Cerita Dewasa Gadis Bokingan Yang Sungguh Menawan

Cerita Dewasa Gadis Bokingan Yang Sungguh Menawan - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Terhot Lenguhan Emy Karyawan BaruCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Kutelusuri jalanan Kota S yg sudah 2 tahun aku tinggalkan, masih tidak banyak perubahan yg berarti, melewati jalan protokol yg dihiasi beberapa hotel bintang lima, sepanjang jalan BR hingga EM. Melintas di depan Hotel H, S dan W semuanya mengandung banyak memory di kota ini. Sopir mobil sewaan nyerocos tak karuan menerangkan seluk beluk kota ini.

Cerita Sex Terbaru 2016 Gadis Bokingan Yang Sungguh Menawan
Cerita, Dewasa, Gadis, Bokingan, Yang, Sungguh, Menawan, cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita semi, cerita horny, cerita panas, cerita porno, cerita bokep.

Novel Seks - Sementara pikiranku melayg beberapa tahun yg lalu. Saat itu musim hujan Desember 2001 di sela gemericik gerimis hujan, aku masih ingat betul tanggalnya 20 karena saat itu ada perayaan Natal yg disiarkan secara sentral oleh seluruh TV. Melalui Renald, aku dikenalkan seorang cewek sesuai yg aku idamkan, tinggi, putih dan tentu saja cantik, meskipun dadanya tidak sebesar yg aku dambakan, tetp 34B bukanlah ukuran yg kecil, tinggi 167 cm ditambah dengan sepatu hak tingginya menambah pesona sexynya.

Kumpulan Cerita Sex Bispak, Cerita Sex Bokingan, Cerita Ngentot ABG, Cerita Ngewe ABG Sange, Cerita Nyata Sex IGO, Cerita Dewasa Bergambar Terbaru 2016.

“Hi, Melan,” katanya saat dia memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya.

“Angga,” balasku menyambut uluran tangannya. Cantik sekali dengan potongan rambut shaggy-nya, celana jeans dan kaos press body orange tidak bisa menyembunyikan potongan lekuk tubuhnya yg aku taksir usianya sekitar 25 tahun. Malam semakin merangkak naik, gerimis di luar benar benar mengundang kehangatan, begitu juga percakapan kami sepertinya sudah kehabisan topik umum.

“Kita ke kamar yuk,” ajaknya sambil tatapan matanya penuh arti.

“OK, oh ya Renald urusan dengan kamu besok aja ya,” kataku sambil menggandeng Melan kearah lift.

Dia berjalan di sampingku sementara kupeluk pinggangnya dengan mesra, sungguh serasi dengan tinggiku yg 180 cm, membuat semua orang melirik ke arah kami. Kamar 815 terletak di ujung koridor, jalan koridor terasa tidak sepanjang tadi siang saat aku check in di hotel ini.

Kubuka kamar hotel, masih tercium bau asap rokok sisa aku merokok tadi siang. Rupanya Room Boy belum membersihkan kamar yg sudah aku tinggal sejak tadi sore, sehingga kamar tidur kelihatan tidak rapi.

“Kamu habis main tadi siang ya?” godanya setelah melihat keadaan dalam kamar.

“Ah enggak, Room Boynya saja yg malas ngeberesin,” sanggahku, “lagian lebih baik energinya disimpan untuk real fight,” lanjutku.

“Emang mau fight dengan siapa?” godanya lagi.

“Ya dengan siapa yg mau dan yg ada, dan sepertinya sudah ada di kamar ini,” godaku balik sambil merebahkan badanku di ranjang. Kunyalakan rokok Gudang Garamku untuk menghilangkan nervous-ku (itu biasa aku lakukan) sementara dia mengeluarkan Marlboro putih dari tas Channelnya.

“Boleh aku merokok?” tanya tanpa menunggu jawaban dariku sudah menyelipkan sebatang rokok di bibir merahnya dan segera menyalakannya. Kutarik lembut tangannya ke arahku, dia duduk di tepi ranjang, dapat kucium parfum Issey Miyakenya semerbak disekeliling tubuhnya, menambah gairahku semakin menaik tinggi.

“Dasar hidung bodoh, masak tidak bisa mencium parfumnya sejak di lift,” umpatku dalam hati. Kutarik lagi tubuhnya supaya lebih mendekat, dia rebahkan kepalanya di dadaku, kembali rambutnya semerbak wangi, tanganku mulai bergerak mengusap punggungnya, kemudian kusisipkan dibalik kaos orange-nya sehingga aku bisa merasakan halusnya kulit punggungnya yg putih mulus.

“Aku lepas kaosnya ya, kainnya ini kasar.”

Kemudian dia bangkit berdiri menghadap jendela dan membelakangiku, menyingkap kaosnya ke atas dan melipatnya di sofa, selanjutnya dilepasnya pula celana jeansnya sehingga aku bisa melihat pasangan pakaian dalamnya hitam dengan renda renda hijau.

Meskipun masih kulihat dari belakang, tp aku sudah tidak bisa menahan gejolak di dalam ini, dia begitu sexy. Kemudian dia berbalik dan berjalan ke arahku, oh very very sexy, it’s perfect. Kulit tubuhnya yg putih mulus hanya berbalut bikini semakin menonjolkan potongan body sexy-nya, buah dadanya yg putih terlihat sebagian menonjol dibalik BH semakin membuat k0ntolku tidak mau dikontrol lagi. Sungguh pemandangan yg begitu indah.

“Lho, koq belum dilepas Bang?” tanyanya (aku tak mau dipanggil Pak, supaya tidak terlalu resmi).

“Eh eh,” aku sampai terbengong karena terpesona keindahannya.

“Aku lepasin ya, nanti kusut bajunya,” katanya sembari mendekat ke arahku. Perlahan dia membuka kancing bajuku, terus celanaku sehingga tinggal cuma celana dalamku saja, kelihatan sekali tonjolan di selangkanganku.

Aku masih terbengong menikmati cantiknya wajah dan keseksian tubuhnya, lalu dia menciumi mukaku, aku sudah tidak bisa menahan diri lagi, kutarik tubuhnya sehingga menindih tubuhku, buah dadanya terasa menempel di dadaku. Kami berciuman, sementara tanganku mulai meraba tali BH di belakang dan melepas kaitannya, terus terang tanganku agak gemetaran sehingga perlu perjuangan untuk melepas kaitan di punggungnya.

“Ah Abang nakal,” desahnya di sela-sela ciuman kami, tp dia tidak perduli ketika BH-nya aku tarik kesamping sehingga terlepas dan kulempar ke sofa. Terasa buah dadanya menempel langsung ke dadaku, betapa hangatnya tubuhnya, dia terus menciumiku, kemudian turun ke leher, hingga sampai ke dadaku, dijilati dan diisapnya puting sebelah kananku (merupakan titik rangsangan paling sensitif bagiku). ‘Gila, ganas juga ini cewek’ pikirku sambil memainkan puting buah dadanya.

Hot banget, aku sudah tidak tahan lagi, ingin kubalikkan tubuhnya dan gantian untuk menikmati keindahannya tubuhnya. Tp sebelum itu terlaksana, dia langsung turun ke bawah, menarik celana dalam Jockey putih ku, sehingga nongollah k0ntol yg dari tadi tertekan celana dalam.

“Wow very big, very very big,” gumannya sambil memegang 17cm k0ntolku, terlihat tangan putihnya begitu mungil dan sangat kontras dengan k0ntolku yg kecoklatan. Dikocoknya k0ntolku dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya mengusap pangkal k0ntol dan kantong pelir di bawahnya, sambil dia duduk di antara selangkanganku yg aku buka lebar. Sekarang terlihat begitu jelas bentuk buah dadanya begitu jelas, begitu indah dan padat lagi.

“Tetekmu bagus,” kataku sambil menggumam tidak jelas. Dia terus melihatku sambil tersenyum manis, aku gemes melihat bibirnya yg indah itu, tanpa sadar bahwa barusan aku mengulum bibir itu,
“Terima kasih,” katanya sambil terus mengocokku, hingga keluar cairan putih bening karena begitu terangsang. Tiba tiba dia menunduk dan menjilat kepala k0ntolku yg basah itu terus turun ke pangkal k0ntol selanjutnya turun lagi hingga mendekati anus. “Aaaaahhhhh” aku menggeliat kegelian atau keenakan atau apa aku sudah tidak tahu lagi mengatakannya.

Akhirnya aku tidak tahu lagi ketika tersadar bahwa k0ntolku sudah di dalam mulutnya, kulihat kepalanya turun naik seirama keluar masuknya k0ntolku dalam mulutnya, aku tahu dia kesulitan memasukkan semua k0ntol itu ke dalam mulutnya sehingga hanya separo yg bisa keluar masuk, tp aku sudah tidak perduli lagi, kupegangi kepalanya sambil mendorongnya supaya k0ntolku bisa masuk lebih dalam lagi.

Setelah beberapa saat, dia naik keatas dan rebah di sebelahku, menarikku ke atas tubuhya. ‘Nah sekarang giliranku’ pikirku sambil melepas celana dalam hitam-hijaunya, kulihat cairan di sebelah dalamnya, rupanya dia sudah begitu terangsang. Aku naiki tubuhnya, kuciumi wajahnya dan lagi aku kulum bibir yg begitu merangsang, kemudian aku kulum telinganya.

Dia menggeliat kegelian dan mulai mengerang keenakan sambil tangannya memainkan dan mengocok k0ntolku yg sudah makin mengeras seolah mau meledak. “Ouuuhhhhh ya,” desahnya di telingaku, aku terus menjilati leher jenjangnya sambil tanganku mulai memainkan bibir memeknya, basah. Aku jilat putingnya yg kemerahan terus mengulumnya kemudian pindah ke puting satunya terus pindah lagi, begitu seterusnya.

“Ayo Bang, masukin, sudah nggak tahan nih,” pintanya sambil mendesah. Tak tega juga aku melihatnya (atau mungkin lebih tepat tak tahan kali), kemudian aku atur posisi tubuhku diantara kakinya yg sudah dibuka lebar, dia menekuk lututnya ke atas dengan posisi siap menerima. Aku gesek gesekkan k0ntolku di bibir memeknya yg sudah basah, kemudian perlahan lahan kumasukkan ke dalam.

“Aaaahhhh pelan bang,” desahnya. Sedikit demi sedikit kumasukkan, tp belum sampai setengah kucabut, kumasukkan lagi dan kucabut lagi, begitu terus sampai semua 17 cm k0ntolku tertanam kedalam.

Aku diam sesaat sebelum mulai mengocok memeknya, sambil merasakan kenikmatan jepitan dan pijatan di dalam. Gila, k0ntolku rasanya dipilin-pilin di dalam. Kemudian kutarik perlahan sampai hampir keluar dan kumasukkan lagi sampai pangkal k0ntolku begitu seterusnya.

Beberapa kali dia mengubah posisi kakinya, mulai diangkat keduanya dan diletakkan di bahuku, lalu kaki kanan ditekuk keatas sampai hampir menyentuh kepalanya, kemudian menjepit pinggangku begitu seterusnya sambil tak lupa aku terus mengulum kedua putingnya secara bergantian ketika posisiku memungkinkan. Setiap posisi kaki yg berbeda memberikan efek jepitan memek yg berbeda (bagi yg pernah merasakan pasti ngerti).

Merasa sperma udah di ujung k0ntol, aku cabut keluar kemudian kubalikkan dia hingga tengkurap dan kutarik pantatnya ke atas sehingga posisinya nungging dengan bibir memek tepat di depan k0ntolku yg masih tegang. Terlihat raut mukanya seakan akan mau protes merasakan kenikmatan yg terputus, tetp aku jawab dengan menusukkan k0ntolku ke memeknya dengan keras, rupanya dia tidak menygka akan mendapat gerakan begitu keras menghunjam di memeknya sehingga dia cuma bisa “auuuuuuu” kepalanya mendongak sesaat dan tangannya meremas sperei ranjang.

Buah dada yg menggantung tentunya tidak bisa ku sia-siakan. Kubungkukkan tubuhku untuk meraih tetek yg indah itu, sebagai pegangan kutarik kebelakang sehingga k0ntolku makin masuk ke dalam menyentuh ujung dinding memek yg dalam (rahim?) seolah ujung k0ntol yg keras ini terkena benda yg ada di dalamnya.

Beberapa saat kemudian dia sudah bisa mengikuti irama goygan pantatku, sehingga dia sudah bisa mulai menikmatinya. Akhirnya aku keluar meskipun belum orgasme (harap dibedakan antara keluar dan orgasme, bagi yg tahu dan mengalami pasti paham perbedaan antara orgasme dan keluar) tak lama kemudian kurasakan tangannya mencengkeram tanganku dengan kencang sambil mengerang.

“aaaauuuhhhh Bang,” erangnya sambil menutup mata dan menggoyg goygkan kepalanya ke kiri dan kanan, kurasakan denyutan di dalam memeknya, dia sudah orgasme, kucabut k0ntolku yg sudah basah.

Karena aku belum orgasme, game is not over yet, kutarik tubuhnya kearahku sehingga kami berdua dengan posisi jongkok di atas lutut, dengan dorongan sekali lagi kumasukkan seluruh k0ntolku ke dalam memeknya yg sudah basah, dia mendongakkan kepalanya dan melihat ke arahku, kaget karena tidak menygka akan kuperlakukan seperti itu, dia terus mengerang tak jelas.

Aku paling suka melihat expresi cewek yg sudah orgasme tp terus di entot, mungkin anda tahu sendiri bagaimana rasanya kalau sudah orgasme tetp masih terus dikerjain sama cewek, antara geli, enak, nggak enak pokoknya kayak gitu lah.

“Aaaah Abang naaakaaaalll,” teriaknya, tp beberapa saat kemudian dia juga mulai ikut menggoygkan iramaku. Hingga akhirnya aku benar benar orgasme setelah keluar beberapa kali, dan ku semprotkan sperma tetesan terakhir di dalam memeknya.

Kami berdua kemudiah telentang kecapekan di ranjang, kulihat langit langit kamar hotel seperti puas menikmati pertunjukan kami, tangan Melan masih memainkan k0ntolku yg sudah mulai lemas, tak terasa 45 menit sudah permainan ini.

Malam itu kami masih bisa main dua kali lagi dengan berbagai posisi yg mungkin sebelum ketiduran. Ketika bangun kulihat dia sudah mandi dan mengenakan pakaiannya yg sexy, dengan koran dan kopi di sebelahnya, tp perasaanku sudah tidak seperti kemarin, karena aku sudah melihat dan menikmati tubuh sexy dan kemontokan di balik kaus ketatnya. Aku tersenyum puas. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Terikini Kecupan Manis Tante Eni

Setelah aku mandi dan bersiap ke kantor, kuselipkan amplop di tas Channelnya dengan sepengetahuan dia sebagai imbalan atas servisnya semalam. Melan adalah memang seorang Gadis Panggilan yg freelance.

Lamunanku buyar ketika mobil sewaan memasuki area Airport J, jam tanganku menunjukkan pukul 8:30 malam, berarti masih 30 menit menunggu pesawat dari Jakarta. Sambil menunggu dimobil kunyalakan lampu baca diatas dan kubaca Post, koran sore. Tp kembali kenangan masa lalu menyelinap lagi di kepalaku.

Setelah pertemuan itu, aku sering memakai jasa dia, baik di Kota S ataupun saat keluar kota, tidak jarang aku booking dia untuk temanku yg datang dari Jakarta atau client kantor (akan diceriterakan di lain kesempatan). - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks