Cerita Sex Mesum Memperkosa Pacar Adikku

Posted on
VIMAX ASLI
Blog Sex Online 2016 Cerita Mesum Memperkosa Pacar Adikku – Cerita hot terpanas, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Cerita Dewasa Chatting Yang Membawa Kenikmatan. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Sebelum saya ceritakan kisah-kisah nyata yg terjadi di hidupku, sebelumnya saya perkenalkan dulu.

Saya
lahir di Jakarta,

Suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya (Wiwi umur 26) yg di Jakarta, bahwa dia mau datang bersama adiknya (Irene umur 22).

Cerita Sex Mesum Memperkosa Pacar Adikku

Setelah kedatangannya, mereka menginap di kontrakanku (kamar tamu).

Tetapi Wiwi tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya 3 hari.

Selama
3 hari saya dan Wiwi selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya untuk
bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungan sex 1X (kami
dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena
kesempatan untuk itu susah sekali.

Setelah Wiwi pulang, tinggal saya dan Irine yg masih mau liburan di bali.

Pada
hari minggu saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya
dia langsung ingin istirahat karena kelelahan. Karena saya belum merasa
ngantuk, saya ke ruangan tamu untuk nonton TV, sedangkan dia masuk kamar
tidur tamu untuk istirahat.

Setelah acara yg saya sukai selesai,
saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide
isengku untuk memasuki kamar tidur Irene, dengan perlahan-lahan saya
berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci, saya masuk
dan melihat Irene telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya
langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti
pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya
sangat nyenyak sampai tidak tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah
semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke
sudut-sudut ranjang.

Bacaan Cerita Sex Pemerkosaan Terbaru

Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena
tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang. “Ko lepasin
saya”, suaranya gemetaran karena shock. “Cepat lepasin Ko!” Irene
mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya. Tubuh
telanjangnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana dan celana
dalamku dengan cepat. “Ko!” Irene memekik. “Mau ngapain kamu?” Irene
terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh
payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.

“Koko
gila luu yah!” Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang
kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau
mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan
cara yang berbeda. “Koko, gua khan adik Wiwi!” Aku menyentuh liang
kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya. Cerita dewasa pemerkosaan terkini

Setelah puas
segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Irene
. “Ko
jangaan!” dia memohon-mohon padaku. “Diam.. cerewet!” aku menjawab
dengan sembarangan. Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku
sudah menjadi satu dengannya. “Iiih.. shiit!” dia mengumpat tapi ada
nada kegelian dari suaranya itu. Aku menggoyangkan pinggangku secara
liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannya. “Ahh..
shiit! ah shiit! Ko stop!” Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan
ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya.

Sambil
memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang
agak berwarna pink itu
. “Mmmh.. udah jangan Ko!” Irene masih
berteriak-teriak memintaku berhenti. “Lu diam aja jangan banyak
ngomong”, ujarku cuek. “Ohh shiit!” ujarnya mengumpat. Dia menatapku
dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang
ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya
terikat seperti ini.

keturunan cina, umur 28 thn, kerja disalah satu
perusahaan swasta sebagai auditor pembukuan dan keuangan, saya ditugasi
untuk mengawasi cabang denpasar, jadi saya tinggal disana menempati
rumah kontrakan.

Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja
samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. Begitu
kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan
posisi telentang dengan tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yang
sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa
meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. “Aaahh Ko stop
dong.. udah Ko.. gue khan adik Wiwi”, dia memohon lagi tapi kali ini
suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli.

Nafasnya pun mulai memburu. Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri
dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan
nikmat yang kuciptakan. ” Aduhh sshh Ko udah doong.. hh.. ssh!” suaranya
memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih
meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena
berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.

Aku menaikkan
tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali
batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir
serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu.
Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu, “Uh.. uh.. uhhffssh..
shiit Koo.. agh uuffsshh u.. uhh!” Wajahnya semakin memerah, sesekali
dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. Tapi tiap
kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya
dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku.

Liang kemaluannya mulai
mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Pantatnya mulai bergerak
naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang
kenikmatannya yang sudah basah total. Saat itu aku berbisik “Gimana, lu
mau udahan?” Aku menggodanya. Sambil mengatur pernafasan dan dengan
ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata, “I.. iiya.. udah.. han
yah Ko”, suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat
sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati
permainanku ini.

“Masa?” godaku lagi sambil tetap batang kemaluanku
memompa liang kemaluannya yang semakin basah sampai mengeluarkan suara
agak berdecak-decak. “Bener nih lu mau udahan?” godaku lagi. Tampak
wajahnya yang merah padam penuh dengan peluh, nafasnya berat terasa
menerpa wajahku. “Jawab dong, mau udahan gak?” aku menggodanya lagi
sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.

Sadar
aku sudah berkali-kali bertanya itu, dia dengan gugup berusaha menarik
nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan
nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan menjawab, “Mmm.. iya.. hmm.” Aku
tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi.
Ternyata gerakan pantatnya tetap naik turun, tak sanggup dihentikannya.

 Soalnya liang kemaluannya sudah semakin berdenyut dan menggigit batang
kemaluanku. “Ehmm!” Irene terkejut hingga mengerang singkat tapi
tubuhnya secara otomatis tetap menagih dengan gerakan pantatnya naik
turun. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari
liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya
yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga
melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari
lubang kemaluannya.

“Lho katanya udahan”, kata-kataku membuat Irene tidak mampu berpura-pura lagi.

Mukanya
mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik, “Ah shiit Koo..
uhh.. uhh.. swear enak banget.. pleasee dong terusiin yeeass!” belum
selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia
langsung melenguh panjang. Rupanya perasaan malunya telah ditelan
kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya. “Ah iya.. iiya.. di situ
mmhh aah!” tanpa sungkan-sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya.

Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. Tiga
kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan
dengan saat aku ejakulasi
. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu
dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Irine
pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum
kemenangan.

Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya.

“Huuhh, kamu hebat banget sih Ko, sering yach melakukan dengan Wiwi”

“Enggak juga koq!”

“Alah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama”

“Keperawanan lu kapan diambil?” tanyaku

“Sewaktu pacarku ingin pergi ke Amerika untuk kuliah, saya hadiahkan sebagai hadiah perpisahan”

Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Irene kembali lagi ke kamar.

Di
depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk
sambil berdiri. “Aduh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah
membentak. Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus
vaginanya dengan rudalku. Mulutnya kusumbat, kulumat dalam-dalam.
Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan
penisku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di
atas meja itu. Sekarang aku bisa lebih bebas bersenggama dengan dia
sambil menikmati payudaranya.

Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis
menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang
kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat dan nikmat
banget. “aahh.. sshh.. oohh.. uugghh.. mmhh”, Irene terus meracau.

Bosen
dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh Irene menungging.
Sambil kedua tangannya memegang bibir meja. Dalam keadaan menungging
begitu Irene kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang kuning dan
mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang penisku dan langsung
kuarahkan ke vaginanya. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai
mengerang nikmat. Tidak sabar kutusukkan sekaligus.

Langsung kukayuh,
dan dalam posisi ini Irene bisa lebih aktif memberikan perlawanan,
bahkan sangat sengit. “Aahh Koo Akuu mmoo.. kkeelluuarr laggi..”
racaunya. Irene goyangannya menggila dan tidak lama tangan kanannya
menggapai ke belakang, dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras
lagi.

Kulayani dia, sementara aku sendiri memang terasa sudah dekat.
Irene mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua
pahanya. Saya tetap dengan aksiku. Kuraih badannya yang kelihatan sudah
mulai mengendur.

 Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terpuaskan Atas Tiga Rondeku

Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah
payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan
kuremas dengan keras. “Eengghh.. oohh.. ohh.. aahh”, tidak lama setelah
itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot
lima kali di dalam.

Dengan gontai kuiring Irene kembali ke
ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan
ketika kulihat jam di dinding menunjukan jam 02.07. Wah lumayan, masih
ada waktu buat satu babak lagi, kupikir. “rine, vagina dan permainan
kamu ok banget!” pujiku. “Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat”, suatu
pujian yang biasa kuterima!

Setelah itu kami saling berjanji
untuk tidak memberi tahu cici dan pacarnya yg sedang kuliah di Amerika.
Selanjutnya kami selalu melakukannya setiap hari sampai dia pulang ke
Jakarta. jika ada yg ingin berkenalan, silakan email saya (khusus
wanita).
Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *