Cerita Dewasa Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Posted on
Blog Sex Online 2016 Cerita Sex Dewasa Terpuaskan Atas Tiga Rondeku yang Luar Biasa – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Novel Cerita Dewasa Tergoda dengan Lelaki Lain. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Aku (sebut saja Aswin), umur hanpir 40 tahun, postur tubuh biasa saja,
seperti rata-rata orang Indonesia, tinggi 168 cm, berat 58 kg, wajah
lumayan (kata ibuku), kulit agak kuning, seorang suami dan bapak satu
anak kelas satu Sekolah Dasar. Selamat mengikuti pengalamanku.

Cerita
yang aku paparkan berikut ini terjadi hari Senin
. Hari itu aku
berangkat kerja naik bis kota (kadang-kadang aku bawa mobil sendiri).
Seperti hari Senin pada umumnya bis kota terasa sulit. Entah karena
armada bis yang berkurang, atau karena setiap Senin orang jarang
membolos dan berangkat serentak pagi-pagi. Setelah hampir satu jam
berlari ke sana ke mari, akhirnya aku mendapatkan bis.

Cerita Sex 2016 Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Terhot Cerita Mesum Remaja Cerita ABG Seksi Cerita Porn Indo Cerita Porno Terlangka Cerita Seks Dewasa Indonesia Cerita Dewasa Terbagus Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru
Cerita Dewasa Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Dengan
nafas ngos-ngosan dan mata kesana kemari, akhirnya aku mendapat tempat
duduk di bangku dua yang sudah terisi seorang wanita. Kuhempaskan pantat
dan kubuang nafas pertanda kelegaanku mendapatkan tempat duduk, setelah
sebelumnya aku menganggukkan kepala pada teman dudukku. Karena lalu
lintas macet dan aku lupa tidak membawa bacaan, untuk mengisi waktu dari
pada bengong, aku ingin menegur wanita di sebelahku, tapi keberanianku
tidak cukup dan kesempatan belum ada, karena dia lebih banyak melihat ke
luar jendela atau sesekali menunduk.

Tiba-tiba ia menoleh ke arahku sambil melirik jam tangannya.
“Mmacet sekali ya?” katanya yang tentu ditujukan kepadaku.
“Biasa Mbak, setiap Senin begini. Mau kemana?” sambutku sekaligus membuka percakapan.
“Oh ya. Saya dari Cikampek, habis bermalam di rumah orang tua dan mau pulang ke Pondok Indah,” jawabnya.
Belum sempat aku buka mulut, ia sudah melanjutkan pembicaraan,
“Kerja dimana Mas?”
“Daerah Sudirman,” jawabku.

Obrolan
terus berlanjut sambil sesekali aku perhatikan wajahnya. Bibirnya
tipis, pipinya halus, dan rambutnya berombak. Sedikit ke bawah, dadanya
tampak menonjol, kenyal menantang. Aku menelan ludah. Kuperhatikan
jarinya yang sedang memegang tempat duduk di depan kami, lentik, bersih
terawat dan tidak ada yang dibiarkan tumbuh panjang.

Dari obrolannya
keketahui ia (sebut saja Mamah) seorang wanita yang kawin muda dengan
seorang duda beranak tiga dimana anak pertamanya umurnya hanya dua tahun
lebih muda darinya. Masa remajanya tidak sempat pacaran. Karena waktu
masih sekolah tidak boleh pacaran, dan setelah lulus dipaksa kawin
dengan seorang duda oleh orang tuanya.

Cerita Sex Terpanas Membuat Horny

Sambil bercerita, kadang berbisik
ke telingaku yang otomatis dadanya yang keras meneyentuh lengan kiriku
dan di dadaku terasa seer! Sesekali ia memegangi lenganku sambil terus
cerita tentang dirinya dan keluarganya. “Pacaran asyik ya Mas?” tanyanya
sambil memandangiku dan mempererat genggaman ke lenganku. Lalu, karena
genggaman dan gesekan gunung kembar di lengan kiriku, otakku mulai
berpikiran jorok. “Kepingin ya?” jawabku berbisik sambil mendekatkan
mulutku ke telinganya. Ia tidak menjawab, tapi mencubit pahaku.

Tanpa
terasa bis sudah memasuki terminal Blok M, berarti kantorku sudah
terlewatkan. Kami turun. Aku bawakan tasnya yang berisi pakaian menuju
kafetaria untuk minum dan meneruskan obrolan yang terputus. Kami memesan
teh botol dan nasi goreng. Kebetulan aku belum sarapan dan lapar.
Sambil menikmati nasi goreng hangat dan telor matasapi, akhirnya kami
sepakat mencari hotel. Setelah menelepon kantor untuk minta cuti sehari,
kami berangkat.

Sesampai di kamar hotel, aku langsung mengunci
pintu dan menutup rapat kain horden jendela. Kupastikan tak terlihat
siapapun. Lalu kulepas sepatu dan menghempaskan badan di kasur yang
empuk. Kulihat si Mamah tak tampak, ia di kamar mandi. Kupandangi
langit-langit kamar, dadaku berdetak lebih kencang, pikiranku melayang
jauh tak karuan. Senang, takut (kalau-kalau ada yang lihat) terus
berganti. Tiba-tiba terdengar suara tanda kamar mandi dibuka. Mamah
keluar, sudah tanpa blaser dan sepatunya.

 Bacaan sex menarik: Novel Cerita Dewasa Making Love Sama Teman Kantorku

Kini tampak di hadapanku
pemandangan yang menggetarkan jiwaku. Hanya memakai baju putih tipis
tanpa lengan. Tampak jelas di dalamnya BH hitam yang tak mampu menampung
isinya, sehingga dua gundukan besar dan kenyal itu membentuk lipatan di
tengahnya. Aku hanya bisa memandangi, menarik nafas serta menelan
ludah.

Mungkin ia tahu kalau aku terpesona dengan gunung
gemburnya. Ia lalu mendekat ke ranjang, melatakkan kedua tangannya ke
kasur, mendekatkan mukanya ke mukaku, “Mas..” katanya tanpa melanjutkan
kata-katanya, ia merebahkan badan di bantal yang sudah kusiapkan. Aku
yang sudah menahan nafsu sejak tadi, langsung mendekatkan bibirku ke
bibirnya. Kami larut dalam lumat-lumatan bibir dan lidah tanpa henti.
Kadang berguling, sehingga posisi kami bergantian atas-bawah. Kudekap
erat dan kuelus punggungnya terasa halus dan harum. Posisi ini kami
hentikan atas inisiatifku, karena aku tidak terbiasa ciuman lama seperti
ini tanpa dilepas sekalipun. Tampak ia nafsu sekali. Aku melepas
bajuku, takut kusut atau terkena lipstik.

Kini aku hanya memakai CD. Ia
tampak bengong memandangi CD-ku yang menonjol. “Lepas aja bajumu, nanti
kusut,” kataku. “Malu ah..” katanya. “Kan nggak ada yang lihat. Cuma
kita berdua,” kataku sambil meraih kancing paling atas di punggungnya.
Dia menutup dada dengan kedua tangannya tapi membiarkan aku membuka
semua kancing. Kulempar bajunya ke atas meja di dekat ranjang. Kini
tinggal BH dan celana panjang yang dia kenakan. Karena malu, akhirnya
dia mendekapku erat-erat. Dadaku terasa penuh dan empuk oleh susunya,
nafsuku naik lagi satu tingkat, “burung”-ku tambah mengencang.

Dalam
posisi begini, aku cium dan jilati leher dan bagian kuping yang tepat
di depan bibirku. “Ach.. uh..” hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Mulai terangsang, pikirku. Setelah puas dengan leher dan kuping
kanannya, kepalanya kuangkat dan kupindahkan ke dada kiriku. Kuulangi
gerakan jilat leher dan pangkal kuping kirinya, persis yang kulakukan
tadi. Kini erangannya semakin sering dan keras. “Mas.. Mas.. geli Mas,
enak Mas..” Sambil membelai rambutnya yang sebahu dan harum, kuteruskan
elusanku ke bawah, ke tali BH hingga ke pantatnya yang bahenol,
naik-turun.

Selanjutnya gerilyaku pindah ke leher depan.
Kupandangi lipatan dua gunung yang menggumpal di dadanya. Sengaja aku
belum melepas BH, karena aku sangat menikmati wanita yang ber-BH hitam,
apalagi susunya besar dan keras seperti ini. Jilatanku kini sampai di
lipatan susu itu dan lidahku menguas-nguas di situ sambil sesekali aku
gigit lembut. Kudengar ia terus melenguh keenakan. Kini tanganku meraih
tali BH, saatnya kulepas, ia mengeluh, “Mas.. jangan, aku malu, soalnya
susuku kegedean,” sambil kedua tangannya menahan BH yang talinya sudah
kelepas. “Coba aku lihat sayang..” Kataku memindahkan kedua tangannya
sehingga BH jatuh, dan mataku terpana melihat susu yang kencang dan
besar. “Mah.. susumu bagus sekali, aku sukaa banget,” pujiku sambil
mengelus susu besar menantang itu. Putingnya hitam-kemerahan, sudah
keras.

Kini aku bisa memainkan gunung kembar sesukaku. Kujilat,
kupilin putingnya, kugigit, lalu kugesek-gesek dengan kumisku, Mamah
kelojotan, merem melek, “Uh.. uh.. ahh..” Setelah puas di daerah dada,
kini tanganku kuturunkan di daerah selangkangan, sementara mulut masih
agresif di sana. Kuusap perlahan dari dengkul lalu naik. Kuulangani
beberapa kali, Mamah terus mengaduh sambil membuka tutup pahanya.

Kadang
menjepit tangan nakalku. Semua ini kulakukan tahap demi tahap dengan
perlahan. Pertimbanganku, aku akan kasih servis yang tidak terburu-buru,
benar-benar kunikmati dengan tujuan agar Mamah punya kesan berbeda
dengan yang pernah dialaminya. Kuplorotkan celananya. Mamah sudah
telanjang bulat, kedua pahanya dirapatkan. Ekspresi spontan karena malu.

Kupikir
dia sama saja denganku, pengalaman pertama dengan orang lain. Aku
semakin bernafsu. Berarti di hadapanku bukan perempuan nakal apalagi
profesional. Kini jari tengahku mulai mengelus perlahan, turun-naik di
bibir vaginanya. Perlahan dan mengambang. Kurasakan di sana sudah mulai
basah meski belum becek sekali. Ketika jari tengahku mulai masuk, Mamah
mengaduh, “Mas.. Mas.. geli.. enak.. terus..!” Kuraih tangan Mamah ke
arah selangkanganku (ini kulakukan karena dia agak pasif. Mungkin
terbiasa dengan suami hanya melakukan apa yang diperintahkan saja).
“Mas.. keras amat.. Gede amat?” katanya dengan nada manja setelah meraba
burungku. “Mas.. Mamah udah nggak tahan nikh, masukin ya..?” pintanya
setengah memaksa, karena kini batangku sudah dalam genggamannya dan dia
menariknya ke arah vagina. Aku bangkit berdiri dengan dengkul di kasur,
sementara Mamah sudah dalam posisi siap tembak, terlentang dan
mengangkang. Kupandangi susunya keras tegak menantang.

Ketika
kurapatkan “senjataku” ke vaginanya, reflek tangan kirinya menangkap dan
kedua kakinya diangkat. “Mas.. pelan-pelan ya..” Sambil memejamkan
mata, dibimbingnya burungku masuk ke sarang kenikmatan yang baru saja
dikenal. Meski sudah basah, tidak juga langsung bisa amblas masuk.
Terasa sempit. Perlahan kumasukkan ujungnya, lalu kutarik lagi. Ini
kuulangi hingga empat kali baru bisa masuk ujungnya. “Sret.. sret..”
Mamah mengaduh, “Uh.. pelan Mas.. sakit..” Kutarik mundur sedikit lagi,
kumasukkan lebih dalam, akhirnya.. “Bles.. bles..” barangku masuk semua.
Mamah langsung mendekapku erat-erat sambil berbisik, “Mas.. enak, Mas
enak.. enak sekali.. kamu sekarang suamiku..” Begitu berulang-ulang
sambil menggoyangkan pinggul, tanpa kumengerti apa maksud kata “suami”.

Mamah
tiba-tiba badannya mengejang, kulihat matanya putih, “Aduuh.. Mas..
aku.. enak.. keluaar..” tangannya mencengkeram rambutku. Aku hentikan
sementara tarik-tusukku dan kurasakan pijatan otot vaginanya mengurut
ujung burungku, sementara kuperhatikan Mamah merasakan hal yang sama,
bahkan tampak seperti orang menggigil. Setelah nafasnya tampak tenang,
kucabut burungku dari vaginanya, kuambil celana dalamnya yang ada di
sisi ranjang, kulap burungku, juga bibir vaginanya. Lantas kutancapkan
lagi.

Kembali kuulangi kenikmatan tusuk-tarik, kadang aku agak
meninggikan posisiku sehingga burungku menggesek-gesek dinding atas
vaginanya. Gesekan seperti ini membuat sensasi tersendiri buat Mamah,
mungkin senggamanya selama ini tak menyentuh bagian ini. Setiap kali
gerakan ini kulakukan, dia langsung teriak, “Enak.. terus, enak terus..
terus..” begitu sambil tangannya mencengkeram bantal dan memejamkan
mata. “Aduuhm Mas.. Mamah keluar lagi niikh..” teriaknya yang kusambut
dengan mempercepat kocokanku.

Tampak dia sangat puas dan aku
merasa perkasa. Memang begitu adanya. Karena kalau di rumah, dengan
istri aku tidak seperkasa ini, padahal aku tidak pakai obat atau jamu
kuat. Kurasakan ada sesuatu yang luar biasa. Kulirik jam tanganku,
hampir satu jam aku lakukan adegan ranjang ini. Akhirnya aku putuskan
untuk terus mempercepat kocokanku agar ronde satu ini segera berakhir.

Tekan, tarik, posisi pantatku kadang naik kadang turun dengan tujuan
agar semua dinding vaginanya tersentung barangku yang masih keras.
Kepala penisku terasa senut-senut,

“Mah.. aku mau keluar nikh..” kataku.
“He.. eeh.. terus.. Mas, aduuh.. gila.. Mamah juga.. Mas.. terus.. terus..”
“Crot..
crot..” maniku menyemprot beberapa kali, terasa penuh vaginanya dengan
maniku dan cairannya. Kami akhiri ronde pertama ini dengan klimaks
bareng dan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. Satu untukku dan tiga
untuk Mamah.

Setelah bersih-bersih badan, istirahat sebentar,
minum kopi, dan makan makanan ringan sambil ngobrol tentang keluarganya
lebih jauh. Mamah semakin manja dan tampak lebih rileks. Merebahkan
kepalanya di pundakku, dan tentu saja gunung kembarnya menyentuh badanku
dan tangannya mengusap-usap pahaku akhirnya burungku bangun lagi.

Kesempatan ini dipergunakan dengan Mamah. Dia menurunkan kepalanya, dari
dadaku, perut, dan akhirnya burungku yang sudah tegang dijilatinya
dengan rakus. “Enak Mas.. asin gimana gitu. Aku baru sekali ini ngrasain
begini,” katanya terus terang. Tampak jelas ia sangat bernafsu, karena
nafasnya sudah tidak beraturan. “Ah..” lenguhnya sambil melepas
isapannya. Lalu menegakkan badan, berdiri dengan dengkul sebagai
tumpuan. Tiba-tiba kepalaku yang sedang menyandar di sisi ranjang
direbahkan hingga melitang, lalu Mamah mengangkangiku.

Posisi
menjadi dia persis di atas badanku. Aku terlentang dan dia jongkok di
atas perutku. Burungku tegak berdiri tepat di bawah selangkangannya.
Dengan memejamkan mata, “Mas.. Mamah gak tahaan..” Digenggamnya burungku
dengan tangan kirinya, lalu dia menurunkan pantatnya. Kini ujung
kemaluanku sudah menyentuh bibir vaginanya. Perlahan dan akhirnya masuk.

Dengan posisi ini kurasakan, benar-benar kurasakan kalau barang Mamah
masih sempit. Vagina terasa penuh dan terasa gesekan dindingnya. Mungkin
karena lendir vaginanya tidak terlalu banyak, aku makin menikmati ronde
kedua ini. “Aduuh.. Mas, enak sekali Mas. Aku nggak pernah sepuas ini.
Aduuh.. kita suami istri kan?” lalu.. “Aduuh.. Mamah enak Mas.. mau
keluar nikh.. aduuh..” katanya sambil meraih tanganku diarahkan ke
susunya. Kuelus, lalu kuremas dan kuremas lagi semakin cepat mengikuti,
gerakan naik turun pantatnya yang semakin cepat pula menuju orgasme.

Akhirnya
Mamah menjerit lagi pertanda klimaks telah dicapai. Dengan posisi aku
di bawah, aku lebih santai, jadi tidak terpancing untuk cepat klimaks.
Sedangkan Mamah sebaliknya, dia leluasa menggerakkan pantat sesuai
keinginannya. Adegan aku di bawah ini berlangsung kurang lebih 30 menit.
Dan dalam waktu itu Mamah sempat klimaks dua kali.

Sebagai penutup,
setelah klimaks dua kali dan tampak kelelahan dengan keringat sekujur
tubuhnya, lalu aku rebahkan dia dengan mencopot burungku. Setelah kami
masing-masing melap “barang”, kumasukkan senjataku ke liang
kenikmatannya. Posisinya aku berdiri di samping ranjang.

Pantatnya
persis di bibir ranjang dan kedua kakinya di pundakku. Aku sudah siap
memulai acara penutupan ronde kedua. Kumulai dengan memasukkan burungku
secara perlahan. “Uuh..” hanya itu suara yang kudengar.

Bacaan sex top: Novel Cerita Sex Kisah Gadis Melayu Bahenol

Kumaju-mundurkan, cabut-tekan, burungku. Makin lama makin cepat, lalu
perlahan lagi sambil aku ambil nafas, lalu cepat lagi. Begitu
naik-turun, diikuti suara Mamah, “Hgh.. hgh.. ” seirama dengan
pompaanku.

Setiap kali aku tekan mulutnya berbunyi, “Uhgh..” Lama-lama kepala batanganku terasa berdenyut.
“Mah.. aku mau keluar nikh..”
“Yah.. pompa lagi.. cepat lagi.. Mamah juga Mas.. Kita bareng ya.. ya.. terus..” Dan akhirnya jeritan..
“Aaauh..”
menandai klimaksnya, dan kubalas dengan genjotan penutup yang lebih
kuat merapat di bibir vagina, “Crot.. crott..” Aku rebah di atas
badannya. Adegan ronde ketiga ini kuulangi sekali lagi. Persis seperti
ronde kedua tadi.

Pembaca, ini adalah pengalaman yang luar biasa
buat saya. Luar biasa karena sebelumnya aku tak pernah merasakan sensasi
se-luar biasa dan senikmat ini. Setelah itu kami tidak pernah bertemu
lagi, meski aku tahu alamatnya.

Kejadian ini membuktikan, seperti yang
pernah kubaca, bahwa selingkuh yang paling nikmat dan akan membawa kesan
mendalam adalah yang dilakukan sekali saja dengan orang yang sama.
Jangan ulangi lagi (dengan orang yang sama), sensasinya atau getarannya
akan berkurang. Aku kadang merindukan saat-saat seperti ini. Selingkuh
yang aman seperti ini. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat

Video Bokep
Gravatar Image
Novelseks.com Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *