Monday , January 23 2017

Cerita Sex 2016 Kisah Seorang Pelacur Cantik

Blog Dewasa Online Cerita Sex 2016 Kisah Seorang Pelacur Cantik – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Cerita Mesum Terkini Aku dan 3 Sepupuku. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Kenalkan namaku Indah. Umurku 24 tahun. Statusku bersuami dengan 2 orang
anak. Pekerjaanku pelacur
. Tetapi nanti dulu, jangan mencemoohku dulu.
Saya bukan pelacur kelas Kramat Tunggak apalagi Monas di Jakarta atau
Gang Dolly di Surabaya. Saya seorang pelacur profesional. Oleh karena
itu tarip pemakaian saya juga tidak murah. Untuk short play sebesar US$
200, dengan uang muka US$ 100 dibayar saat pencatatan pesanan dan
kekurangannya harus dilunasi sebelum pengguna jasa saya sebelum menaiki
tubuh saya.

cerita sex pelacur, cerita dewasa pelacur, kisah mesum pelacur, cerita sex psk, cerita dewasa lonte, cerita sex jablay, foto pelacur cantik
Cerita Sex 2016 Kisah Seorang Pelacur Cantik

Jelasnya, sebelum kunci kamar tempat berlangsungnya
permainan dikunci. Short play berlangsung 1 jam, paling lama 3 jam,
tergantung stamina customer. Kalau sesudah 1 jam, sudah merasa capai,
dan tidak memiliki lagi kekuatan untuk ereksi, apalagi untuk ejakulasi,
artinya permainan sudah usai. Semua kesepakatan ini tertulis dalam tata
cara pemakaian tubuh atau jelasnya lagi tata cara persewaan kemaluan
saya. Ini sudah penghasilan bersih, sudah merupakan take home pay.

Berbagai Macam Situs Cerita Dewasa Terupdate

Saya
tidak mau tahu soal sewa kamar, minum, makan malam dan sebagainya.
Semua aturan ini saya buat dari hasil pengalaman menjadi pelacur selama 3
tahun (saya berniat berhenti menjadi pelacur dua tahun lagi, bila modal
saya sudah cukup). Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya
itu seorang pejabat atau konglomerat. Pokoknya ada uang kemaluan saya
terhidang, tak ada uang silakan hengkang. More money more service, no
money no service
.

Biasanya para langganan yang sudah ngefans
betul pada saya masih memberi tips. Setelah persetubuhan selesai, saya
akan menanyakan, “Bapak (atau Mas) puas dengan layanan saya?” Jawabnya
bisa macam-macam. “Luar biasa!” mengatakan demikian sambil menggelengkan
kepalanya. Atau ada yang menganggukkan kepala, “Biasa!”. Tetapi ini
yang sering, tanpa berkata sepataHPun memberikan lembaran ratusan ribuan
dua atau tiga lembar. Untuk tarip long-play atau all night, tergantung
kesepakatan saja, namun tidak akan kurang dari enam ratus dolar. Itu
tentang tarip.

Sekarang tentang service. Saya akan menuruti apa
saja yang diminta oleh pelanggan (customer) selama hal itu tidak merusak
atau menyakiti tubuh saya atau tubuh pelanggan. Dengan mulut, oke,
begitu juga mandi kucing atau mandi susu yaitu memijati tubuh pelanggan
dengan buah dada saya yang putih dan montok, juga oke-oke saja. Tetapi
bersetubuh sambil disiksa, atau saya harus menyiksa pasangan saya, saya
akan menolak.

Tiga tahun menjadi pelacur telah memberikan
pengalaman hidup yang besar sekali dalam diri saya. Saya mempunyai buku
catatan harian tentang hidup saya. Saya selalu menulis pengalaman
persetubuhan saya dengan bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dengan
laki-laki dari bangsa lain (Afrika, India, Perancis, dan lain-lain).
Tetapi kalau selama tiga tahun saya menggeluti profesi saya itu lahir
dua orang anak manusia, (masing-masing berumur 2 tahun 3 bulan dan
satunya lagi 1 tahun), tentunya saya tidak bisa bahkan tidak mungkin
mengetahui siapa bapak masing-masing anak itu. Cobalah dihitung, kalau
dalam seminggu saya disetubuhi oleh minimal 10 orang, dalam 1 bulan ada
30 orang yang memarkir kemaluannya di kemaluan saya (1 minggu saat
menstruasi, saya libur).

Tetapi ini tidak berarti anak itu tanpa
bapak. Resminya anak itu adalah anak Pak Hendrik (nama samaran). Dia
adalah boss tempat saya secara resmi bekerja. Seorang notaris dan
sekarang sedang merintis membuka kantor pengacara. Pekerjaan resmi
(pekerjaan tidak resmi saya adalah pelacur) ini cocok dengan pendidikan
saya. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu
universitas swasta, jurusan hukum perdata. Tetapi nantinya saya kepingin
menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.

Sebetulnya saya
ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan
didirikannya tadi. Tetapi saya tidak mau. Menurut persepsi saya
(mudah-mudahan persepsi saya salah) dunia peradilan di negeri kita masih
semrawut. Mafia, nepotisme, sogok, intimidasi masih kental mewarnai
dunia peradilan kita. Dari yang di daerah sampai ke Mahkamah Agung (ini
kata majalah Tempo loh). Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. Lalu
darimana saya kenal dengan Pak Hendrik? Itu terjadi pada tahun pertama
saya menjadi pelacur.

Waktu itu saya hamil 2 bulan. Kebetulan Pak
Hendrik mem-booking saya. Setelah selesai menikmati tubuh dan kemaluan
saya sepuasnya, saya muntah-muntah. Itu terjadi waktu saya bangun pagi.
Dia bertanya apa saya hamil. Saya jawab iya. Lalu dia bertanya siapa
bapaknya. “Ya entahlah”, jawab saya. Waktu itulah dia menawari pekerjaan
untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan
tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan.

Saya tidak
tahu bagaimana dia mengurus tetek bengeknya di kantor catatan sipil dan
bagaimana dia dapat menjinakkan isterinya. Yang jelas setelah itu tiap
hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. Lalu apa
keuntungan Pak Hendrik? Ya pasti ada. Tiap hari Selasa dan Kamis, dia
akan sarapan kedua. Mulai dari menciumi, meraba-raba badan dan buah
dada, dan terakhir menyutubuhi. Kadang-kadang saya malah tidak sempat
bekerja karena selalu dikerjai oleh suami saya tersebut. (Bangunan yang
dipakai sebagai kamar kerja Pak Hendrik dan saya terpisah dengan
bangunan untuk ruang kerja stafnya).

Wajah saya memang cantik.
Tinggi dan berat serasi, bahkan berat badan di atas angka ideal, namun
terkesan seksi. Buah dada cukup besar, tetapi tidak kebesaran seperti
perempuan yang menjalani operasi plastik dengan mengganjal buah dadanya
dengan silikon. Kata orang saya cukup seksi tetapi dari sikap dan
penampilan sehari-hari juga terkesan cerdas. Singkat kata, kalau ada
perempuan laku disewa Rp 1,6 juta sekali pakai, bayangkan sendiri
bagaimana penampilan, penghidangan dan rasanya. Baiklah terakhir saya
ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.

Namanya
Mulyono. Saya biasa memanggilnya Dik Mul, karena memang usianya baru 21
tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Orangnya tinggi, atletis dengan
potongan rambut cepak, dan penampilannya seperti militer. Konon katanya,
sehabis lulus SLTA Mulyono pernah mengikuti tes masuk di AKMIL, tetapi
jatuh pada tes psikologi tahap 2. Orangnya sopan (asli dari Klaten, Jawa
Tengah) dan disiplin, dia juga sangat loyal pada saya (saya sudah
sering mengetes kesetiaannya tersebut).

Mulyono sudah saya anggap
adik sendiri. Menjadi sopir pribadi, mengurus pembayaran kontrak,
mengatur waktu kerja, melindungi dari berbagai pemerasan oknum keamanan
dan sebagainya, pokoknya seperti sekretaris pribadi. Hanya saja dia
tidak tinggal serumah dengan saya. Saya kontrakkan dekat dengan rumah
saya. Selain itu dia masih mengikuti kuliah di Universitas Terbuka,
Fakultas Hukum. Lalu berapa gajinya? Itu rahasia perusahaan.

Tetapi
yang jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun
wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau
menikmati keindahan kebun itu. Mula-mula dia memang menolak. Itu terjadi
pada suatu malam minggu di rumah. Dia saya panggil, saya minta dia
memijati badan saya. Dia menurut. Saya hanya mengenakan gaun malam tipis
dengan celana dalam dan BH yang siap dilepas. Mula-mula kaki saya
dipijatnya pelan-pelan, enak sekali rasanya. Rasanya tangannya berbakat
untuk memijit. Kemudian naik ke betis, yang kiri kemudian yang kanan.

“Dasternya ditarik ke atas saja Dik Mul”, kata saya waktu dia mulai memijat bokong.

Saya
sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Sementara nafsu
saya sudah mulai terbangun dengan pemijatan pada bokong tadi. Bokong
saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah. Terus
pemijatan pada pinggang, lalu punggung. Pada pemijatan di punggung
kancing BH saya lepas, sehingga seluruh punggung dapat dipijat secara
merata tanpa ada halangan.

Waktu Mulyono memijat leher, dia
terlhat sangat berhati-hati. Setelah saya membalikkan badan, Mul akan
memulai memijat dari kaki. Tetapi saya mengatakan agar dari atas dulu.
Rupanya dia bingung juga kalau dari atas mulai darimana kepala atau
leher, padahal dada saya sudah terbuka sehingga kedua bukit kembar yang
putih dan kekar itu terbuka dan merangsang yang melihatnya. Belum sampai
dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan..

“Dik Mul, Mbak Indah dicium dulu yach!”
“Ach enggak Mbak jangan.”
“Lho kenapa? Dik Mul nggak sayang sama Mbak ya?”

Tanpa
menunggu jawaban, saya sambar leher Mul, saya peluk kuat-kuat, saya
cium bibirnya. Dengan kedua kaki saya, tubuhnya saya telikung, saya
sekap. Dia terlihat gelagapan juga. Lama leher dan kepala Dik Mul dalam
dekapan saya. Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan
karena Dik Mul ternyata diam saja. Baru setelah lima menit, Dik Mul
memberikan perlawanan. Pelukan saya lepaskan. Dia mulai mencium lembut
pipi saya, turun ke dagu, lalu dada, di antara kedua buah dada saya
.
Disapunya dengan bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada
dan leher. Saya menikmati benar ciuman ini. Apalagi setelah bibirnya
turun ke bawah di sekitar pusat, pangkal paha dan sekitar kemaluan saya.

Tanpa
saya sadari tubuh saya meliuk-liuk, mengikuti dan menikmati rangsangan
erotis yang mengalir di seluruh tubuh. Kemaluan saya mulai basah,
menanti sesuatu yang akan masuk. Setelah puas diciumi, saya berbisik..

“Dik Mul, masukkan sekarang kemaluannya ya! Saya sudah nggak tahan..”

Dia
lalu berdiri dan mulai melepaskan, baju, celana, kaus baju dan terakhir
celana dalamnya. Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dengan
semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Ujungnya seperti ujung
bambu runcing, lebih panjang bagian bawah. Penis itu mencuat ke atas,
membentuk sudut lebih kurang 30 derajat dengan bidang horisontal.

Bacaan sex top: Cerita Panas 2016 Terhits Three In One

Pelan-pelan
penis itu mulai ditelusupkan di antara bibir kemaluan saya. Setelah itu
ditarik secara pelan-pelan. Kemaluannya dan kemaluan saya dapat
diibaratkan dua kutub magnit, pergesekannya membangkitkan arus listrik
yang merambat dari kemaluan keseluruh tubuh, juga dari kemaluannya dan
memberikan rasa nikmat yang sangat kepada pasangan yang sedang
ber-charging tersebut
. Gosokan kemaluan Mulyono yang semakin cepat
membuat seluruh tubuh saya seperti terkena listrik. Kemaluan saya terasa
berdenyut meremas kemaluan Mulyono.

Saya orgasme, dan ini
terulang lagi beberapa kali, multi orgasme. Makin lama rangsangan itu
semakin meningkat. Bersetubuh dengan Mulyono memang saya rasakan agak
lain. Biasanya saya bersikap meladeni kepada para pelanggan, tetapi
dengan Mulyono saya seperti diladeni, dipuaskan rasa haus saya.

Gerakan
keluar-masuk kemaluannya yang lambat, ciuman disekitar buah dada yang
terkadang diselingi dengan menghisap-hisap putingnya, dan reaksi
menggeliat-geliatnya tubuh saya, seperti suatu pertunjukkan slow motion
yang mengasyikkan. Dan ketika saraf tubuh saya tak lagi kuat menampung
muatan listrik itu, saya berbisik..

“Dik Mul, tembak sekarang
ya!” Dan Mulyono mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya
kakinya mengejang. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono.

Inilah puncak persetubuhanku dengan Mulyono. Teman-teman, sekian dulu perkenalan saya yang panjang lebar. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat