Cerita Dewasa Gelombang Asmara Mesra Di Restaurant

Cerita Dewasa Gelombang Asmara Mesra Di Restaurant - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Perawan Seksi Bispak Dokter KumalaCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Hari ini panas sekali. Aku merasa agak BT (Birahi Tinggi) dan sedang melamun jorok beberapa menit. Lalu kutelepon temanku, Sofy yang baru kukenal tiga bulan. Aku masih ingat waktu bertemu dengannya pertama kali, orangnya berani, mandiri, cantik dan tidak sombong.

Cerita Sex IGO Mesum Gelombang Asmara Di Restaurant
cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
 
Novel Seks - Dia suka mode dan musik Jazz Fusion. Kebetulan dia ada di rumah dan sehabis bicara basa-basi beberapa menit, kutanya Sofy, apa dia ada waktu untuk makan malam berdua hari ini. Sofy menjawab, “Bagus, boleh aja!” Kami janji di restoran Intan Marina jam 19:00. Sehabis telepon Sofy, aku memesan tempat duduk yang intim di restoran itu, supaya kami bisa enak makan dan bicara.

Cerita Sex HOT, Cerita Mesum HOT, Cerita HOT Ngentot, Cerita Sex Ngentot, Cerita Sex Mesum

Ternyata, tempatnya masih ada. Pada jam 18:50 aku tiba di restoran Intan Marina dan Sofy datang kira-kira 5 menit kemudian. Wah, aku kagum melihat Sofy, dia tambah cantik dan sensual! Dia memakai blus, rok dan sepatu gaya Itali. Tasnya cocok dengan pakaiannya. Hatiku senang sekali melihat dia lagi. Dia orangnya ‘Trendy Woman’. Kami saling menyambut dengan pelukan dan ciuman yang mesra di pipi.

Sofy juga kagum melihatku, “Woow, penampilanmu hebat, Remon! Kamu sedikit berotot,” katanya. Aku menjadi sedikit malu sambil tersenyum lebar. Pelayan restoran menyambut kami dengan senyum yang ramah dan agak nakal, sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti. Restorannya lumayan besar, ada AC dan kami diantar ke ruang makan privat yang besar dan sejuk di lantai dua, dekat pintu darurat.

Sesudah kami lihat daftar makanan, kami memesan satu porsi ikan tiram, ikan gurami goreng saos Inggris, nasi goreng dan cah brokoli pakai saos tiram. Minumannya, anggur putih Perancis untuk Sofy dan anggur merah Lambrusco dari Itali. Sambil menunggu makanan datang, Sofy pergi ke toilet.

Sesudah kira-kira 10 menit dia kembali dengan wajah yang nakal, bibirnya dilapiskan ekstra dengan lipstik merah yang norak dan rambutnya disanggul. Kusambut dia juga dengan senyum yang nakal. Kami saling mencium pipi dan bau perfumnya enak sekali. Sofy melihatku dengan mata yang sensual sambil bermain dengan lidahnya, sepertinya dia mau berkata,

“I want you as my dinner, darling!”

Pada saat itu juga aku tidak bisa berkata apa-apa, kecuali terima seluruh penampilannya saja. Sesudah kira-kira 20 menit, pelanyan restoran mengantar makanan kami dan waktu dia sudah selesai membagi makanan itu, dia berkata sambil senyum lebar,

“Selamat makan dan nikmatilah kehidupan ini!”

Kami serentak membalas,

“Terima kasih, Pak!”

Sofy mulai mengambil satu biji ikan tiram, lalu mendekatkan ke mulutnya. Selama beberapa detik ujung lidahnya menjilat dan mengulum ikan tiram itu seperti dia bermain dengan kemaluan laki-laki dan menelan seluruh ikan itu sambil bermain mata denganku. Hatiku berdebar, mataku melotot dan burungku setengah bangun dari tidurnya.

Setelah itu, Sofy mengambil seteguk dari gelas anggur putihnya dan satu jari telunjuknya dicelupkan ke dalam gelasnya. Dia taruh jari itu di ujung lidahnya. Terus, dia mengisap jarinya secara sensual. Aku tidak tahan lagi melihat permainannya dan menuju ke Sofy. Kuambil jari itu dari mulutnya dan kumainkan dengan lidahku.

Karena tidak tahan lalu aku pun mengulum lidahnya dan Sofy mengerang seksi. Sesudah beberapa detik, aku berhenti dan mengambil sebiji ikan tiram, tapi Sofy tidak sabar dan mendorong kepalaku ke buah dadanya.

“Tolong jilat puting susuku,” katanya dengan suara yang sedikit serak.

“Sabar dulu dong, sayang. Nanti ikannya menjadi dingin, nih!” balasku mesra.

Buah dadanya cukup besar (cup C) dan halus. Sofy berbisik di telingaku, “Aaah, aku udah nggak sabar menunggu lagi, sayang. Aku sudah menjadi basah di bawah ini. Rasakan aja dengan jarimu.” Memang benar, celana dalamnya sudah basah dan saat kusentuh liang kewanitaannya yang berbulu lebat itu ternyata basah kuyup.

Hmm, inilah saatnya untuk membuat dia lebih gatal lagi. Pokoknya, ABG (Atas Bawah Gatal!) Kemudian aku memisahkan bulu-bulunya dan menjilat liang senggamanya secara halus dan pelan-pelan, mulai dari klitorisnya sampai ke bawah dan ke atas lagi.

Rasanya enak, manis seperti buah kelengkeng. Aku mendengar suara Sofy yang makin lama makin serak. Tiba-tiba dia berteriak dan berkata, “Oooh Remon.. jangan berhenti.. teruskan aja.. hmm.. enaak caranya begitu.. hmm.. ooh.. aku gatal sekali nih!” Dia tarik kedua kakinya ke arah dadanya dan aku mulai melepaskan celana dalamnya.

Aku melihat lubang pantatnya yang bersih dan agak mekar, ada banyak bulu di sekitarnya. Terus, aku menjilat lubang pantatnya. Rasanya seperti kue bakpao. Sambil menjilat aku membuat kesimpulan,

“Woow, jangan-jangan dia sudah beberapa kali diajak main ala Yunani!” Kuajukan pertanyaan yang lugas, “Kamu pernah pergi ke negeri Yunani?” Sofy berkata dengan suara yang lembut, sambil menyentuh kemaluannya dengan tangan kirinya, “Oooh ya, sayang.. aku sudah beberapa kali pergi ke negeri Dewa dan Dewi itu.

Hmm, enak main-main ala Yunani yang kuno! Kamu orangnya pinter ya, Remon. Kamu suka mempelajari pantat cewek?” Kujawab secara jujur dan lugas, “Iya, bener, aku suka pantat cewek-cewek!” Tiba-tiba terdengar suara dari perutku yang tandanya aku lapar. Terus, aku usulkan, “Eh, Sofy, aku jadi laper nih.

Ayo, kita lanjutkan makanannya lagi, supaya dapat tenaga untuk permainan kita selanjutnya.” Sofy sedikit kecewa karena diinterupsi, tapi dia setuju dengan usulku. Ternyata dia juga lapar sekali. Sehabis makan, aku pergi ke toilet dan Sofy bertanya, apa aku perlu ditemani. Aku bilang sambil senyum,

“Tunggu sebentar, ya sayang? Jangan kuatir, aku cepet kembali lagi.”

“Ya, cepetan aja ya, sebab aku sudah nggak tahan lagi! Sudah dua minggu aku tidak diajak main. Aku pesan buah-buahan, ya?” katanya.

“Boleh aja, buah-buahan juga diajak main bersama kita nanti,” jawabku. Di toilet aku sedang buang air kecil sambil mengambil nafas yang dalam.

Burungku sudah kembali setengah tidur lagi dan aku merasa suatu nafsu yang besar untuk bercinta dengan Sofy. Sehabis ini, aku menuju ke wastafel untuk mencuci tanganku. Kulihat wajahku di cermin, gembira dan agak merah. Terus, aku bilang kepada diriku sendiri, “Cool, si Sofy ini bener-bener perlu ditangani secara baik, sebab sudah rasa gatal total!” Lalu kukeringkan tangan basahku dan mengamati sekitar ruang toilet.

Aku menemukan sebuah mesin kondom. Hatiku gembira, “Nah, ini dia, temanku yang dicari!” Kumasukkan uang logam ke dalam mesin itu dan tarik pada tombol di bawah. Lalu, ada dua biji kondom merek Durex yang keluar. Aku kembali ke ruang makan privat kami lagi. Di situ aku kaget saat melihat Sofy dengan pantatnya menuju ke arah pintu masuk dan sedang main dengan dildo di dalam liang senggamanya.

Sekarang pantatnya kelihatan lebar dan sedang bergoyang. Kuambil nafas dan mengelus pantatnya. Kemudian, kujilat pantat dan lubang pantatnya sampai dia mengerang, “Yaauw.. ya, Remon, tolong ambil dildo yang kecil dari tasku,” perintahnya. Kuambil tasnya dan mencari dildo di dalamnya. Lantas, kutemukan sebuah dildo yang kecil (warnanya kuning langsat), yang sering dipakai untuk melebarkan lubang pantat.

Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu ruang makan kami. Aku tanya dengan hati yang jengkel,

“Ya.. siapa itu?!”

“Maaf ya, saya ganggu Pak.. saya pelayan restoran dengan mengantar buah-buahan,” kata pelayan restoran.

“Tunggu sebentar, ya!” jawabku.

Sofy mengeluarkan dildo dari liang senggamanya dan kembali duduk di kursi tanpa memakai celana dalam, sedangkan aku menyimpan dildo kecil di dalam kantong kemejaku. Lalu, kubuka pintu dan pelayan restoran masuk.

Dia menaruh buah-buahan yang sudah dikupas di atas meja makan dan sekaligus dia meringkas meja makan. Dia minta maaf sekali lagi pada kami. Sesudah dia pergi, aku mengamati wajah Sofy yang kelihatan haus seks.

Kemudian, Sofy melepas rok dan blusnya serta memandangku dengan badan yang telanjang total. Terus, dia menuju ke arahku. Dia memeluk dan menciumku. Kutarik dia dari ciuman itu dan mengantarnya ke meja makan, menyuruhnya berbaring di atas meja itu.

Sofy sempat melepaskan kancing kemejaku dan kulepas celana panjang termasuk celana dalamku. Dalam sekejap waktu aku juga telanjang total. Terus, Sofy mengambil sepotong buah mangga dan sekerat buah jeruk manis.

Kedua-duanya diperas di atas burungku. Aku merasakan dinginnya sari kedua buah itu. Lalu, dia jilat burungku dan emut pelirku juga. Jilatannya terasa enak dan lembut sekali. Aku mengambil nafas yang dalam sambil bilang dengan suara yang serak, “Cool Sofy, sedap sekali!” Tiba-tiba Sofy berhenti dan mengambil dildo yang kecil tadi dari kantong kemejaku, lalu memberikannya padaku, dia memutar badannya dengan punggungnya menghadap ke arahku.

Dia perintah, “Tolong masukkan dildo kecil itu ke dalam lubang pantatku tanpa disemir.” Kupikir, “Ya, kenapa tidak, tambah kelihatan erotis.” Sofy sudah tidak sabar lagi, “Ayo, cepet dong!” Kemudian kumasukkan dildo itu ke dalam lubang pantatnya secara bertahap dan Sofy berteriak seperti macan betina. Aku bermain-main dengan dildo kecil, keluar-masuk, keluar-masuk sampai Sofy menjadi buas.

Dia memutar badannya ke arahku lagi, menjilat burungku lagi dan kali ini secara rakus. Sementara waktu, aku harus jaga diri, supaya burungku tidak meledak terlalu cepat. Jadi, kutarik rambut Sofy dan dia mengerti. Sofy tanya, apa aku bawa kondom. Lalu, kukeluarkan kondom dari kantong celana panjangku dan membuka bungkusan kondom itu dengan gigi depanku.

Lalu, kuambil kondom itu dan memasangnya di burungku yang sedang berdiri kencang. Kali ini, aku disuruh berbaring di atas meja makan dan Sofy naik ke atas meja itu. Lantas, dia jongkok dan memasukkan batang kejantananku ke dalam liang kewanitaannya.

Melalui kondom itu aku bisa merasakan betapa hangat dan basah liang kewanitaan Sofy. Dia mulai pompaku dan aku bilang, “Tolong pelan-pelan aja dulu!” Aku meraba kedua buah dadanya sambil menjilat puting susunya. Kedua tanganku turun sampai ke pinggang dan pinggulnya. Lantas ke arah pantatnya sampai ketemu dildo kecil yang masih ada di dalam duburnya.

Kuangkat tubuh Sofy dan kuputar dia, sehingga aku memasukkan batang kejantananku dari belakang ke dalam liang senggamanya. Pompaanku seirama dengan dorongannya ke belakang. Aku bermain-main dengan dildonya, masuk-keluar, masuk-keluar.

Sofy menjadi buas dan seluruh badannya berkeringat. Lalu, aku tarik dildo kecil itu dari dubur Sofy dan kumasukkan batang kejantananku (yang masih diselimuti oleh kondom) ke dalam lubang pantat Sofy secara pelan-pelan, supaya dia tidak kesakitan.

Dia mengerang sampai terengah-terengah. Aku berkeringat luar biasa. Aku bilang ke diriku, “Jangan semprot sekarang, jangan semprot sekarang!” Beberapa saat kemudian, aku sudah tidak tahan lagi dan berbisik pada Sofy, batang kejantananku mau meledak. Sofy berteriak,

“Tolong semprotkan air manimu di wajahku.”

Pada saat itu juga kutarik batang kejantananku dari lubang pantatnya sambil Sofy cepat memutar badannya dan jongkok di depanku. Aku melepas kondomku dan menyemprotkan spermaku (yang berwana kuning langsat) di wajah dan mulut Sofy sambil berteriak keras.

Dia menelan spermaku dan menjilat batang kejantananku bersih sampai tetesan yang terakhir. Aku gemetar sekaligus merasa lega dan puas. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Sedarah IGO Hot BH Hitam Tante Wike

“Terima kasih. Enak sekali, Remon. Cool man! Kamu tahu bener gimana caranya menggairahkan seorang wanita. Akan kuanjurkan juga ke teman-teman perempuanku yang lain.” kata Sofy dan dia menciumku di mulutku. Lalu, dia pergi ke toilet.

Aku minum dari gelas anggur merahku dan mengenakan pakaian lalu pergi ke toilet. Sesudah kira-kira 10 menit aku kembali ke ruang makan dan lihat Sofy di situ sambil minum anggur putihnya. Penampilannya sudah rapi kembali, tapi masih tersenyum nakal padaku. Lantas kami memutuskan untuk membayar dan pergi ke Hardrock Cafe.

Sesudah membayar kami keluar dari restoran Intan Marina. Aha.. sudah agak sejuk di luar. Bagus, bagus! Aku puas hati sekali. Dan Sofy, ooh.. dia meremas batang kejantananku sambil kami berjalan kaki ke mobilku. Ternyata Sofy masih mau lagi, woow.. woow..! - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks