengan
lidah kakaknya. Ini perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelum ini.
Ia tak menyangka akan merasakan rangsangan luar biasa sebagai akibatnya.

Jilatan
lembut Evi pada langit-langit dan lidah Nita membuat Nita terangsang,
namun menjadi semakin rileks karena merasa semakin menyatu dengan
kakaknya. Nita mulai membalas gerakan lidah Evi dengan gerakan lidahnya
sendiri. Mengetahui adiknya sudah bisa menikmati ini, Evi membelitkan
lidahnya pada lidah Nita sambil menghisap bibir adiknya. Evi melepas
lidahnya dari mulut adiknya, lalu berkata, “Hisap lidah Kakak, Sayang.”

Kata-kata
lembut Evi membuat Nita semakin bergairah, seakan sedang bercinta
dengan kekasihnya. Dengan bernafsu, ia menghisap lidah Evi yang kembali
menjelajahi mulutnya. Mereka berciuman dan bergantian saling menghisap
lidah untuk waktu yang lama.

Merasa gairah adiknya dan gairahnya sendiri
semakin membara, Evi mulai meningkatkan kecepatan percintaan dengan
meraba paha dan selangkangan Nita. Nita mendesah saat merasakan sentuhan
di bagian yang belum pernah disentuh siapa pun itu. Evi melepas
bibirnya dari bibir adiknya, lalu mulai menjilati telinga dan leher
Nita. Desahan Nita mulai berubah menjadi erangan kenikmatan.

Tanpa
melepas tangannya dari selangkangan Nita, Evi menurunkan jilatannya ke
dada adiknya yang montok itu. “Ah..!” Nita menjerit kecil saat pertama
kali lidah kakaknya menyentuh puting buah dadanya, “Ooohh.. aahh..
Kak..” desahnya dengan penuh kenikmatan.

Nita membuka matanya
menyaksikan Evi menjilati puting dan payudara Nita dengan semakin cepat
dan bernafsu, membuat putingnya membesar dan mengeras. Kadang Evi
menggigit puting Nita membuat Nita menjerit kecil dan memaju-mundurkan
pantatnya seirama dengan gerak tangan Evi di selangkangannya, sehingga
tangan Evi terasa semakin menekan dan meremas di selangkangannya yang
kini sudah basah kuyup.

Bangkit dari dada Nita, Evi menduduki
adiknya dengan selangkangan tepat di atas selangkangan adiknya. Evi
menarik kaosnya lalu melemparkannya ke lantai. Kedua tangan Nita meremas
dada kakaknya saat Evi sedang berusaha melepas BH-nya.

Evi melempar
BH-nya dan Nita semakin bernafsu meremas dada dan puting telanjang
kakaknya. Mereka saling menghujam selangkangan hingga saling menekan.
“Hhh..” desah Evi yang menikmati remasan adiknya pada dadanya yang telah
membesar dan mengeras itu. Area cerita sex terlengkap

Tak tahan lagi untuk segera merasakan
adiknya, Evi bangkit membuka celana pendek sekaligus celana dalamnya,
lalu menarik celana dalam Nita hingga terlepas, menampilkan setumpuk
kecil bulu tipis yang menutupi kemaluan yang telah membengkak penuh
gairah. Bau seks menyebar dari vagina Nita, membuat isi kepala Evi
serasa berputar penuh gairah tak tertahankan.

Evi meraba bibir
vagina adiknya yang telah berlumuran lendir gairah. “Ohh, Kakaak!” Nita
tersentak merasakan nikmatnya sentuhan di titik terlarang itu. Tak tahan
lagi, Evi segera menjilati bibir vagina Nita dengan bernafsu, menikmati
manisnya lendir vagina Nita. “Ah! Ah! Kak! Ah!” Nita menjerit-jerit tak
tertahankan, tubuhnya menggelinjang merasakan kenikmatan yang tak
pernah terbayangkan olehnya.

Dua jari Evi membuka bibir vagina
Nita, menampilkan klitoris yang telah membengkak keras dan teracung
keluar. Lidah Evi menari pada klitoris adiknya sambil tangan kirinya
naik meremas-remas payudara Nita, membuat Nita terpaksa mencengkeram
sprei untuk menahan gelinjang tubuhnya yang semakin sulit dikendalikan.
Ini tak membantu menahan jeritannya yang semakin keras “Aaagghh!
Aaagghh! ohh, Kakaak! Nikmat, Kaak! Jangan berhen.. aagghh!” Nita telah
terlontar ke dalam dunianya sendiri.

Memang tak berniat berhenti,
lidah Evi masuk ke dalam vagina Nita dan menjilatinya tanpa ampun. Nita
meluruskan kedua lengannya di sisi menopang tubuhnya ke posisi duduk
mengangkang, menyaksikan kepala kakaknya di antara kedua pahanya. Tak
mampu mengendalikan kenikmatan seks yang terus meningkat ini, Nita
menghunjamkan selangkangannya ke wajah kakaknya berulang kali, sementara
lidah Evi semakin cepat bergetar di dalam vagina Nita, sambil menikmati
lendir vagina adiknya yang terus mengalir ke dalam mulutnya.

Hunjaman
selangkangan dan gelinjang tubuh Nita yang semakin kasar dan tak
terkendali membuat Evi tahu bahwa adiknya tak akan tahan lebih lama
lagi. Ia semakin bernafsu menjilati adiknya, di dalam vagina, bibir
vagina serta klitorisnya. Tepat dugaannya, tak lama kemudian kedua paha
Nita menghentak kaku menjepit kepala Evi, tubuh Nita bergelinjang
semakin kasar dan liar, sementara vaginanya berkontraksi dan
memuncratkan gelombang demi gelombang lendir seks yang tak mampu lagi ia
bendung.

“Aaakk.. aahh.. ahh Kakk..” jerit Nita tak peduli lagi
pada dunia, hanya kenikmatan orgasme pertamanya ini yang berarti
baginya. Evi membuka mulutnya, mengulum seluruh vagina adiknya dan
menenggak lendir orgasme yang membanjiri seisi mulutnya hingga sebagian
menetes dari bibirnya ke dagu dan lehernya.

Orgasme demi orgasme
melanda Nita selama semenit penuh, hingga akhirnya ia merasa begitu
lemah sampai tubuhnya jatuh ke kasur dengan penuh kenikmatan dan
kepuasan
. Evi menjilati lendir yang lolos ke sisi selangkangan dan paha
adiknya, lalu memanjat tubuh adiknya dan menindih tubuh adiknya.

Sambil
terengah-engah, ia menyaksikan Nita yang memejamkan mata penuh kepuasan.
Evi mengecup bibir Nita, membuat Nita membuka matanya dan tersenyum. Ia
memeluk tubuh telanjang Evi, lalu membalas kecupan kakaknya dengan
ciuman penuh pada mulut Evi. Lidah mereka terpaut, Nita menghisap lidah
kakaknya, lalu melepaskannya untuk menjilati wajah, pipi dan leher Evi
yang berlumuran lendir orgasmenya sendiri. Lendir seks ini terasa nikmat
dan manis baginya.

Nita tahu Evi terengah-engah bukan hanya
karena habis memakan vaginanya dengan brutal, namun juga karena
gairahnya yang telah memuncak. Nita melorotkan diri di bawah tubuh
kakaknya, menggesekkan payudaranya pada payudara Evi. Wajah Nita tiba di
depan payudara Evi saat Evi mengangkat tubuhnya dengan menopangkan
dirinya pada sikunya.

Tanpa ragu Nita mulai menjilati puting payudara
kakaknya hingga napas Evi semakin tersenggal-senggal menahan gairah yang
semakin melonjak dalam dirinya. Selangkangannya semakin memanas dan
lendir seksnya meleleh keluar dari vaginanya, menetes-netes di paha
Nita.

“Ohh, Sayang! Kakak nggak tahan lagi, Sayang!” erang Evi.
Memahami
maksud kakaknya, Nita melorotkan tubuhnya kembali hingga wajahnya tiba
di depan vagina Evi, dan tanpa menunda lagi, Nita langsung menyusupkan
lidahnya ke dalam vagina kakaknya.
“Aaahh! Ahh! Sayaang!” Evi menjerit selagi Nita sibuk menjilati vaginanya dari dalam hingga ke klitorisnya berulang-ulang.

Bacaan sex top: Novel Cerita Dewasa Tergoda dengan Lelaki Lain

Dengan
bernafsu, Evi menduduki wajah adiknya, lalu menaik-turunkan tubuhnya,
menghujamkan vaginanya ke wajah adiknya berulang-ulang. Sambil meremas
pantat Evi, Nita meluruskan lidahnya hingga kaku dan menghujam wajahnya
seirama dengan gerakan pantat kakaknya ini. Lendir gairah meleleh ke
wajah dan pipi Nita saat ia memaikan kakaknya dengan lidahnya.

Tak lama
Evi mampu bertahan setelah gelombang rangsangan bertubi-tubi yang telah
ia nikmati, puncak kenikmatan pun meledak dan Evi tersentak kaku di atas
wajah adiknya dalam kepuasan orgasme demi orgasme yang menyemprotkan
lendir panas ke dalam mulut Nita berulang kali.

Nita berusaha
keras menghisap dan menelan seluruh lendir orgasme Evi yang memenuhi
mulutnya
. Begitu banyaknya lendir kepuasan yang Evi tumpahkan ke mulut
adiknya, sebagian terpaksa mengalir keluar ke pipi Nita. Dari kaku,
perlahan-lahan tubuh Evi mulai melemas dan jepitan pahanya pada kepala
Nita pun mulai mengendur, hingga akhirnya Evi jatuh terbaring lemas di
atas ranjang.

Nita mendekati wajah kakaknya yang menantinya dengan
tersenyum, lalu mencium bibir kakaknya. Mereka berpelukan dan berciuman
beberapa saat. Evi membelai rambut adiknya, sementara Nita meremas
pantat kakaknya. Lelah berciuman, Evi menghela napas panjang sebelum
akhirnya mengatakan, “Aku cinta kamu, Sayang..” Nita hanya tersenyum dan
mereka terus berpelukan hingga tertidur dalam rasa lelah yang penuh
dengan kepuasan. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat