Cerita Porno 2016 Ngesex Bersama Tante Mira

Posted on
VIMAX ASLI
Blog Sex Online Cerita Porno 2016 Ngesex Bersama Tante Mira – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Cerita Sex Terkini Nikmatnya Bermasturbasi. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Hallo para netter, aku akan menceritakan pengalamanku menjadi seorang
gigolo, cerita ini tidak dibuat-buat, cerita ini benar-benar terjadi pada kehidupan nyata
. Kisah ini saya share di blog novelseks.com untuk mengungkapkan unek-unek yang ingin saya ceritakan dari dulu.

cerita sex tante tante, cerita sex mira, cerita sex tante mira, cerita sex tante mira cantik, cerita dewasa tante mira, cerita ngentot tante mira

Namaku
dedi, umur 24 tahun. Aku seorang gigolo di kota Bandung. Aku akan
menceritakan pengalamanku melayani sekaligus 4 pelangganku dalam
semalam. Aku menggeluti profesi ini sudah 4 tahun, dan sejak itu aku
mempunyai pelanggan tetap namanya Tante Mira (bukan nama asli), dia
seorang janda tidak mempunyai anak, tinggal di Bandung, orangnya cantik,
putih, payudaranya besar walaupun sudah kendor sedikit, dia keturunan
tionghoa.

Dia seorang yang kaya, memiliki beberapa perusahaan di Bandung
dan Jakarta, dan memeiliki saham di sebuah hotel berbintang di Bandung.

Sabtu pukul 7 pagi, HP-ku berbunyi dan terdengar suara seorang wanita, dan kulihat ternyata nomor HP Tante Mira.

“Hallo Sayang.. lagi ngapain nich.. udah bangun?” katanya.
“Oh Tante.. ada apa nich, tumben nelpon pagi-pagi?” kataku.
“Kamu nanti sore ada acara nggak?” katanya.
“Nggak ada Tante.. emang mo ke mana Tante?” tanyaku.
“Nggak, nanti sore anter Tante ke puncak yach sama relasi Tante, bisa khan?” katanya.
“Bisa tante.. aku siap kok?” jawabku.
“Oke deh Say.. nanti sore Tante jemput kamu di tempatmu”, katanya.
“Oke.. Tante”, balasku, dengan itu juga pembicaraan di HP terputus dan aku pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi.

Sore
jam 5, aku sudah siap-siap dan berpakaian rapi karena Tante Mira akan
membawa teman relasinya. Selang beberapa menit sebuah mobil mercy new
eye warnah hitam berkaca gelap berhenti di depan rumahku. Ternyata itu
mobil Tante Mira, langsung aku keluar menghampiri mobil itu sesudah aku
mengunci seluruh pintu rumah dan jendela.

Aku pun langsung masuk
ke dalam mobil itu duduk di jok belakang, setelah masuk mobil pun
bergerak maju menuju tujuan.

Di dalam mobil, aku diperkenalkan kepada
dua cewek relasinya oleh tante, gila mereka cantik-cantik walaupun umur
mereka sudah 40 tahun, namanya Tante Lisa umurnya 41 tahun kulitnya
putih, payudaranya besar, dia merupakan istri seorang pengusaha kaya di
Jakarta dan Tante Meri 39 tahun, payudaranya juga besar, kulitnya putih,
juga seorang istri pengusaha di Jakarta.

Mereka adalah relasi bisnis
Tante Mira dari Jakarta yang sedang melakukan bisnis di Bandung, dan
diajak oleh Tante Mira refreshing ke villanya di kawasan Puncak.
Keduanya keturunan Tionghoa.

Di dalam mobil, kami pun terlibat
obralan ngalor-ngidul, dan mereka diberitahu bahwa aku ini seorang
gigolo langganannya dan mereka juga mengatakan ingin mencoba
kehebatanku.

Selang beberapa menit obrolan pun berhenti, dan
kulihat Tante Lisa yang duduk di sebelahku, di sofa belakang, tangannya
mulai nakal meraba-raba paha dan selangkanganku. Aku mengerti maksudnya,
kugeser dudukku dan berdekatan dengan Tante Lisa, lalu tangan Tante
Lisa, meremas batang kemaluanku dari balik celana. Dengan inisatifku
sendiri, aku membuka reitsleting celana panjangku dan mengeluarkan
batang kemaluanku yang sudah tegak berdiri dan besar itu.

Tante Lisa
kaget dan matanya melotot ketika melihat batang kemaluanku besar dan
sudah membengkak itu. Tante Lisa langsung bicara kepadaku, “Wow.. Ded,
kontol kamu gede amat, punya suamiku aja kalah besar sama punya kamu..”
katanya.

“Masa sich Tante”, kataku sambil tanganku meremas-remas payudaranya dari luar bajunya.
“Iya..
boleh minta nggak, Tante pengen ngerasain kontol kamu ini sambil
kontolku dikocok-kocok dan diremas-remas, lalu dibelai mesra?” katanya.

“Boleh
aja.. kapan pun Tante mau, pasti Dedi kasih”, kataku yang langsung
disambut Tante Lisa dengan membungkukkan badannya lalu batang kemaluanku
dijilat-jilat dan dimasukakkan ke dalam mulutnya, dengan rakusnya
batang kemaluanku masuk semua ke dalam mulutnya sambil disedot-sedot dan
dikocok-kocok.

Tante Meri yang duduk di jok depan sesekali
menelan air liurnya dan tertawa kecil melihat batang kemaluanku yang
sedang asyik dinikmati oleh Tante Lisa. Tnganku mulai membuka beberapa
kancing baju Tante Lisa dan mengeluarkan kedua payudaranya yang besar
itu dari balik BH-nya. lalu kuremas-remas.

“Tante.. susu tante besar sekali.. boleh Dedi minta?” tanyaku.
Tante
Lisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu tanganku mulai
meremas-remas payudaranya. Tangan kiriku mulai turun ke bawah
selangkangannya, dan aku mengelus-ngelus paha yang putih mulus itu lalu
naik ke atas selangkangannya, dari balik CD-nya jariku masuk ke dalam
liang kewanitaannya. Saat jariku masuk, mata Tante Lisa merem melek dan
medesah kenikmatan, “Akhhh.. akhhhh.. akhhh.. terus sayang..”

Beberapa jam kemudian, aku sudah tidak tahan mau keluar.
“Tante… Dedi mau keluar nich..” kataku.
“Keluarain di mulut Tante aja”, katanya.
Selang
beberapa menit, “Crooot.. crooot.. crottt..” air maniku keluar, muncrat
di dalam mulut Tante Lisa, lalu Tante Lisa menyapu bersih seluruh air
maniku.

Kemudian aku pun merobah posisi. Kini aku yang
membungkukkan badanku, dan mulai menyingkap rok dan melepaskan CD warna
hitam yang dipakainya. Setelah CD-nya terlepas, aku mulai mencium dan
menjilat liang kewanitaannya yang sudah basah itu. Aku masih terus
memainkan liang kewanitaannya sambil tanganku dimasukkan ke liang
senggamanya dan tangan kiriku meremas-remas payudara yang kiri dan
kanan.

Sepuluh menit kemudian, aku merubah posisi. Kini Tante
Lisa kupangku dan kuarahkan batang kemaluanku masuk ke dalam liang
senggamanya, “Blesss.. belssss.” batang kemaluanku masuk ke dalam liang
kewanitaannya, dan Tante Lisa menggelinjang kenikmatan, ku naik-turunkan
pinggul Tante Lisa, dan batang kemaluanku keluar masuk dengan leluasa
di liang kewanitaannya.

Satu jam kemudian, kami berdua sudah
tidak kuat menahan orgasme, kemudian kucabut batang kemaluanku dari
liang kewanitaannya, lalu kusuruh Tante Lisa untuk mengocok dan melumat
batang kemaluanku dan akhirnya, “Crooot.. crott.. croottt..” air maniku
muncrat di dalam mulut Tante Lisa. Seketika itu juga kami berdua
terkulai lemas. Kemudian aku pun tertidur di dalam mobil.

sesampainya
di villa Tante Mira sekitar jam 8 malam. Lalu mobil masuk ke dalam
pekarangan villa. Kami berempat keluar dari mobil. Tante Mira memanggil
penjaga villa, lalu menyuruhnya untuk pulang dan disuruhnya besok sore
kembali lagi.

kami berempat pun masuk ke dalam villa, karena
lelah dalam perjalanan aku langsung menuju kamar tidur yang biasa
kutempati saat aku diajak ke villa Tante Mira. Begitu aku masuk ke dalam
kamar dan hendak tidur-tiduran, aku terkejut ketika ke 3 tante itu
masuk ke dalam kamarku dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelain
benang pun yang menempel di tubuhnya.

Kemudian mereka naik ke atas
tempat tidurku dan mendorongku untuk tiduran, lalu mereka berhasil
melucuti pakaianku hingga bugil
. Batang kemaluanku diserang oleh Tante
Meri dan Tante Mira, sedangkan Tante Lisa kusuruh dia mengangkang di
atas wajahku, lalu mulai menjilati dan menciumi liang kewanitaan Tante
Lisa.

Dengan ganasnya mereka berdua secara bergantian menjilati,
menyedot dan mengocok batang kemaluanku, hingga aku kewalahan dan
merasakan nikmat yang luar biasa. Kemudian kulihat Tante Meri sedang
mengatur posisi mengangkang di selangkanganku dan mengarahkan batang
kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss.. bleeesss..” batang
kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante Meri, lalu Tante Meri
menaik turunkan pinggulnya dan aku merasakan liang kewanitaan yang
hangat dan sudah basah itu. Aku terus menjilat-jilat dan sesekali
memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaan Tante Lisa, sedangakan Tante
Mira meremas-remas payudara Tante Meri.

Beberapa jam kemudian,
Tante Meri sudah orgasme dan Tante Meri terkulai lemas dan langsung
menjatuhkan tubuhnya di sebelahku sambil mencium pipiku. Kini giliran
Tante Mira yang naik di selangkanganku dan mulai memasukan batang
kemaluanku yang masih tegak berdiri ke liang senggamanya, “Bleesss..
bleesss..” batang kemaluanku pun masuk ke dalam liang kewanitaan Tante
Mira. Sama seperti Tante Meri, pinggul Tante Mira dinaik-turunkan dan
diputar-putar.

Bacaan sex top: Cerita Sex Mesum Memperkosa Pacar Adikku

Setengah jam kemudian, Tante Mira sudah mencapai
puncak orgasme juga dan dia terkulai lemas juga, langsung kucabut batang
kemaluanku dari liang kewanitaan Tante Mira, lalu kusuruh Tante Lisa
untuk berdiri sebentar, dan aku mengajaknya untuk duduk di atas meja
rias yang ada di kamar itu, lalu kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan
kuarahkan batang kemaluanku ke liang kewanitaannya, “Blesss..
.bleeess..” batang kemaluanku masuk ke dalam liang kewanitaan Tante
Lisa.

Kukocok-kocok maju mundur batang kemaluanku di dalam liang
kewanitaan Tante Lisa, dan terdengar desahan hebat, “Akhhh.. akhhh..
akhhh.. terus sayang.. enak..” Aku terus mengocok senjataku, selang
beberapa menit aku mengubah posisi, kusuruh dia membungkuk dengan gaya
doggy style lalu kumasukan batang kemaluanku dari arah belakang.
“Akhhh.. akhhh..” terdengar lagi desahan Tante Lisa.

Aku tidak peduli
dengan desahan-desahannya, aku terus mengocok-ngocok batang kemaluanku
di liang kewanitaannya sambil tanganku meremas-remas kedua buah dada
yang besar putih yang bergoyang-goyang menggantung itu.

Aku
merasakan liang kewanitaan Tante Lisa basah dan ternyata Tante Lisa
sudah keluar
. Aku merubah posisi, kini Tante Lisa kusuruh tiduran di
lantai, di atas karpet dan kubuka lebar-lebar pahanya dan kuangkat kedua
kakinya lalu kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya,
“Blesss.. blessss.. blessss..” batang kemaluanku masuk dan mulai
bekerja kembali mengocok-ngocok di dalam liang kewanitaannya. Selang
beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi, lalu kutanya ke Tante Lisa,
“Tante, aku mau keluar nich.. di dalam apa di luar?” tanyaku.
“Di dalam aja Sayang..” pintanya.

Kemudian,
“Crottt.. crooottt.. croottt..” air maniku muncrat di dalam liang
kewanitaan Tante Lisa, kemudian aku jatuh terkulai lemas menindih tubuh
Tante Lisa sedangkan kejantananku masih manancap dengan perkasanya di
dalam liang kewanitaannya.

Kami berempat pun tidur di kamarku,
keesokan harinya kami berempat melakukan hal yang sama di depan TV dekat
perapian, di kamar mandi, maupun di dapur.

Bila ada tante-tante
atau cewek-cewek yang kesepian atau butuh kehangatan dan kejantanan
seorang pria atau ada yang mau mencoba kejantananku, bisa hubungi e-mail
web ini. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil
.

Tamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *