Cerita Dewasa Indo Menikmati Warung langganan

Posted on
VIMAX ASLI
Blog Sex Online 2016 Cerita Dewasa Indo Menikmati Warung langganan – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Sex Tertragis Memperkosa Putri KeratonCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Namaku Otong (bukan nama sebenarnya), aku bekerja di sebuah
perusahaan cukup terkenal di Jawa Barat, di sebuah kota yang sejuk, dan
saya tinggal (kost) di daerah perkampungan yang dekat dengan kantor. Di
daerah tersebut terkenal dengan gadis-gadisnya yang cantik & manis.
Aku dan teman-teman kost setiap pulang kantor selalu menyempatkan diri
untuk menggoda cewek-cewek yang sering lewat di depan kost.

Cerita Dewasa Indo Menikmati Warung langganan, cerita sex mesum, cerita dewasa mesum, cerita porno mesum, cerita bokep mesum cerita xxx mesum, cerita masturbasi, cerita onani, cerita panas mesum, cerita mesum terhot
Ilustrasi Foto Penjaga Warung Cantik Suka Godain Cowok

Di sebelah
kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk
kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti,
permen, dsb itu ada semua. Aku sudah langganan dengan warung sebelah.
Kadang kalau sedang tidak membawa uang atau saat belanja uangnya kurang
aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk hutang. Warung itu milik Ibu Ita
(tapi aku memanggilnya Tante Ita), seorang janda cerai beranak satu yang
tahun ini baru masuk TK nol kecil.

Warung Tante Ita buka pagi-pagi
sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam sembilan malam. Warung
itu ditungguin oleh Tante Ita sendiri dan keponakannya yang SMA, Krisna
namanya.

Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai
sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama
teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng,
tapi rasanya ada yang kurang.., apa ya..?, Oh ya rokok, tapi setelah aku
lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), aku
jadi ragu, apa warung Tante Ita masih buka ya..?, Ah.., aku coba saja
kali-kali saja masih buka. Oh, ternyata warung Tante Ita belum tutup,
tapi kok sepi.., “Mana yang jualan”, batinku.

“Tante.., Tante.., Dik Krisna.., Dik Krisna”, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini, kali saja lupa nutup warung.

Ah kucoba panggil sekali lagi, “Permisi.., Tante Ita?”.

“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.

Kumpulan Cerita Mesum 2016 – Yang
keluar ternyata Tante Ita, hanya menggunakan handuk yang dililitkan di
dada, jalan tergesa-gesa ke warung sambil mengucek-ngucek rambutnya yang
kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.

“Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mo beli rokok gudang garam inter, lho Dik Krisna mana?

“O..,
Krisna sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya
Mas Otong Tante pake’ pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich”.

“Tidak
apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat badan yang lain yang tidak
terbungkus handuk.., putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali
ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Ita, soalnya biasanya Tante Ita
selalu pakai baju kebaya. Dan lagi aku baru sadar dengan hanya handuk
yang dililitkan di atas dadanya berarti Tante Ita tidak memakai BH.
Pikiran kotorku mulai kumat.

Malam gini kok belum tutup Tante..?

“Iya Mas Otong, ini juga Tante mau tutup, tapi mo pake’ pakaian dulu?

“Oh
biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian”, kataku. Masuklah
aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.

“Wah
ngerepoti Mas Otong kata Tante Ita.., sini biar Tante ikut bantu juga”.
Warung sudah tertutup, kini aku pulang lewat belakang saja.

“Trimakasih lho Mas Otong..?”.

“Sama-sama..”kataku.

“Tante saya lewat belakang saja”.

Saat
aku dan Tante Ita berpapasan di jalan antara rak-rak dagangan, badanku
menubruk tante, tanpa diduga handuk penutup yang ujung handuk dilepit di
dadanya terlepas, dan Tante Ita terlihat hanya mengenakan celana dalam
merah muda saja. Tante Ita menjerit sambil secara reflek memelukku.

“Mas
Otong.., tolong ambil handuk yang jatuh terus lilitkan di badan Tante”,
kata tante dengan muka merah padam. Aku jongkok mengambil handuk tante
yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, kini di depanku persis ada
pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan
background hitam rambut-rambut halus di sekitar vaginanya yang tercium
harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante
dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk
tanpa kusadari burungku yang sudah bangun sejak tadi menyentuh tante.

“Mas Otong.., burungnya bangun ya..?”.

“Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini mana harum lagi, jadi nafsu Saya Tante..”.

“Ah tidak apa-apa kok Mas Otong itu wajar..”.

“Eh ngomong-ngomong Mas Otong kapan mo nikah..?”.

“Ah belum terpikir Tante..”.

“Yah..,
kalau mo’ nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya’ mantan suami
Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya
sekarang Tante harus bersetatus janda. Gini tidak enaknya jadi janda,
malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Otong.. kebutuhan batin..”.

“Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..”, tanyaku usil.

“Yah.., Tante tahan-tahan saja..”.

Kasihan..,
batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan biar memenuhi
kebutuhan batin Tante Ita.., ough.., pikiranku tambah usil.

Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.

“Mas Otong burungnya masih bangun ya..?”.

Aku cuma megangguk saja, terus sangat di luar dugaanku, tiba-tiba Tante Ita meraba burungku.

“Wow besar juga burungmu, Mas Otong.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?”.

“Belum..!!”,
jawabku bohong sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan
kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.

“Mas..,
boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?”, belum sempat aku
menjawab, Tante Ita sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana
dalamku yang tertinggal plus kaos oblong.

“Oh.., sampe’ keluar gini Mas..?”.

“Iya
emang kalau burungku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam,
Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang burungku..?”, kataku
sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Ita.

“Wah..,
Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Otong pasti bakal seneng dapet
suami kaya Mas Otong..”, kata tante sambil terus mengocok burungku.
Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil
putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante
Ita sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, itu aku tahu
karena burungku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya
yang tidak terlalu besar itu.

“Ough.., Tante.., nikmat
Tante.., ough..”, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak
dagangan, kali ini tante memasukkan burungku ke bibirnya yang kecil,
dengan buasnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil
sekali-kali menyedot.., ough.., seperti terbang rasanya. Kadang-kadang
juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.

Aku
kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi burungku
sambil berjalan ke meja dagangan yang agak ke sudut, Tante Ita naik
sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang
jelas di depanku kini.

“Mas Otong.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!”.

Tanpa
basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan
begini indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku
jadi tidak percaya kalau Tante Ita sudah punya anak, aku langsung saja
mejilat vaginanya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar
dari vaginanya. Aku lahap rakus vagina tante, aku mainkan lidahku di
clitorisnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang vaginanya.

“Ough Mas.., ough..”, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.

“Terus
Mas.., Maas..”, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku
masukkan lidahku ke dalam vaginanya, ada rasa hangat dan denyut-denyut
kecil semakin membuatku gila.

Kemudian Tante Ita membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.

“Ayo
Mas Otong.., Tante sudah tidak tahan.., mana burungmu Mas.. burungmu
sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Otong.., burung Mas Otong
kalau bangun dongak ke atas ya..?”. Aku hampir tidak dengar komentar
Tante Ita soal burungku, aku melihat pemandangan demikian menantang,
vagina dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian
terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan burungku dibibir vaginanya.

“Aughh..”, teriak tante.

“Kenapa Tante..?”, tanyaku kaget.

“Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..”, aku masukkan kepala burungku di vaginanya, sempit sekali.

“Tante.., sempit sekali Tante.?”.

“Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..”.

Yah..,
aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari burungku
amblas.., Tante Ita sudah seperti cacing kepanasan gelepar ke sana ke
mari.

“Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”.

Cerita Nyata Mesum Terbaru – Begitu
juga aku.., walaupun burungku masuk ke vaginanya cuma setengah, tapi
sedotannya oughh luar biasa.., nikmat sekali. Semakin lama gerakanku
semakin cepat. Kali ini burungku sudah amblas dimakan vagina Tante Ita.
Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Ita. Tiba-tiba tante
terduduk sambil memelukku, mencakarku.

“Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Otong..”, katanya sambil merem-melek.

“Kayaknya ini yang namanya orgasme.., ough..”, burungku tetap di vagina Tante Ita.

“Mas
Otong sudah mau keluar ya..?”. Aku menggeleng. Kemudian Tante Ita
telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju
mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku
menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Ita semakin
mendesah, “Ough.., Mas..”, tiba-tiba Tante Ita memelukku sedikit agak
mencakar punggungku.

“Oughh Mas.., aku keluar lagi..”,
kemudian dari kewanitaannya aku rasakan semakin licin dan semakin besar,
tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya. Ach
rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus goyang kutanya Tante Ita.

“Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?”.

“Terrsseerraah..”,
desah Tante Ita. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut
keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh burungku. Akhirnya semua
terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar
biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam vagina Tante Ita, masih aku
gerakkan badanku rupanya kali ini Tante Ita orgasme kembali, dia gigit
dadaku.

“Mas Otong.., Mas Otong.., hebat Kamu Mas”.

Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Ita masih tetap telanjang telentang di atas meja.

Bacaan sex top: Cerita Panas 2016 Wanita Bercucuran Keringat

“Mas
Otong.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah
kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak
digedor Tante jadi marah..”, kata tante menggodaku sambil memainkan
puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.

“Tante
ingin Mas Otong sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil
tersenyum genit. Lalu aku pulang.., baru terasa lemas sakali badanku,
tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru
kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat di
depan warung Tante Ita, aku di panggil tante.

“Rokoknya
sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?”, katanya penuh
pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak
tahu apa maksud perkataan Tante Ita tadi, akupun pergi ke kantor dengan
sejuta ingatan kejadian kemarin malam. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *