Monday , January 23 2017

Novel Cerita Porn Sex Nafsu Seorang Wanita

Blog Online Dewasa 2016 Novel Cerita Porn Sex Nafsu Seorang Wanita – Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish adalah Novel Cerita Porn Sex Rasa Hornyku Menggebu-Gebu. Cerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terpopuler,
cerita xxx, cerita ml, cerita porno
| Perkenalkan namaku Andre kejadian ini terjadi kira kira 1 tahun
yang lalu dimana tunangan temanku aku entot puas aku bisa menikmati
tubuhnya, sebut saja Devita dia adalah tunangan dari teman aku
Edi, tepatnya hari sabtu malam dimana adeknya Edi yang namanya Deni
sedang maen ketempatku untuk pinjam motor buat menjemput temannya di
stasiun, tetapi adeknya Edi itu saat maen kerumahku tunangannya Edi
diajak katanya di rumah sepi gak ada siapa siapa.
Cerita Sex 2016 Cerita Dewasa Ngentot Cerita Ngentot Terhot Cerita Mesum Remaja Cerita ABG Seksi Cerita Porn Indo Cerita Porno Terlangka Cerita Seks Dewasa Indonesia Cerita Dewasa Terbagus Kumpulan Cerita Sex Blowjob Handjob Cerita Sex Dewasa Cerita Tante Girang Cerita Pemerkosaan Cerita Seks Artis Cerita Sex Artis Cerita porno cerita Hot Artis Cerita Sex Cerita Selingkuhan Cerita Kenikmatan Cerita bokep Cerita Ngentot Cerita Hot Bacaan seks Cerita Seks Onani Masturbasi Cerita Seks tante Cerita Seks Sedarah Seks cerita 17 tahun Cerita bokep Cerita Biru Bokep Cerita Biru

Mana aku boleh tolak tawaran itu, Devita menunggu di rumahku sedangkan
adeknya Edi meluncur ke stasiun kereta, sebelumnya aku belum kenal sama
Devita, aku melihat wajahnya sungguh cantik dan menawan, jantungku
berdebar debar saat aku berjabat tangan dengannya, bibir yang tipis dan
menggoda itu membuat anuku tegang, payudaranya juga besar pokoknya Top
markotop deh. Cerita Sex Terlengkap 2016

 
Akibatnya pikiran kotorku mulai keluar.
 
“Heh..! Kok malah bengong Ndree..!” kata Deni sambil menepuk pundakku.
 
“Eh.. oh.. kenapa Den..?” kaget juga aku.
 
“Ndree, aku pergi dulu ya..! Ooh ya Dev.., kalo si andre macem-macem, teriak aja..!” ucap Deni sambil langsung pergi.
 
Devita hanya tersenyum saja.
 
“Sialan lu Den..!” gerutuku dalam hati.
 
Seperginya Deni, aku jadi seperti orang bingung saja, serba salah dan
aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Memang pada dasarnya aku ini
sifatnya agak pemalu, tapi kupaksakan juga akhirnya.
 
“Mo minum apa Dev..?” kataku melepas rasa maluku.
 
“Apa aja deh Ndree. Asal jangan ngasih racun.” katanya sambil tersenyum.
 
“Bisa juga bercanda nih cewek, aku kasih obat perangsang baru tau..!”
kataku dalam hati sambil pergi untuk mengambil beberapa minuman kaleng
di dalam kulkas. Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia
menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu,
pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota.
Sudah jauh-jauh datang ke Bandung, nyatanya orang yang dituju lagi
pergi, padahal sebelumnya Edi bilang bahwa dia tidak akan kemana-mana.
Nafsu Seorang Cewek
“Udah deh Dev.., mungkin rencananya itu diluar dugaan.., jadi Kamu harus ngerti dong..!” kataku sok bijaksana.
 
“Kalo sekali sih nggak apa Ndree, tapi ini udah yang keberapa kalinya,
Aku kadang suka curiga, jangan-jangan Dia punya cewek lain..!” ucap
Devita dengan nada kesal.
 
“Heh.., jangan nuduh dulu Dev, siapa tau dugaan Kamu salah, ” kataku.
 
“Tau ah.., jadi bingung Aku Ndree, udah deh, nggak usah ngomongin Dia lagi..!” potong Devita.
 
“Terus mau ngomong apa nih..?” kataku polos. Devita tersenyum mendengar ucapanku.
 
“Kamu udah punya pacar Ndree..?” tanya Devita.
 
“Eh, belom.. nggak laku Dev.. mana ada yang mau sama Aku..?” jawabku sedikit berbohong.
 
“Ah bohong Kamu Ndree..!” ucap Devita sambil mencubit lenganku. Seerr..!
Tiba- tiba aliran darahku seperti melaju dengan cepat, otomatis adikku
berdiri perlahan- lahan, aku jadi salah tingkah. Sepertinya si Devita
melihat perubahan yang terjadi pada diriku, aku langsung pura-pura mau
mengambil minum lagi, karena memang minumanku sudah habis, tetapi dia
langsung menarik tanganku.
 
“Ada apa Dev..? Minumannya sudah habis juga..?” katak u pura-pura bodoh.
 
“Ndree, Kamu mau nolongin Aku..?” ucap Devita seperti memelas.
 
“Iyaa.., ada apa Dev..?” jawabku.
 
“Aku.., Aku.. pengen bercinta Ndree..?” pinta Devita. “Hah..!” kaget
juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru
juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan
hal seperti itu kepadaku.
 
“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Belum juga kusempat meneruskan
kata- kataku, telunjuknya langsung ditempelkan ke bibirku, kemudian dia
membelai pipiku, kemudian dengan lembut dia juga mencium bibirku.Cerita Sex Terkini 2016
 
Aku hanya bisa diam saja mendapat perlakuan seperti itu. Walaupun ini
mungkin bukan yang pertama kalinya bagiku, namun kalau yang seperti ini
aku baru yang pertama kalinya merasakan dengan orang yang baru kukenal.
 
Begitu lembut dia mencium bibirku, kemudian dia berbisik kepadaku,
 
“Aku pengen bercinta sama Kamu, Ndree..! Puasin Aku Ndree..!” Lalu dia
mulai mencium telinganku, kemudian leherku, “Aahh..!” aku mendesah.
 
Mendapat perlakuan seperti itu, gejolakku akhirnya bangkit juga. Begitu
lembut sekali dia mencium sekitar leherku, kemudian dia kembali mencium
bibirku, dijulurkan lidahnya menjalari rongga mulutku.
 
Akhirnya ciumannya kubalas juga, gelombang nafasnya mulai tidak
beraturan. Cukup lama juga kami berciuman, kemudian kulepaskan
ciumannya, kemudian kujilat telinganya, dan menelusuri lehernya yang
putih bak pualam. Ia mendesah kenikmatan
 
“Aahh Ndree..!” Mendengar desahannya, aku semakin bernafsu, tanganku
mulai menjalar ke belakang, ke dalam t- shirt-nya. Kemudian kuarahkan
menuju ke pengait BH-nya, dengan sekali sentakan, pengait itu terlepas.
 
Kemudian aku mencium bibirnya lagi, kali ini ciumannya sudah mulai agak
beringas, mungkin karena nafsu yang sudah mencapai ubun- ubun, lidahku
disedotnya sampai terasa sakit, tetapi sakitnya sakit nikmat.
 
“Ndree.., buka dong bajunya..!” katanya manja.
 
“Bukain dong Dev.., ” kataku. Sambil menciumiku,
 
Devita membuka satu persatu kancing kemeja, kemudian kaos dalamku,
kemudian dia lemparkan ke samping tempat tidur. Dia langsung mencium
leherku, terus ke arah puting susuku. Aku hanya bisa mendesah karena
nikmatnya,
 
“Akhh.., Dev.” Kemudian Devita mulai membuka sabukku dan celanaku
dibukanya juga. Akhirnya tinggal celana dalam saja. Dia tersenyum ketika
melihat kepala kemaluanku off set alias menyembul ke atas.
 
Devita melihat wajahku sebentar, kemudian dia cium kepala kemaluanku
yang menyembul keluar itu
. Dengan perlahan dia turunkan celana dalamku,
kemudian dia lemparkan seenaknya. Dengan penuh nafsu dia mulai menjilati
cairang bening yang keluar dari kemaluanku, rasanya nikmat sekali.
 
Setelah puas menjilati, kemudian dia mulai memasukkan kemaluanku ke
dalam mulutnya. “Okhh.. nikmat sekali, ” kataku dalam hati, sepertinya
kemaluanku terasa disedot-sedot.
 
Devita sangat menikmatinya, sekali- sekali dia gigit kemaluanku.
“Auwww.., sakit dong Dev..!” kataku sambil agak meringis. Devita seperti
tidak mendengar ucapanku, dia masih tetap saja memaju- mundurkan
kepalanya.
Nafsu Seorang Cewek
Mendapat perlakuannya, akhirnya aku tidak kuat juga, aku sudah tidak
kuat lagi menahannya, “Rev, Aku mau keluar.. akhh..!” Devita cuek saja,
dia malah menyedot batang kemaluanku lebih keras lagi, hingga akhirnya,
 
“Croott.. croott..!” Aku menyemburkan lahar panasku ke dalam mulut
Devita. Dia menelan semua cairan spermaku, terasa agak ngilu juga tetapi
nikmat. Setelah cairannya benar-benar bersih, Devita kemudian berdiri,
kemudian dia membuka semua pakaiannya, sampai akhirnya dia telanjang
bulat.
 
Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku. “Puasin Aku Ndree..!”
katanya sambil memeluk tubuhku, kemudian dia menuju tempat tidur. Sampai
disana dia tidur telentang.
 
Aku lalu mendekatinya, tubuhnya yang elok, kuciumi bibirnya, kemudian
kujilati belakang telinga kirinya. Dia mendesah keenakan, “Aahh..!”
Mendengar desahannya, aku tambah bernafsu, kemudian lidahku mulai
menjalar ke payudaranya.
 
Kujilati putingnya yang sebelah kiri, sedangkan tangan kananku meremas
payudaranya yang sebelah kiri, sambil kadang kupelintir putingnya.
“Okkhh..! andre sayang, terus Ndree..! Okhh..!” desahnya mulai tidak
menentu.
 
Puas dengan bukit kembarnya, badanku kugeser, kemudian kujilati
pusarnya, jilatanku makin turun ke bawah. Kujilati sekitar pangkal
pahanya, Devita mulai melenguh hebat, tangan kananku mulai mengelus
bukit kemaluannya, lalu kumasukkan, mencari sesuatu yang mungkin kata
orang itu adalah klitoris.
 
Devita semakin melenguh hebat, dia menggelinjang bak ikan yang kehabisan
air. Kemudian aku mulai menjilati bibir kemaluannya, kukuakkan sedikit
bibir kemaluannya, terlihat jelas sekali apa yang namanya klitoris,
dengan agak sedikit menahan nafas, kusedot klitorisnya.
 
“Aakkhh.. Ndree.., ” Devita menjerit agak keras, rupanya dia sudah
orgasme, karena aku merasakan cairan yang menyemprot hidungku, kaget
juga aku. Mungkin ini pengalaman pertamaku menjilati kemaluan wanita,
karena sebelumnya aku tidak pernah.
 
Aku masih saja menjilati dan menyedot klitorisnya. “Ndree..! Masukin
Ndree..! Masukin..!” pinta dia dengan wajah memerah menahan nafsu. Aku
yang dari tadi memang sudah menahan nafsu, lalu bangkit dan mengarahkan
senjataku ke mulut kemaluannya, kugesek-gesekkan dulu di sekitar bibir
kemaluannya.
 
“Udah dong Ndree..! Cepet masukin..!” katanya manja. “Hmm.., rupanya ni
cewek nggak sabaran banget.” kataku dalam hati. Kemudian kutarik
tubuhnya ke bawah, sehingga kakinya menjuntai ke lantai, terlihat
kemaluannya yang menyembul.
 
Pahanya kulebarkan sedikit, kemudian kuarahkan kemaluanku ke arah liang senggama yang merah merekah.
 
Perlahan tapi pasti kudorong tubuhku. “Bless..!” akhirnya kemaluanku
terbenam di dalam liang kemaluan Indri. “Aaakkhh Ndree..!” desah Devita.
Kaget juga dia karena sentakan kemaluanku yang langsung menerobos
kemaluan Devita.
 
Aku mulai mengerakkan tubuhku, makin lama makin cepat, kadang- kadang
sambil meremas- remas kedua bukit kembarnya. Kemudian kubungkukkan
badanku, lalu kuhisap puting susunya.
 
“Aakkhh.., teruss.., Sayangg..! Teruss..!” erang Devita sambil tangannya
memegang kedua pipiku. Aku masih saja menggejot tubuhku, tiba- tiba
tubuh Devita mengejang,
“Aaakkhh…!” Ternyata Devita sudah mencapai puncaknya duluan. “Aku udah
keluar duluan Sayang..!” kata Devita. “Aku masih lama Dev.., ” kataku
sambil masih menggenjot tubuhku. Kemudian kuangkat tubuh Devita ke
tengah tempat tidur, secara spontan, kaki Devita melingkar di
pinggangku.
 
Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat Devita. “Aakkhh Dev..,
punya Kamu enak sekali.” kataku memuji, Devita hanya tersenyum saja. Aku
juga heran, kenapa aku bisa lama juga keluarnya.
 
Tubuh kami berdua sudah basah oleh keringat, kami masih mengayuh bersama
menuju puncak kenikmatan. Akhirnya aku tidak kuat juga menahan
kenikmatan ini.
 
“Aahh Dev.., Aku hampir keluar.., ” kataku agak terbata-bata.
 
“Aku juga Ndree..! Kita keluarin sama- sama ya Sayang..!” kata Devita sambil menggoyang pantatnya yang bahenol itu.
 
Goyangan pantat Devita semakin liar. Aku pun tidak kalah sama halnya
dengan Devita, frekuensi genjotanku makin kupercepat, sampai pada
akhirnya,
 
“Aaakkhh…!” jerit Devita sambil menancapkan kukunya ke pundakku.
 
“Aakhh, Devita.., Aku sayang Kamuu..!” erangku sambil mendekap tubuh
Devita. Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal
seperti pelari marathon.
 
“Kamu hebat sekali Ndree..!” puji Devita.
 

“Kamu juga Dev..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan.
Kemudian kami cepat- cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik
tunangannya Devita keburu datang. dan tak lama berselang aku pulang. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel
xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno,
novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex,
novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Tamat