Wednesday , February 22 2017
Home / Cerita Sex Umum / Cerita Sex Terbaru 2016 Tukar Pasangan Istri

Cerita Sex Terbaru 2016 Tukar Pasangan Istri

VIMAX ASLI
Blog Dewasa Online Cerita Sex Terbaru 2016 Tukar Pasangan Istri – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish Cerita Bokep 2016 Hujan Angin yang Berakibat SexCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Triyono (samaran) adalah sahabat lamaku sejak aku SMA. Kini setelah
kami sudah mempunyai anak remaja (umurku 46 tahun) dia masih sahabatku,
bahkan istrinya yang bernama Atik (samaran) dan istriku sangat akrab,
dan kami rutin selalu ketemu kalau tidak dirumahnya, ya dirumahku.

sex, dewasa, mesum, ngentot, gay, free sex, chat sex, gairah sex, hasrat sex, cersex, sex online, gambar sex, foto sex, sex porn, masturbasi, onani, pasangan sex
Ilustrasi Foto Istri Muda Cantik Igo Hot 2016

Bahkan
jika aku dan Triyono pergi mancing ketengah laut dengan sewa perahu,
tak jarang istriku menginap dirumah menemani istrinya atau sebaliknya
(karena anak kami sudah remaja dan mereka kuliah dikota lain).

Begitu
akrabnya kami sehingga tak jarang kami melakukan yang menurut pandangan
orang ketiga adalah hal yang aneh, misalnya ditengah gurauan, kadang
kadang Triyono memeluk istriku dan menciumi pipinya berkali kali,
didepanku maupun didepan istrinya. Demikian pula sebaliknya ketika kami
bercengkarama berempat kadang kadang Atik dengan manja tiduran berbantal
pahaku. Tentunya sikap kami ini tidak didepan anak anak yang sudah
berangkat remaja.

Bahkan pernah didapur rumahku aku memergoki
Triyono mencolek pantat istriku, dan kulihat istriku pura pura marah,
aku tahu itu dari raut wajahnya, tentu saja sebagai lelaki normal kadang
aku dilanda cemburu. Tetapi kami selalu lebih memegang persahabatan,
apalagi akupun sering melakukan hal yang sama terhadap istrinya.

Tentu
saja keadaan ini tidak terjadi begitu saja, kami menjalin hubungan
kekeluargaan sejak kami menikah. Namun sejauh itu kami tidak pernah
melakukan hal hal yang terlalu jauh. Sampai suatu hari terjadilah apa
yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, setidak tidaknya olehku. Tapi
aku yakin ini adalah rencana Triyono dan istrinya yang sudah
dipersiapkan (ini kusadari setelah cukup lama peristiwa itu terjadi)

Seperti
yang sering kami lakukan, pada hari jumat yang kebetulan hari libur
kami berempat ber week end di Villaku didaerah Ciloto. Walaupun tidak
terlalu mewah namun villaku ini cukup luas dan cukup nyaman untuk
beristirahat di akhir pekan. Kami selalu rutin mengunjunginya paling
tidak sebulan sekali, biasanya hanya aku dan istriku, kadang kadang anak
anak ikut, atau famili lain.

Kali ini aku mengajak Triyono
dan istrinya, tidak ada yang istimewa kami hanya ingin menikmati liburan
dan seperti biasanya selesai makan siang dijalan, istriku mampir untuk
beli pepes ikan Mas kesukaanku. Sampai di villa sekitar jam jam 2 siang,
aku tidur pulas, sampai akhirnya dibangunkan istriku untuk makan malam.
Kami makan malam berempat dengan nasi hangat dan pepes ikan.

Selesai
makan malam kami menonton TV sambil ngobrol kesana kemari diruang
keluarga. Setelah bosan ngobrol, Triyono mengambil inisiatif mengambil
kasur dikamarnya dan dihamparkan didepan TV dia dan istrinya menonton TV
sambil tiduran, dan akupun berbuat hal yang sama. Atiek masuk kamarnya
dan mengganti dasternya dengan baju tidur yang amat tipis tanpa BH dan
CD, ini terlihat jelas dari bayangan tubuhnya dibalik gaun tidurnya.

Kulihat
dia sangat atraktif mempertontonkan tubuhnya didepanku dan didepan
istriku. Kulihat Triyono acuh saja melihat tingkah istrinya. Kamipun
menonton TV sambil tiduran, istriku dan Atiek tidur berdampingan
ditengah sedangkan aku berada disamping istriku dipinggir. Acara TV
terasa membosankan mungkin karena aku tidak bisa konsentrasi, aku lebih
terpesona menikmati tubuh yang menggairahkan yang tergolek disamping
istriku dan itu membuat adik kecilku dibalik sarung setengah ereksi.

“Pah.., puterin film yang hot.. dong.., aku kedinginan nih..” Atiek menyuruh suaminya memutar film porno.

Aku
tahu mereka sering muter film porno karena kami sering tukar menukar
film, tapi selama ini kami belum pernah nonton bersama sama.

Sebelum beranjak mengambil film, Triyono basa basi minta ijin istriku “Rin..muter film blue ya..”

“Terserah aja ” jawab istriku.

Filmnya
cukup bagus dengan latar belakang jaman kekaisaran romawi, adegan
sexnya tidak vulgar, dan ini membuat gairahku cepat bangkit. Sarungku
sudah terdongkrak keatas sementara kulihat Atiek sering mencuri padang
kearah sarungku yang memang sengaja tidak kusembunyikan. Sementara itu
istriku sudah memindahkan kepalanya diatas lenganku dan jari tangannya
meremas remas jari tanganku. Aku sudah hapal sekali, istriku pasti sudah
terangsang.

Triyono menonton film itu dengan memeluk istrinya
secara ketat dan tangannya mengusap usap payudara Atiek dari luar baju
tidurnya, sesekali diciumnya bibir istrinya dalam dalam. Sementara itu
kaki kanan Atiek ditekuk dan pahanya menindih paha istriku, sehingga tak
terhindarkan baju tidurnya yang memang pendek makin tersingkap sehingga
akupun makin leluasa melahap pahanya yang putih mulus, dan sebagian
rambut dipangkal pahanya dengan sudut mataku.

“Mbak Rin,.. Aku jadi pengen nih..” Atiek bicara kepada istriku.

“Ya nggak apa apa, wong Mas nya nyanding koq.” Istriku menyahut sambil senyum penuh arti.

Aku
makin terangsang, kumiringkan tubuhku menghadap istriku sehingga aku
bisa melihat paha mulus Atiek, dan kuselusupkan tanganku dibalik blouse
istriku yang tidak ber BH untuk meremas remas buah dadanya, sementara
tangannya sudah masuk kesarungku untuk mengelus elus penisku yang sudah
berdiri keras. Ia menutup tanganku dengan bantal sehingga gerilya yang
kulakukan tidak terlihat oleh Triyono dan Atiek. Walaupun itu sebenarnya
hal itu tidak perlu dilakukan, karena mereka sudah tidak memperhatikan
kami lagi, keduanya sudah mulai tenggelam dalam percintaan.

Ketika
Atiek melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti pakaian suaminya,
Triyono menggeser posisinya merapat keistriku, sedangkan Atiek
menindihkan tubuhnya yang bugil dari sebelah kanan, sehingga Triyono
berdampingan dengan istriku.

Mereka berciuman sambil saling
saling mengelus penuh nafsu, kulihat istriku sering melirik mereka
dengan gairah, ikut terhanyut dengan adegan panas persis satu jengkal
disampingnya.

Tiba tiba Atiek menghentikan pergulatan dengan suaminya dan tangannya meraih blouse depan istriku dan melepas kancingnya.

“Biar adil dong Mbak..” sambil tangannya terus melolosi seluruh pakaian istriku.

Walaupun
wajah istriku protes, tapi usaha mencegah tangan Atiek yang nakal,
tidak serius sehingga dengan mudah Atiek melucuti pakaian istriku.
Sekelebat kulihat mata Triyono melahap seluruh tubuh indah istriku,
bahkan ia segera mengeser posisinya merapat ketubuh istriku, sehingga
lengannya menempel pada pinggir payudara istriku.

Aku tak
sempat berfikir macam macam, nafsuku mendominasi pikiranku, kucopot
seluruh pakaianku sehingga kami berempat sudah bugil, kuciumi istriku,
sambil jariku mengelus vaginanya yang sudah basah. Istriku mendesis
desis keenakan tangan kanannya mendekap punggungku erat erat, sedangkan
tangan kirinya tertindih tangan Triyono.

Kurasakan elusan
lembut sebuah tangan halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah
keselangkangan dan mengelus buah zakarku. Aku sudah menduga pemilik
tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Atiek lah yang
sedang mengelus batang penisku, sambil mulutnya menciumi dada suaminya.
Aku yakin Triyono melihat tangan istrinya yang sedang beroperasi di
batangku yang keras seperti kayu, tapi dia tampak acuh saja, bahkan kini
lengan kanannya telah mendidih susu istriku.

Istriku tidak
menyadari atau pura pura tidak tahu bahwa tangan Triyono sudah menindih
payudaranya, dan wajahnya dipalingkan kearah yang berlawanan.

Atiek
sambil berubah posisi dengan setengah duduk dipaha suaminya dengan
selangkangan yang terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang
sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluan
suaminya ke klitorisnya, sementara buahdadanya menggantung diremas remas
suaminya.

Posisinya tersebut membuat tubuh Triyono merenggang
dari tubuh istriku sehingga tangan kiri istriku yang tertidih menjadi
bebas. Dari padangan matanya yang sayu dan pahanya sudah direntangkan,
aku tahu baha istriku sudah memberi lampu hijau. Dituntunnya penisku
kearah lubang vaginanya, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang
menikmati jepitan lobang kemaluan istriku. Sementara aku mengocoknya
perlahan lahan, istriku mendesis desis keenakan, kini wajah istriku
menghadap kearah Triyono bahkan hanya berjarak sejengkal dengan wajah
Triyono namun matanya terpejam.

Atiek sudah terlengkup ditubuh
suaminya, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batang suaminya
yang sudah melesak ditelan liang kenikmatannya. Sekali kali tangannya
meremas bokongku dan istriku melihat aktifitas tangan Atiek ini, tapi
rupanya diapun tak ambil peduli. bahkan beberapa kali Triyono mencium
mulut istriku yang tengah mendesis, istriku diam saja, walaupun tidak
meresponnya. Entah kenapa aku tidak cemburu melihat istriku diciumi oleh
Triyono saat sedang kusetubuhi, bahkan aku makin terangsang. Karena
kulihat ciuman itu membuat istriku makin bergolak gairahnya. Ini
kurasakan dari gerakan dan nafasnya mendengus tidak seperti adat
biasanya.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan istriku
tak terkendali, bahkan ia membalas menyedot ciuman Triyono, dan pada
saat itulah istriku menghentak hentakkan pinggulnya keatas, mulutnya
menghisap mulut Triyono dalam dalam sambil merintih. Dia telah orgasme.
Ini diluar kebiasaan, istriku biasanya cukup tahan lama, tapi kali ini
dia cepat selesai, padahal aku merasa masih tahan lama.

Kuhentikan
kocokanku, kucabut penisku, aku masih tanggung tetapi aku memang tidak
ingin selesai sekarang, aku masih berharap istriku bangkit lagi setelah
istirahat. Kutatap wajah istriku yang penuh kepuasan. Disampingnya
kulihat Triyono menggengam tangan istriku.

Melihat aku
tegeletak disamping istriku, dengan kemaluan yang masih tegar, Atiek
segera tahu bahwa aku belum ejakulasi. Tiba tiba Atiek menghentikan
goyangan pinggul, dicopotnya penis suaminya dari vaginanya. Dengan
melangkahi tubuh istriku, Atiek segera menghampiriku, kemudian dengan
dasternya yang diambil dari sisi kasur dibersihkannya penisku yang penuh
lendir istriku.

Dia menindihku dan menciumku. Aku sempat
kaget, aku tak menduga kejadian itu, kulirik Triyono tetapi dia hanya
melihat tingkah istrinya tanpa reaksi. Istriku juga hanya melirikku
sebentar kemudian memejamkan mata kembali, menikmati sisa orgasme yang
ia dapat dariku.

Kubalas ciuman Atiek dengan nafsu, tangan
kiriku mengelus bokongnya sedangkan tangan kanan meremas buah dadanya.
Atiek menjulurkan lidahnya menyambut lidahku, sementara vaginanya yang
basah digesek gesekan ke diatas kemaluanku. Tampak Atiek sudah sangat
terangsang, sehingga ciuman kami hanya berlangsung sebentar, segera dia
menghentikan ciumannya, ditariknya badannya sehingga sekarang posisinya
duduk diatas pahaku, sementara belahan kemaluannya menidih pada batang
penisku yang rebah diatas perut.

Kulihat belahan kemaluannya
yang merah penuh lendir, aku sudah tidak sabar lagi, kuangkat
pinggangnya dengan kedua tanganku, Atiek cepat tanggap, sambil
mengangkat pantatnya, diambilnya penisku dan diarahkan kelobang
vaginanya. Dalam hitungan detik, kemaluanku sudah menyelusup kedalam
vagina Atiek. Atiek melenguh pelan, badannya ambruk kedadaku dan
wajahnya menempel disamping kepalaku sambil mendesis desis. Kuangkat
pinggulku berusaha mengocok kemaluan Atiek, dan diapun mengikuti
gerakanku tetapi pinggulnya digoyang memutar sedangkan otot vaginanya
menjepit kemaluanku, jepitan dan putaran pinggulnya tidak akalh dengan
istriku, kenikmatan menjalar keseluruh penisku.

Sepuluh menit
telah berlalu dan kurasakan Atiek mulai mempercepat goyangannya,
mulutnya menciumku dan lidahnya menerobos masuk ke mulutku. Nafasnya
tersengal, aku segera mengerti bahwa sedang mulai masuk kemasa orgasme.
Tanpa menunggu waktu lagi kupercepat kocokanku, karena kemaluankupun
sudah berdenyut denyut enak, dan segera akan keluar.

Ketika
kurengkuh bokongnya, Atiek merengkuh pundakku makin kencang, dari
mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan
keras ke kemaluanku, dia sedang orgasme. Dan segera kulepas pula air
maniku menyemprot didalam vaginanya. Kenikmatan yang luar biasa.

Walaupun
permainanku sudah berakhir tetapi Atiek tidak mau mencopot kemaluanku
dari vaginanya, dia hanya mengeser tubuhnya dari dadaku untuk meringakan
tindihan tubuhnya diatas tubuhku. Kesadaranku mulai pulih, kulihat
istriku sedang bergumul dengan Triyono. Dengan tubuh yang bugil dia
menindih tubuh istriku, mereka berciuman dengan pelan dan dalam, tangan
meremas remas buah dada istriku yang tergolong besar dan montok,
sementara tangan istriku mengelus bokong Triyono, dan kudengar desahan
halus dari mulutnya itu pertanda istriku sudah mulai terangsang lagi.

Melihat
istriku terangsang, tiba tiba akupun terangsang kembali. Aku sangat
senang istriku menikmati sexnya, Kuhadapkan tubuhku kearah istriku, dan
Atiek segera merangkul pinggangku dengan kakinya dari belakang, sambil
menikmati sisa orgasme yang kuberikan padanya.

Triyono sedikit
mengeser tubuhnya dan tangan yang tadinya meremas tetek istriku turus
kebawah, kearah kemaluan istriku, dan istriku mengangkat pinggulnya
ketika jari tengan Triyono memutar mutar clitorisnya. Desahan dari
mulutnya makin keras.. Triyono mengangkat tubuhnya dan dibukanya lebar
lebar paha istriku.

Istriku menoleh kearahku, matanya sayu
memandangku seolah minta ijin padaku. Kupandangi dia, dia sangat cantik
tak kuasa aku menghalanginya. Kukecup bibirnya kuusap rambutnya tanda
bahwa aku menyetujuinya. Dan ketika penis priyono melesak kedalam
vaginanya, istriku memejamkan mata keenakan, dan tangannya mengelus elus
penisku seirama dengan kocokan yang diberikan Triyono.

Kuciumi
bibirnya, pipinya lehernya, atau mana saja yang kudapat karena istriku
dalam kenikmatan, selalu kepalanya tidak bisa diam, menoleh kekiri
kekanan sambil menjilat jilat bibirnya sendiri. Sementara tangan
kanannya mengocok penisku tangan kirinya merangkul pundak Triyono.
Tangankupun tak henti hentinya meremas remas buah dadanya. Kudengar pula
desisan Triyono menambah suasana jadi makin mengairahkan.

Bacaan sex top: Cerita Bokep 2016 Hujan Angin yang Berakibat Sex

Tiba
tiba istriku berhenti menggelengkan kepalanya, dahinya berkerut dan
giginya menggigit bibr bawahnya, dia menoleh kearahku, istriku akan
selesai dan sebentar lagi pasti akan melenguh panjang.

“Pah.. aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. eghh.. eegghh”

pada saat itu dia mendongakkan wajahnya keatas, matanya menatap mata Triyono dengan sayu.

Pada
saat yang sama, aku tak tahan menahan ejakulasi, digenggaman tangannya.
Kulihat Triyono menekan kemaluannya dalam dalam kevagina istriku untuk
berejakulasi.. Ketika dia mencabut kemaluanya, kulihat sisa air mani
meleleh keluar dari bibir vagina istriku, yang berwarna kemerahan.

Malam
ini adalah malam pertama dimana istriku merasakan penis orang lain
selain punyaku apalagi dia merasakannya sekaligus dalam selang beberapa
menit, sebuah pengalaman yang sangat memuaskan kami berempat.

Sejak
itu kami sering melakukannya, sedikitnya sebulan sekali, dan kami
berkomitmen ini hanya dilakukan berempat, Bahkan kini muncul ide baru
dari Atiek untuk menambah menjadi tiga pasangan. Hanya saat ini kami
belum menemukan pasangan yang bisa diajak main. Pengalaman ini ditulis
juga atas persetujuan kami semua. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Jika berkenan silahkan klik suka tombol facebook ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *