Cerita Dewasa Gairah Sex IGO Anak Sahabat Kakakku

Cerita Dewasa Gairah Sex IGO Anak Sahabat Kakakku - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Top Terkini Kontol Besar IparkuCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.

Cerita Sex Gairah Horny Top Anak Sahabat Kakakku
Cerita, Dewasa, Gairah, Sex, IGO, Anak, Sahabat, Kakakku, cerita ngentot, kumpulan cerita ngentot terbaru, cerita ngentot 2016, cerita ngentot bergambar, cerita ngentot nyata, kisah ngentot sama abg, cerita ngentot paling top
Ilustrasi Foto Syur ABG Bispak Tertop 2016

Novel Seks - Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Occa, duduk di kelas 2 SMP.

Kumpulan Cerita Ngentot ABG Bispak, Cerita Ngesex ABG Binal, Cerita Sex Perawan Horny, Ngentot ABG Sange 2016, Ngesex ABG Birahi Malam.

Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. Oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

“Hallo, Oom Ryan..!” Occa yg baru masuk tersenyum. “Eh, tolong dong bayarin bajaj… uang Occa sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”

Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan bajaj yg cuma dua ribu rupiah.

Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Occa duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yg sedang setengah jalan. Dia memandang kepadaku dan tertawa geli.

“Ih! Oom Ryan! Begitu to, caranya..? Occa sering diceritain temen-temen di sekolah, tp belon pernah liat.”

Gugup aku menjawab, “Occa… kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”

“Aahhh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tuh liat… cuma begitu aja! Gambar yg dibawa temen Occa di sekolah lebih serem.”

Tak tahu lagi apa yg harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Occa justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Occa terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Occa sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan… astaga! Ia mengenakan daster yg pendek dan tipis. Tubuh mudanya yg sudah mulai matang terbayg jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

Setelah makanan siap, aku memanggil Occa. Dan.., sekali lagi astaga… jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yg menjulang membayg di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yg tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yg indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yg merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

“Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..?”

“Ah, gampang! Semut lagi push -up! Kan ada di tutup botol Fanta! Gantian… putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”

Occa mengernyit dan memberi beberapa tebakan yg semua kusalahkan.

“Yg bener… Occa pakai seragam sekolah, kepanasan di bajaj..!”

“Aahhh… Oom Ryan ngeledek..!”

Occa meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tp ia terus menyerang sambil tertawa, dan… tersandung!

Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Occa mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Occa makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yg membayang.

“Uuuhh… mmmhhh…” Occa menggelinjang.

Kesadaranku yg tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yg sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tp gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya. Aahhh..! Occa menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

Aku segera mengulum puting susunya yg merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Occa yg mengelus belakang kepalaku dan erangannya yg tersendat membuatku makin tak sabar.

Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit vaginanya yg baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yg sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Occa. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehhh… mmmaaahhh..,” tangan Occa meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir vaginanya kucium.

Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.

“Ooohh… aduuhhh..,” Occa mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan vaginanya yg masih begitu rapat.

Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir vaginanya mulai membuka. Sesekali lidahku membelai kelentitnya dan tubuh Occa akan terlonjak dan nafas Occa seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Occa tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan k0ntolku yg tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Occa.

“Mmmhh… mmmhhh… ooohhhmmm..,” ketika Occa membuka bibirnya, kujejalkan kepala k0ntolku.

Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai vaginanya.

Segera saja k0ntolku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Occa dan bibirku melumat bibirnya. Aroma k0ntolku ada di mulut Occa dan aroma kemaluan Occa di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala k0ntolku ke celah di selangkangan Occa, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Occa menekan pantatku dari belakang.

“Ohhmm, mam… masuk… hhh… masukin… Omm… hhh… ehekmm…”

Perlahan k0ntolku mulai menempel di bibir liang vaginanya, dan Occa semakin mendesah-desah. Segera saja kepala k0ntolku kutekan, tetp gagal saja karena tertahan sesuatu yg kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung k0ntolku yg besar ini. Terus terang saja, ukuran k0ntolku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Occa masih SMP dan ukuran lubang vaginanya terlalu kecil.

Tetp dengan dorongan nafsu yg besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Occa memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku.

Aku menekan lagi, dan terasa ujung k0ntolku membentur dasar padahal baru 3/4 k0ntolku yg masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Occa terbiasa dengan benda yg ada di dalamnya.

Sebentar kemudian kernyit di dahi Occa menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Occa mengernyit lagi, tp lama-kelamaan mulutnya menceracau.

“Aduhhh… ssshhh… iya… terusshh… mmmhhh… aduhhh… enak… Oommm…”

Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Occa, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Occa sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 k0ntolku menancap di vaginanya. Tanpa perlu diajarkan, Occa segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Occa makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang k0ntolku.

Setelah tubuh Occa melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Occa tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yg kedua.

Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yg basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.

“Aduh, Oom… Occa lemes. Tp enak banget.”

Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yg halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yg lelah sudah terpuaskan, tp segera kurasakan k0ntolku yg telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Occa yg masih amat kencang. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Membobol Darah Keperawanan Pacarku

Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan… kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme,dan Occa… entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Occa kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

Kembali ke rumah Firman, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Occa pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum k0ntolku.

Tp segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yg tergerai yg bergerak-gerak mengikuti kepalanya yg naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yg kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD. - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks