Cerita Dewasa STW Terbaru Wanita Pemuas Nafsu

Posted on
Cerita Dewasa STW Terbaru Wanita Pemuas Nafsu – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa 2016 Ngentot Dengan Wanita HamilCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Pembaca cerita novelseks.com kali ini saya akan menceritakan sebuah pengalaman yang nikmat. Setelah aku lulus SMA, aku melanjutkan studi di Bandung. Kebetulan aku
diterima di sebuah PTN yang terkenal di Bandung. Mengenai hubunganku
dengan tante “U” di kota asalku sudah berakhir sejak kepindahan keluarga
Oom U ke Medan, dua bulan menjelang aku ujian akhir SMA. Namun kami
masih selalu kontak lewat surat atau telepon.

 Cerita Sex STW IGO Hijab Terbaru Wanita Pemuas Nafsu
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Wanita STW IGO Berhijab Ngesex Ternikmat

Perpisahan yang
sungguh berat, terutama bagiku; mungkin bagi tante U, hal itu sudah
biasa karena hubungan sex buat dia hanya merupakan suatu kebutuhan
biologis semata, tanpa melibatkan perasaan. Namun lain halnya denganku,
aku sempat merasa kesepian dan rindu yang amat sangat terhadapnya,
karena sejak pertama kali aku tidur dengannya, hatiku sudah terpaut dan
mencintainya. Sejak aku mengenal tante U, aku mulai mengenal beberapa
wanita teman tante U, mereka semuanya sudah berkeluarga dan usianya
lebih tua dariku. Wanita lain yang sering kutiduri adalah tante H; dan
tante A seorang janda cina yang cantik. Jadi semenjak kepindahan tante U
ke Medan, merekalah yang menjadi teman kencanku. Karena tante H dan
tante A sudah berstatus janda, maka tak ada ke-sulitan bagi kami untuk
mengatur kencan kami.

Hampir setiap hari aku menginap di rumah
tante H, dengan tante H boleh dikata setiap hari aku melakukan hubungan
intim tidak mengenal waktu, dan tempat. Pagi, siang sore atau malam, di
kamar, di ruang tamu, di dapur bahkan pernah di teras belakang
rumahnya.Teradang kami main bertiga, yakni aku, tante H dan tante A. Di
rumah tante H benar-benar diperas tenagaku. Sesekali waktu aku harus
melayani temen tante H yang datang ke sana untuk menghisap tenaga
mudaku. Aku sudah nggak peduli lagi rupanya aku dijadikan gigolo oleh
tante H. Pokoknya asal aku suka mereka, maka langsung kulayani mereka. Cerita Sex Janda Muda

Suatu
saat aku bertemu dengan seorang gadis. Cantik dan sexy banget bodynya.
Dian namanya temen adik perempuanku. Dengan keahlianku, maka kurayu dan
kupacari Dian. Suatu hari aku berhasil mengajaknya jalan-jalan ke suatu
tempat rekreasi. Di suatu motel akhirnya aku berhasil menidurinya, Aku
agak kecewa, rupanya Dian sudah nggak perawan lagi. Namun perasaan itu
aku pendam saja. Kami tetap melanjutkan hubungan, dan setiap kali
bertemu maka kami selalu melakukan hubungan badani.

Rupanya Dian
benar-benar ketagihan denganku. Tak malu-malu dia mencariku, dan bila
bertemu langsung memintaku untuk menggaulinya. Tapi aneh, Dian tak
pernah menga-jakku bahkan melarang aku datang ke rumahnya. Kami biasa
melakukan di motel atau hotel melati di kotaku, beberapa kali aku
mengajak Dian ke rumah tante H. Kuperkenal-kan tante H sebagai familiku,
dan tentunya aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bercumbu
dengannya di kamar yang sering aku dan tante H gunakan bercumbu.

Suatu
hari, entah kenapa tiba-tiba Dian memintaku untuk main ke rumahnya,
katanya dia berulang tahun. Dengan membawa seikat bunga dan sebuah kado
aku ke rumahnya. Aku pencet bel pintu dan Dian yang membukakan pintu
depan. Aku dipersilahkan duduk di ruang tamu. Segera Dian bergegas masuk
dan memanggil mamanya untuk diperkenalkan padaku. Aku terkejut dan
tergugu melihat mamanya; sebab perempuan itu.. ya.. mamanya Dian sudah
beberapa kali tidur denganku di rumah tante H. Mama Dian nam-pak pias
wajahnya namun segera mama Dian bisa cepat mengatasi keadaan. Mama Dian
berlagak seolah-olah tak mengenalku, padahal seluruh bagian badannya
sudah pernah kujelajahi. Beberapa saat mama Dian menemani kami ngobrol.
Dengan sikap tenangnya akupun menjadi tenang pula dan mampu mengatasi
keadaan. Kami ngobrol sambil bercanda, dan nampak terlihat bahwa mama
Dian benar-benar seorang Ibu yang sayang pada putri tunggalnya itu.

Keesokan
harinya, mama Dian menemuiku. Di ruang tamu rumah tante H mama Dian
menginterogasiku, ingin tahu sudah sejauh mana hubunganku dengan Dian.
Aku tak mau segera menjawab, tanganku segera menarik tangannya dan
menggelandang tubuhnya ke kamar. Dia berusaha melepaskan peganganku,
namun sia-sia tanganku kuat mencekal, sehingga tak kuasa dia melepaskan
tangannya dari genggamanku. Kukunci pintu kamar dan segera aku angkat
dan rebahkan tubuhnya di atas kasur. Segera kulucuti pakaianku hingga
aku telanjang bulat, dan segera kutindih tubuhnya. Dia meronta dan
memintaku untuk tak menidurinya; namun permintaanya tak kuindahkan. Aku
terus mencumbunya dan satu persatu pakaiannya aku lucuti, dan akhirnya
aku berhasil memasukkan kontolku di vaginanya. Begitu penisku melesak
masuk, maka mama Dian bereaksi, mulai memba-las dan mengimbangi
gerakanku. Akhirnya kami berpacu mengumbar nafsu, sampai akhirnya mama
Dian sampai pada puncak kepuasan.

Peluhku bercucuran menjatuhi
tubuh mama Dian, kuteruskan hunjaman kontolku di memeknya.. Mama Dian
mengerang-erang keenakkan, sampai akhirnya orgasme kedua dicapainya. Aku
terus genjot penisku, aku bener-bener kesal dan marah padanya, karena
aku tahu dengan kejadian itu maka bakalan usai hubunganku dengan Dian,
pada-hal cinta mulai bersemi dihatiku.

Sambil terus kugenjot
kontolku di memeknya, kukatakan padanya bahwa Dian juga sudah sering aku
tiduri, namun aku sangat mencintai, menyayangi bahkan ingin
menika-hinya. Aku katakan semua itu dengan tulus, sambil tak terasa air
mataku menetes. Akhirnya dengan hentakan yang keras aku mengejan kuat,
menumpahkan segala rasa yang aku pendam, menumpahkan seluruh air maniku
ke dalam memeknya. Badanku tera-sa lemas, kupeluk tubuh mama Dian sambil
sesenggukan menangis di dadanya. Air mata-ku mengalir deras, mama Dian
membelai kepalaku dengan penuh rasa sayang; kemudian dikecup dan
dilumatnya bibirku.

Tubuhku berguling telentang di samping kanan
tubuhnya, mama Dian merangkul tubuh-ku menyilangkan kaki kiri dan
meletakkan kepalanya didadaku. Terasa memeknya hangat dan berlendir
menempel diperutku, tangan kirinya mngusap-usap wajahku. Tak
henti-hentinya mulutnya menciumku.

Sambil bercumbu aku ceritakan
semua kisah romanceku, hingga aku sampai terlibat dalam pergaulan bebas
di rumah tante H. Dengan sabar didengarnya seluruh kisahku, sesaat
kemudian kembali penisku menegang keras. Segera tanganku bergerilya
kembali di memeknya, selanjutnya kembali kami berpacu mengumbar nafsu
kami. Kami bercumbu benar-benar seperti sepasang pengantin baru saja
layaknya. Seolah tak ada puasnya. Sampai akhirnya kami kembali mencapai
puncak kepuasan beberapa kali.

Setelah babak terakhir kami
selesaikan, mama Dian bangkit dan menggandengku menuju kamar mandi, kami
mandi berendam bersama di kamar mandi sambil bercumbu. Sambil berendam
kami bersenggama lagi. Setelah puas kami menumpahkan hasrat kami, kami
keringkan tubuh kami dan segera berpakaian. Nampak sinar puas membias di
wajah mama Dian.

Dengan bergandeng tangan kami keluar kamar,
kupeluk pinggangnya dan kuajak menuju ke ruang tamu. Kami duduk berdua,
kemudian berbincang mengenai kelanjutan hubunganku dengan Dian. Mama
Dian ingin agar hubunganku dengan Dian diakhiri saja, walaupun kami
sudah begitu jauh berhubungan, sekalipun Dian sudah hamil karenaku. Dia
memberikan pandangan tentang bagaimana mungkin aku menikahi Dian,
sedangkan aku dan mama Dian pernah berhubungan layaknya suami istri,
sebab bagaimanapun kami akan tinggal serumah. Bagaimana mungkin kami
melupakan begitu sqaja affair kami; rasanya tak mungkin.

Aku bisa
mengerti dan menerima alasan mama Dian, namun aku bingung bagaimana
cara menjelaskan kepada Dian. Aku tak sanggup kalau harus memutuskan
Dian. Akhirnya aku ideku pada mama Dian. Selanjutnya selama beberapa
hari aku tak mene-muidan sengaja menghindari Dian. Mamanya memberitahu
kalau Dian saat ini dalam keadaan hamil 2 bulan akibat hubungannya
denganku.

Pada suatu hari, aku di telepon mama Dian. Dia
memberitahu kalau Dian sedang menuju ke rumah tante H untuk menca-ri
aku. Aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan, saat itu tante H sedang
menyiram tanaman kesayangannya di kebun belakang. Segera kuhampiri dia
dan aku ajak ia ke kamar yang biasa aku dan Dian pakai untuk berkencan.

Kulucuti
seluruh pakaian tante H dan juga pakaianku sendiri, selanjutnya kami
bersenggama seperti biasanya. Tak berapa lama Dian datang dan langsung
menuju ke kamarku. Terdengar pekik tertahan dari mulut-nya saat melihat
adegan di atas ranjang; dimana aku dan tante H sedang asyik bersenggama.
Terdengar pintu kamar dibanting, Dian pulang ke rumah dengan hati yang
amat terluka. Tante H merasa tak tega dengan kejadian itu, tante H
memintaku untuk segera menyusul Dian; namun tak kuhiraukan; bahkan aku
semakin keras dan cepat menghentakan penisku di memeknya. Tante H
mengerang-erang keenakan, mengimbangi dengan gerakan yang membuat
penisku semakin cepat berdenyut. Kami mencapai orgasme hampir bersama,
aku berguling dan menghempaskan badanku ke samping tante H. Mataku
menerawang jauh menatap langit-langit kamar, air mataku bergulir
membasahi pipiku. Inilah akhir hubunganku dengan Dian, akhir yang amat
menyakitkan. Dian pergi dariku dengan membawa benih anaku di rahimnya.

Musnah
sudah impian dan harapanku untuk membina rumah tangga dengannya. Tante H
menghiburku; Dia mengingatkan aku bahwa aku sudah membuat keputusan
yang benar. Jadi tak perlu disesali. Didekapnya tubuhku, aku menyusupkan
mukaku ke dada tante H; ada suatu kedamaian disana; kedamaian yang
memabukkan; yang membangkitkan hasrat kelelakianku lagi. Sessat kemudian
kami berpacu lagi dengan hebat, hingga beberapa kali tante H mencapai
puncak kepuasan. Aku memang termasuk tipe pria hypersex dan mampu
mengatur timing orgasmeku, sehingga setiap wanita yang tidur denganku
pasti merasa puas dan ketagihan untuk mengulangi lagi denganku.

Beberapa
hari kemudian aku terima telepon Dian, sambil terisak Dian pamit padaku
karena dia dan mamanya akan pindah ke Surabaya. Aku minta alamatnya,
tapi Dian keberatan. Dari nada suaranya nampak Dian sudah tidak marah
lagi padaku; maka aku memohon padanya untuk terakhir kali agar dapat aku
menemuinya. Dian mengijinkan aku menemuinya di rumahnya, segera aku
meluncur ke rumahnya untuk Inilah saat terakhir akku berjumpa dengan
kekasihku.

Kupencet bel pintu, mama Dian membuka pintu dan
menyilahkan aku masuk. Nampak wajahnya masih berbalut duka dan
kesedihan, dia amat merasa bersalah karena menjadi penyebab hancurnya
hubunganku dengan Dian. Mama Dian menggandengku menuju ruang keluarga,
nampak Dian kekasihku duduk menungguku.

Melihat aku Dian bangkit
dan menghampiri aku, tak kusangka pipiku ditamparnya dengan keras.
Kubiarkan saja agar rasa kesal dan tertekan dihatinya terlampiaskan.
Dian berdiri bengong setelah menamparku, dilihat tangan dan pipiku
bergantian seolah tak percaya akan apa yang dia lakukan. Tiba-tiba
ditubruk dan dipeluknya badanku, dibenamkan mukanya ke dadaku sambil
sesenggukan menumpahkan tangisnya. Aku peluk tubuhnya dan kuelus
rambut-nya.

Agak lama kami demikian; kami menyadari bahwa saat
inilah saat terakhir bagi kami untuk bertemu. Mama Dian mendekat dan
merangkul kami berdua, dan membimbing kami untuk duduk di kursi panjang.
Kami bertiga duduk sambil berpelukan, mama Dian ditengah; kedua
tangannya memeluk kami berdua.

Akhirnya kesunyian diantara kami
terpecahkan dengan ucapan mama Dian. Mama Dian mengatakan memberi
kesempatan pada kami untuk memutuskan, apakah akan kami lanjutkan
hubungan kami atau kami putuskan sampai disini saja.
Berat sekali
rasanya, jika kami teruskan hubungan kami maka berarti aku memisahkan
jalinan kasih ibu dan anak tunggalnya ini. Aku menyerahkan keputusan
akhir pada Dian. Sambil terisak Dian akhirnya memutuskan untuk
mengakhiri hubungan kami, saat kuingatkan bahwa dirahimnya ada benih
anakku, Dian menjawab biarlah.., ini sebagai tanda cinta kasih kami
berdua.., Dian kan tetap memelihara kandungannya dan akan membesarkan
anak itu dengan kasih sayangnya.

Beberapa saat kemudian aku
berpamitan, dengan berat Dian melepaskan pelukanku, namun sebelum kami
berpisah sekali lagi Dian memintaku untuk menemaninya. Ditariknya aku ke
kamarnya dan dengan penuh kasih sayang, dibukanya pakaianku dan pakaian
yang melekat di tubuhnya. Kami berdiri berpelukan dnegan tanpa sehelai
benang menempel pada tubuh kami.

Kucumbui Dian kekasihku untuk
terakhir kalinya, aku genjot penisku di memeknya dengan lembut dan penuh
perasaan, aku khawatir kalau-kalau genjotanku akan menyakit-kan anakku
yang ada dirahimnya. Semalam kami bercengkerama, pada pagi keesokan
harinya aku berpamitan. Dengan perasaan yang amat berat dilepas
kepergianku, aku berpamitan pula pada mama Dian, aku cium punggung
tangannya sebagai tanda kasih anak ke ibunya, ditengadahkan mukaku dan
dikecupnya keningku dengan penuh rasa sayang. Aku menitipkan anakku pada
Dian dan mohon padanya agar memberi kabar saat kelahirannya nanti.
Sampai disitulah akhir hubunganku dengan Dian dan mamanya.

Beberapa
hari setelah perpisahanku dengan Dian, aku merasa sepi dan sedih. tante
H yang senantiasa menghiburku, dengan gurauan, kemolekan, kehangatan
tubuhnya, dan dengan kasih sayangnya Terkadang di dalam kesendirianku,
aku terngat tante U, dengan segala kehangatan tubuhnya. Aku teringat
moment-moment yang pernah kami jalani di salah satu kamar di rumah tante
H.

Di salah satu kamar di rumah tante H itulah kami biasa
mengumbar nafsu kami, saling menumpahkan rasa rindu kami, sudah tak
terhitung lagi barapa banyak aku menyengga-mainya menumpahkan segenap
rasa dan nafsuku, dan sebanyak itu kami berhubungan tak pernah sekalipun
kami menggunakan alat kontrasepsi, baik itu kondom, spriral, tablet
atau sebangsanya. Jadi kami melakukannya secara alami saja, dan tentunya
dapat dibayangkan akibatnya. Yach.. tante U pergi dengan membawa banyak
kenangan indahku, membawa cintaku dan membawa pula janin dari benih
yang kutanam di rahimnya..

Awal semester pertama sudah berjalan 2
bulan lebih 5 hari, jadi tak terasa aku sudah menempati rumah petak
kontrakanku selama itu. Setiap hari aku berjalan kaki ke tempat kuliah,
yang memang tak jauh dari rumah kontrakanku.
Setiap kali aku
berangkat atau pulang kuliah, aku selalu melewati sebuah rumah yang
dihuni satu keluarga dengan dua anak perempuannya, sebenarnya 3 orang
anaknya dan perempuan semuannya. Dua sudah berkeluarga, yaitu Kak Rani
dan Kak Rina, sedangkan si bungsu Yanti masih SMA kelas 1 (baru masuk).

Kak
Rani dan Kak Rina anak kembar, hanya saja nasib Kak Rani lebih baik
ketimbang Kak Rina. Kak Rani bersuamikan pegawai Bank dan sudah memiliki
rumah serta dua anak perempuan, sedangkan Kak Rina bersuamikan seorang
pengemudi box kanvas suatu perusahaan dan belum dikarunia anak, serta
masih tinggal bersama ibunya. Bu Maman seorang janda yang baik hati dan
sayang benar sama cucunya, yaitu anak Kak Rani.

Pada mulanya aku
berkenalan dengan Yanti, Yanti termasuk gadis yang agresif dan aku juga
sudah mendengar cukup banyak tentang petualangan cintanya sejak dia
duduk di bangku SMP, jadi masalah sex buat Yanti bukan hal yang baru
lagi.

Perkenalanku terjadi saat aku pulang kuliah sore hari,
dimana hujan turun cukup lebat. Pada saat aku berjalan hendak memasuki
mulut gang, berhentilah sebuah angkot dan ternyata yang turun Yanti
dengan seragam SMAnya.

Aku menawarinya berpayung bersama dan
ternyata dia mau. Kuantar Yanti sampai rumahnya, setiba di rumahnya
dipersilahkannya aku masuk dan duduk di ruang tamu, sementara dia masuk
berganti pakaian. Saat aku menunggu Yanti, Kak Rina keluar dengan
membawa secangkir teh hangat dan kue. Mulutku secara tak sadar ternganga
melihat kecantikan Kak Rina. Mata nakalku tak henti melirik dan mencuri
pandang padanya. Padahal Kak Rina hanya berpakaian sederhana, hanya
mengenakan daster motif bunga sederhana, namun kecantikannya tetap
nampak. Kulitnya yang putih kekuningan dan badannya yang segar dengan
buah dada yang menonjol, semakin menambah kecan-tikan penampilannya sore
itu.

Melihatku dia tersenyum, nampak sebaris gigi putih yang
bersih berjajar. Aku tergagap dan segera kuulurkan tangan untuk
berkenalan dengannya. Hangat tengannya dalam genggamanku, dan sambil
menunggu Yanti selesai berganti pakaian dia menemaniku ngobrol. Dalam
obrolan ku dengan Kak Rina sore itu, baru kutahu kalau Kak Rina sering
melihatku saat aku berjalan berangkat dan pulang kuliah. Itulah hari
pertamaku berke-nalan dengan keluarga Yanti.

Pagi esok harinya,
saat aku berangkat kuliah, aku bertemu Kak Rina di mulut gang. Kami
bersalaman, tiba-tiba timbul kenakalanku, kugelitik telapak tangan Kak
Rina saat kugeng-gam, ternyata dia diam saja bahkan senyum padaku.
Sejenak kami berbasa-basi bicara, kemudian aku cepat bergegas kuliah.

Sore
hari aku baru pulang kuliah, langit mendung tebal sepertinya mau hujan.
Saat kubuka pintu rumah, kulihat Yanti dan teman kostku sedang ngobrol
di ruang tamu., rupanya dia sengaja datang untukku. Tak lama kemudian
temen kostku pamit mau kuliah sore sampai jam 19.00 WIB. Setelah aku
berganti pakaian kutemui Yanti dan kami ngobrol berdua. Tiba-tiba aku
teringat bahwa Yanti belum kusuguhi minum, cepat-cepat aku permisi ke
dapur untuk membuat minuman buatnya. Saat aku beranjak ke dapur Yanti
mengikutiku dari belakang, dan di dapur kami lanjutkan obrolan kami
sambil kuteruskan membuat minuman.

Yanti berdiri bersandar meja
dapur, aku mendekatinya dan iseng kupegang tangannya. Agaknya Yanti
memang mengharap suasana demikian, dia tanggapi pegangan tanganku dengan
mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, sehingga muka kami berjarak cuman
beberapa senti saja. Hembusan nafasnya terasa menerpa wajahku.
Kesempatan itu tak kubiarkan lewat begitu saja, segera aku sambar
pinggangnya dan kucium lumat mulutnya.

Kami berciuman agak
panjang, lidah kami saling beradu dan memilin, sementara sigap tanganku
menggerayangi dan meremas pantat Yanti. Tanganku tidak berhenti, terus
bergerak menyingkap bagian depan roknya, dan segera tanganku
mengelus-elus memek Yanti yang masih tertutup celana tipis, sementara
itu mulutku menjalar dan menciumi lehernya. Yanti merintih lembut, dan
semakin mempererat pelukannya.

Tangan kananku yang sudah terlatih
segera melepas kancing depan bajunya, selanjutnya meremas-remas buah
dadanya, kulepas tali Bhnya dan segera kujelajahi dua bukit kembarnya
yang sudah mengeras. Kuhisap lembut puting susunya, Yanti semakin
menekan kepalaku ke dadanya.

Aku sudah tahu apa yang
dikehendakinya, segera kutarik dia ke kamarku, dan segera kubuka
resleting roknya, kulepas bajunya kemudian BHnya. Nampak tubuh Yanti
polos tak tertutup kain, hanya CD tipisnya saja yang tinggal melekat di
badannya. Segera kuhujani Yanti dengan ciuman, kujilati sekujur
tubuhnya, kuhisap puting susunya, dan terus mulutku bergerak ke bawah,
sambil pelan-pelan tanganku melepas CD-nya.
Begitu CD-nya lepas
segera kuserbu memeknya, lidahku menjilati memeknya, sementara kedua
tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat penuh. Yanti merintih dan
mengerang, dan sesaat kemudian ditariknya bahuku ke atas, sehingga kami
berdiri berhadapan. Segera dilepas kancing bajuku, dan dilepasnya semua
pakaianku. Sambil membungkukan badan dihisap kontolku, dijilati dan
dikocoknya pelan.. Ohh.. sungguh nikmat tak terbayang.

Segera
kudorong tubuhnya terlentang di atas dipan dan lidahku terus bergerilya
di memeknya, juga ke dua jari tanganku ikut pula menjelajahi memeknya,
ke dua pahanya mengangkang lebar dan nampak lobang memeknya sepertinya
siap melahap kontolku bulat-bulat. Yanti mengerang-ngerang dan memintaku
segera memasukkan kontol ke dalam memeknya. Mas.. ayo.. masukkan.. ayo
maas..

Hujan di luar turun dengan deras, suara hujan mengalahkan
erangan dan teriakan Yanti, sehingga aku tak khawatir orang akan
mendengar suaranya. Kubiarkan Yanti dalam keadaan begitu, sambil lidahku
terus menjilati memeknya. Yanti merintih dan mengerang.. sambil
menghiba untuk segera memulai permainan kami. Bau memeknya, semakin
membangkitkan gairahku, dan akhirnya akupun tak tahan..

Segera
kutindih tubuhnya dan kebenamkan kontolku dimemeknya dengan satu
sentakan yang sedikit agak keras. Segera kukocok memeknya dengan cepat
dan keras. Yanti mengerang, merintih dan mengimbangi gerakan keluar
masuk kontolku dengan pas.., sehingga kadang terasa kontolku bagai
dihisap dan diremas di dalam memeknya.
Terasa kontolku
berdenyut-denyut, sepertinya hendak keluar air maniku; segear kuhentikan
gerakan kontolku dan segara kucabut. Kugeser tubuhku dan kumasukan
penisku ke dalam mulutnya. Segera dihisap dan dikulumnya penisku, tanpa
rasa jijik. Setelah agak berkurang denyutan penisku, segera kubenamkan
lagi dalam memek Yanti.

Bukan main, remasan dan sedotan memek
Yanti. Aku jadi mengerti sekarang beda antara memek seorang wanita yang
masih gadis dan belum pernah melahirkan dengan wanita yang sudah
melahirkan seperti tante U. Kubalik tubuh Yanti dan kuangkat pantatnya
agak tinggi, sehingga Yanti dalam posisi nungging. Segera kutancapkan
penisku ke memeknya dari belakang. Lagi-lagi Yanrti mengerang-erang
kadang menjerit kecil Tiba-tiba diangkat dan diputar badannya ke
belakang, serta di raihnya kepalaku serta diciumnya mulutku, sementara
penisku tetap bekerja keluar masuk memeknya.

Berapa saat kemudian
kuganti posisi, aku berbaring terlentang dan Yanti menindih tubuhku.
Dipegang dan dibimbingnya penisku masuk ke vaginanya, dan segera
digoyang badanya naik turun di atas tubuhku. Kuremas payu daranya dan
kuhentakan pantatku ke atas, saat badan Yanti bergerak ke bawah menekan
masuk penisku ke dalam memeknya. Tak lama kemudian gerakan Yanti makin
menggila dan makin cepat. Dari mulutnya terdengar erangan yang semakin
keras dan akhirnya badanya menegang sambil dari mulutnya terdengar
lenguhan Ughh.. Aaah.. Aaah.., kemudian tubuhnya menubruk dan memeluk
tubuhku erat-erat, mass.. aku sudah.., keluar..ooh.. Enak..

Pelan
kubalik badanya, dan kutindih serta kugenjot memeknya cepat dan keras..,
terlihat mata Yanti mendelik, membalik ke atas.., mulutnya merintih dan
mengerang..
Kupercepat gerakanku dan kugenjot penisku sepenuh
tenaga.., 15 menit kemudian terasa penisku berdenyut-denyut. Kepala
Yanti bergoyang ke kanan dan ke kiri dan ke kanan, kedua kakinya
mengepit pantatku sehingga tak ada kemungkinan aku mencabut kontolku
saat air maniku keluar nanti, dan akhirnya dengan suatu sentakan yang
keras kubanjiri liang memeknya dengan cairan maniku..

Kumarahi
Yanti, karena dia tak memberiku kesempatan membuang air maniku di luar
liang kemaluannya. Aku khawatir hal ini akan berakibat fatal, yaitu
Yanti hamil..

Dia cuma ketawa kecil dan memelukku erat, sambil
berbisik di telingaku bahwa dia sudah KB suntik. Aku terheran-heran
mendengarnya, karena sudah sedemikian jauhnya pengetahuan dia tentang
berhubungan sex dan menjaga diri dari kehamilan. Mendengar itu aku lega
dan segera kucium dan kulumat mulutnya. Kami bercumbu, berciuman dan
bergumul di atas dipan, kebetulan dipanku ukurannya lebar, sehingga kami
leluasa bercumbu di atasnya. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Pengalaman Di Entot Paman Berkali-Kali

Dua puluh menit berlalu, terasa
penisku mulai menegang dan mengeras. Segera kumasukan lagi kontolku ke
memek Yanti. Kembali kami berdua mengumbar nafsu sepuas hati, kali ini
aku tetap menjaga posisi di atas, karena aku tahu bahwa pada ronde kedua
dan ketiga aku lebih bisa mengatur dan menahan klimaks lebih lama.
Yanti mengerang dan merintih, dan akhirnya pada puncak kepuasan yang
kedua kusemburkan lagi benih-benih manusia ke dalam rahim Yanti.

Keringat
kami telah bercampur dan membasahi tubuh kami, seprei tempat tidur
sudah berantakan nggak karuan, kami berbaring berpelukan, kepalanya di
dadaku, tangan Yanti memainkan penisku, dan sesekali kami saling
berciuman.

15 menit kemudian kami ulangi lagi hal yang sama, hingga
klimaks kami dapatkan lagi, Kembali kuguyur memeknya dengan caiaran
maniku, sambil kami berciuman panjang sekali.., seolah tak akan henti..

Setelah
cukup beristirahat, segera kami berkemas dan berpakaian, dan tidak lupa
berjanji untuk mengulangi lagi apa yang kami lakukan sore ini.
Menjelang maghrib kuantar Yanti pulang ke rumah, dan sebelum aku pamit
pulang, sekali lagi kupeluk pinggangnya dan kucium bibirnya dengan
mesra. Sejak hari itu resmilah Yanti menjadi pacar tetapku, alias pemuas
nafsuku. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Video Bokep
Gravatar Image
Novelseks.com Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *