Cerita Dewasa Mesum Masalah Tentang Soal Ujian

Cerita Dewasa Mesum Masalah Tentang Soal Ujian - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Sensasi Bercinta Dengan ABG ArabCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Neng Adelia……” sebuah suara memanggil seorang gadis yg baru saja keluar dari sebuah kelas di salah satu SMU swasta terkenal di ibukota. Saat itu kegiatan belajar mengajar di sekolah baru saja selesai, dan semua siswa-siswi bersiap-siap untuk pulang. Gadis yg dipanggil itu berhenti sejenak lalu memutar tubuhnya ke belakang sambil menatap seorang lelaki setengah baya yg tergopoh-gopoh lari ke arahnya.

Cerita Sex Terbaru 2016 Mesum Masalah Tentang Soal Ujian
Cerita, Dewasa, Mesum, Masalah, Tentang, Soal, Ujian, cerita sex pelajar, cerita dewasa mahasiswi, cerita mesum abg, cerita ngentot 2016, kumpulan cerita semi terbaru

Novel Seks - Melihat siapa yg datang, gadis itu langsung memisahkan diri dengan teman-temannya, lalu mengajak lelaki tadi masuk kembali ke dalam sebuah kelas kosong untuk berbicara 4 mata saja. Nampaknya ada hal yg sangat serius yg mereka obrolin. Sekitar 10 menit mereka mengobrol, kemudian gadis itu keluar dari kelas itu dengan tersenyum penuh arti.

Kumpulan Cerita Ngentot ABG Bispak, Cerita Ngesex ABG Binal, Cerita Sex Perawan IGO, Ngentot ABG Sange, Ngesex ABG Birahi Terbaru 2016.

Demikian juga lelaki setengah baya itu. Entah apa yg mereka bicarakan. Akhirnya gadis itu kembali menyusul teman-temannya, bersiap-bersiap untuk pulang. Nama gadis itu adalah Adelia. Usianya baru 17 tahun. Ia sekolah di kelas 2 sebuah SMU swasta terkenal di ibukota ini. Adelia merupakan salah satu cewek terpopuler di sekolahnya.

Gadis belia itu sangat cantik, dengan hidung mungil yg lucu. Dia memiliki kulit putih bersih yg mulus, mata bulat dengan bulu mata yg lentik dan panjang hitam lurus sepunggung. Gadis manis itu memiliki tubuh mungil khas remaja, dengan dada yg tidak begitu besar namun montok dan menantang serta dihiasi seragam SMU yg ketat, rok yg beberapa centi di atas lutut, dan kaus kaki putih panjang yg menutupi keindahan betisnya.

Ya, kecantikan wajah dan tubuhnya, nyaris sempurna, sangat sesuai dengan selera om-om hidung belang. Ditunjang bibirnya tipis menggoda, dan selalu dihiasi senyum nakal remaja, membuatnya sebagai magnet bagi kaum lelaki, termasuk lelaki yg baru saja diajaknya ngobrol di kelas tadi. Lelaki setengah baya yg baru saja berbicara dengan Adelia adalah Mang Rony.

Dia adalah pesuruh sekolah ini yg bertugas antara lain sebagai tukang sapu sekaligus tukang kebun sekolah. usianya sudah 50 tahun. Dia bertubuh tinggi besar dan berkulit hitam. Rambutnya yg putih tipis nyaris botak sedangkan kumis dan janggutnya tumbuh liar tak teratur. Tetapi yg paling tidak mengenakan untuk di lihat adalah tampanganya sangat jelek.

Tahun ini dia sudah bekerja selama 12 tahun dan dia dipertahankan kepala sekolah karena sangat baik dan rajin. Murid-murid sekolah itupun sangat senang bergaul dengannya yg sangat ramah. Di sebuah kompleks perumahan Pukul 16.00 Dengan sepeda bututnya, Mang Rony menyusuri jalan di sebuah perumahan menengah atas. Sepeda itu berhenti di sebuah rumah bertingkat dua dengan taman garasi mobil di sampingnya. Mang Rony menjulurkan tangannya ke dalam pagar untuk mencari knop bel.

Tak lama kemudian dari dalam sana keluar seorang gadis belia dengan senyuman khasnya yg nakal. Gadis itu adalah Adelia. Tubuhnya yg indah itu terbungkus hotpants ketat berwarna putih dan baju berkancing tanpa lengan yg berwarna sama dengan bawahannya. Penampilan sangat seksi dan menggoda sore itu.

“Sore mang, yuk masuk!” ajak gadis itu.

Maka Rony pun akhirnya memasukkan juga sepedanya ke dalam setelah Adelia membukakan pagar untuknya. Mang Hamat mengikutinya dari belakang, sesekali matanya menatap pantat gadis itu yg bergoyg kesana-kemari dengan indahnya. Begitu bulat dan padat sempurna bokong itu sampai Mang Rony gemas ingin meremasnya.

Adelia menyuruh Mang Rony memasukkan sepedanya ke garasi yg kebetulan hari itu kosong, yg menandakan ada yg memakai mobil keluarganya. Kemudian dia mengikuti si empunya rumah memasuki rumah itu setelah melepas alas kaki dan menaruhnya di depan pintu.

“Mang Rony bawa kan barangnya?” tanya Adelia dengan wajah penuh harap.

“Bawa neng. Tapi harus cepat-cepat dikembalikan. Takut kepala sekolah tahu”

“Tenang aja, cuman bentar kok” jawab Adelia dengan tersenyum puas.

“Tapi duit perjanjiannya sudah ada kan neng?”

“Santai saja mang. Tapi saya lihat dulu dong apa yg Mang Rony bawa apa”

“Boleh” jawab Mang Rony seraya mengeluarkan sesuatu dari balik punggunya.

“Eh mang, kita lihat di kamar Adelia aja. Ga ada orang kok” kata Adelia lalu mengajak Mang Rony ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, gadis itu lalu duduk di atas ranjangnya yg diikuti Mang Rony.

“Mana mang?”

“Ini neng, seperti yg neng minta” kata Mang Rony tersenyum sambil menyerahkan sebuah map berisi beberapa lembar kertas. Adelia melihat semua isi map itu dan ikut juga tersenyum bahagia.

“Benar kan ini yg neng Adelia mau?”

“Benar mang. Pintar juga nih si mamang” puji gadis itu

“Siapa dulu dong….Rony bin Abdul Aziz” kelakar pesuruh sekolah tua itu sambil membusungkan dadanya.

“Tapi ga ada yg tahu kan?”

“Sumpah ga ada neng. Tenang aja. Sekarang mana duit yg neng janjikan” Adelia terdiam sejenak. Dia memang menjanjkan sejumlah uang kepada pesuruh sekolahnya ini untuk “jasa’ yg telah dilakukan Mang Rony.

Tapi terus terang dia tidak menygka Mang Rony akan berhasil. Adelia sebenarnya orang yg berada. Uang jajannya terbilang banyak. Orangtuanya selalu memberikan uang jajan setiap bulan (bukan perhari seperti siswa lain), dengan jumlah yg cukup banyak untuk ukuran anak SMA.

Hal itu dimaksud agar Adelia jadi disiplin dan bisa me-manage duit sendiri. Tapi sayg, gaya hidup Adelia sangat glamor, suka hura-hura. Dia memang dikenal cukup gaul, modis karena badannya memang bagus dan wajahnyapun cantik. Butuh biaya yg tidak sedikit untuk mendapatkan semua itu, maka maka tak heran baru pertengahan bulan seperti ini dia sudah kehabisan uang.

Kalau sudah begitu maka jangan harap ortunya yg disiplin dalam hal keuangan itu akan memberikan uang jajan tambahan.

“Mana duitnya neng? Mau mabok-mabokan dulu nih. Hehehe…” pinta Mang Rony.

“eh..gini mang…anu…..” kata Adelia terbata-bata.

“Apa? Jangan bilang ga ada duit?”

“Bukan begitu. Jadi gini. Duit Adelia lagi ga ada sekarang. Habis kepake. Gimana kalo saya bayar bulan depan?”

“Ya elah neng. Tahu gitu ga mau deh mamang ambil resiko kayak gini”

“Maaf deh mang…Bulan depan ya…beneran ini uang jajan saya sudah habis nih” kata Adelia memelas.

“Masa utang. Kalo gitu ga jadi deh. Cape-cape saya nyolong ini” kata Mang Rony sambil berdiri dan siap-siap keluar dari kamar.

Adelia lalu memutar otak dengan cepat. Dia ga boleh membiarkan Mang Rony pergi membawa “barang” itu. Karena itu sangat penting baginya. Menygkut masa depannya. Maka dia bertekad akan melakukan apapun asal dia mendapatkannya. Agaknya terpaksa ia harus memakai cara terakhir, maka dia lalu berdiri dan memanggil Mang Rony yg sudah di pintu kamarnya.

“Mang…..” panggil Adelia pelan, suaranya dibuat sesexy mungkin. Mang Rony menoleh ke belakang.

“Apa lagi? Pokoknya ada uang ada barang.” katanya.

“Jangan gitu dong mang. Lagi ga ada uang. Gimana kalo barang diganti barang?”

“emang pasar loak bisa barang diganti barang”

“Aku yakin barang yg ini mamang suka deh” kata Adelia menggoda.

“Barang apaan?”

“Mamang duduk dulu deh di ranjang ini” kata Adelia, dia lalu berjalan ke pintu kamar.

“Hei.. neng mau kemana?” Adelia diam saja, pintu kamarnya itu dikuncinya lalu kembali ke arah Mang Rony yg duduk bengong tak mengerti. Adelia sekarang berhadapan dengan Rony.

Perlahan-lahan dibukanya kaos tanpa lengennya di hadapan pria tua itu sehingga sehingga BH-nya yg warna pink dan perutnya yg mulus dan putih telah terlihat oleh Mang Rony. Kontan Mang Rony melotot dan kaget dengan perlakuan gadis itu. Matanya makin melotot saat Adelia juga melepaskan BH-nya, sehingga kini kedua payudaranyas terbuka lebar-lebar dan pria itu bisa melihatnya dengan bebasnya.

“Barang yg ini loh yg saya maksud” kata Adelia dengan genit memamerkan dadanya.

Memang payudara Adelia betul-betul indah menggoda. Keduanya begitu menantang untuk diraba-raba dan diremas-remas. Sementara kedua putingnya berwarna kemerahan nampak segar menantang untuk dikulum. Mang Rony masih bengong tak tahu berbuat apa atas perlakukan nekat Adelia.

“Mang, bagaimana kalo duit yg saya janjikan diganti dengan tubuh saya? Mang Rony boleh menikmati tubuh saya sampai mamang puas. Tapi mamang serahkan barang itu” bujuk Adelia.

Lalu tangannya menggapai tangan Mang Rony yg berotot. Tangan Mang Rony yg masih terbengong lalu ditempelkannya di payudaranya. Tangan kekar dan kasar itu tepat memenuhi payudara Adelia. Tangan Mang Rony agak basah berkeringat. Tapi tiba-tiba tangan itu meremas payudara Adelia dengan lembut.

“Aaahh…gitu…terus… Mang..” desah Adelia manja.

“Adelia… tetek kamu indah sekali.. bening banget… kenyal lagi…”.

“Asal mamang mau kasih barang itu, mamang boleh kok menikmtinya sampai puas”

“Benar nih??” tanya penjaga sekolah itu seolah-olah tak percaya.

“Benar Mang” kata Adelia dengan mengarahkan kepala Mang Rony ke payudaranya. A Mang Rony yg sudah terangsang mulai mencium payudara Adelia, dicium, dijilat, dikenyot, dihisap dan digigit putingnya yg berwarna kemerahan.

“Mang.. aaahhh.. aahhh en… enak.. Mang..” “Iya… neng… pentilnya… manis nih”

“Ayo mang nikmatin sepuasmu…ahhhh……” desah Adelia.

Sementara payudara Adelia sedang dilahap oleh mulut Mang Rony, tangannya mulai merambah ke paha gadis itu, dirabanya sebentar paha mulus itu lalu diturunkannya hotpants Adelia ke lantai. Kini Adelia berdiri di kamar itu dengan setengah telanjang di hadapan penjaga sekolah itu dengan hanya memakai celana dalam saja. Sungguh pemandangan yg menggairahkan.

Dibantu oleh Adelia, Mang Rony kemudian meraih celana dalam Adelia dan ditarik ke bawah hingga kaki, otomatis vaginanya yg ranum terpampang jelas dan menyerbakan aroma harum di kamar itu.

“Neng Adelia…bau apa ini…wangi sekali…”

“Bau ini Mang…kan Adelia baru mandi.” jawab Adelia menunjuk ke kelaminnya “Waaaww… pasti rasanya.. enak.. juga.. ya..” “Kalau Mang Rony mau… mencoba.. boleh.. kok.. sodok aja sama ****** Mang Rony.. yg mulai gede…” Adelia melihat batang kemaluan Mang Rony sudah mulai mendesak dari balik celana yg dikenakannya. Tubuh Adelia lalu dibaringkan di tempat tidur.

Mang Rony melotot melihat tubuhnya yg sudah telanjang bulat, matanya terus menatap ke arah vagina Adelia. Nafasnya berubah menjadi semakin liar. Saat itu benar-benar Adelia tambah begitu sexy dan merangsang mata laki-laki ygmemandangnya. Tubuhnya yg mulus, putih dan kencang itu terpampang di atas ranjang hingga membuat darah menggelegak.

“Neng Adelia, ka.. kamu… hgeehh… vagina….bagus….sekali…. ka.. kamu… mau.. ya…”

“Iya… Mang. selesaikan aja sekarang. Habis itu berikan barangnya ya”. Benar-benar Adelia telah menyerahkan seluruh tubuhnya kepada Rony demi barang yg belum tahu apa. Lalu Mang Rony berlutut di depan gadis itu, kepalanya diarahkan ke vaginaanya

Adelia menahan nafas menantikan perlakuan penjaga sekolahnya. “Ooooh. OOHHHHH. Aduuhh. Enaak!!!” Mang Rony menyapukan lidahnya pada bibir kemaluannya. Lidahnya semakin liar saja, kini lidah itu memasuki liang vaginanya dan bertemu dengan klitorisnya. Badan Adelia bergetar seperti tersengat listrik dengan mata merem-melek.

Gadis yg sudah terangsang berat itu mengelus-elus kepala Mang Rony seraya membuka pahanya lebih lebar, kepalanya menengadah menatap langit-langit kamar. Mang Rony nampaknya sudah pengalaman menaklukan wanita, dengan jarinya dia buka vagina Adelia sehingga lidahnya dapat menelusuri lebih ke dalam.

Selain dengan lidah, Rony juga mengerjai liang vagina gadis itu dengan jari-jarinya, jadi sambil menjilat jarinya juga aktif mengorek-ngorek liang itu sehingga area itu semakin berlendir. “Oohhh…enak banget. Hebat banget sih jilat-jilatnya….ohhh…ohhhh….” desah Adelia. Adelia, anak kelas 2 SMU yg cakep dan populer itu, yg jadi idaman seluruh cowok di sekolah itu, kini dibuat jadi tak berkutik dan mendesah-desah makin tak keruan oleh pesuruh sekolahan itu.

Apalagi sekarang kedua tangan Mang Rony meraih ke atas menggenggam dan meremas-remas masing-masing satu payudara Adelia. “Oooh. AAAHHHHHH. AAAAHHHHHHHH. AAAAAHHHHHHHHH.” Jilatan Mang Rony itu benar-benar ampuh. Sampai-sampai membuat Adelia, cewek bermata indah itu, sekarang jadi basah kuyup vaginanya dibuatnya.

Wajah Mang Rony pun jadi ikutan basah pula kena tetesan cairan dari vaginanya. Namun dengan liar ia terus menjilati vagina basah Adelia sehingga jadi makin kuyup aja. Mang Rony semakin memegang kendali permainan sampai akhirnya kini Adelia benar-benar pasrah dan mengikuti saja seluruh permainan Mang Rony. Hal ini menunjukkan bahwa Mang Rony jauh lebih berpengalaman dibanding Adelia. Kini Mang Rony mengeluarkan kepalanya dari himpitan paha Adelia.

Hal itu membuat Adelia merasa tanggung dan mau marah. Tapi dia sadar jutru dia harus bisa memuaskan lawan mainnya ini demi “perjanjian” tadi. “Ayuk, sekarang neng duduk ya,” kata Mang Rony sambil menyuruh Adelia duduk setengah tiduran di ranjang. Sementara ia melepaskan seluruh pakaian yg melekat di tubuhnya. Nampaknya Mang Rony ingin Adelia melihat k0ntolnya yg akan dikeluarkan.

“Neng Adelia pasti belum pernah lihat ****** orang kampung kayak punya mamang. Sekarang mamang kasih lihat. Gratis. Hehehe..” Kemudian Mang Rony membuka resulting celananya dan menurunkan celana dalamnya sekaligus sehingga menyembullah k0ntol yg sudah mengeras itu di depan wajah Adelia.

K0ntol itu besar dan panjang dengan batang yg hitam dan ujungnya yg bersunat berbentuk helm tentara, membuat Adelia terkesiap karena panjangnya. Ini merupakan k0ntol terbesar yg pernah dilihat langusng olehnya.

Beda dengan punya pacarnya. Walau merasa ngeri saat membaygkan k0ntol itu bakal mengoyak vaginanya, tapi Adelia tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Maka tanpa diminta diapun mulai mendekati k0ntol itu lalu mengelusnya. Tubuh Mang Rony bergetar saat Adelia mulai meraih k0ntol itu dan mengocoknya pelan.

“Tangannya halus..enak…” desah Mang Rony.

Pelan-pelan, Adelia memajukan wajahnya, dia melanjutkan kocokannya sambil menyapukan lidahnya pada kepala k0ntol itu, sehingga Mang Rony mendesah merasakan belaian lidah Adelia pada k0ntolnya serta kehangatan yg diberikan oleh ludah dan mulutnya. Setelah belasan tahun yg lalu lamanya menduda Mang Rony kembali menikmati kehangatan tubuh wanita. Wanita muda dan cantik lagi. Dia sungguh sangat terangsang.

Adelia sendiri walaupun merasa jijik dan kotor, tanpa disadari mulai terangsang dan mulai mengulum benda itu dalam mulutnya. “enaknya!!!” lenguh Mang Rony Adelia terus memaju-mundurkan kepalanya sambil mengulum k0ntol itu, tangannya juga ikut bekerja mengocok batangnya atau memijat buah pelirnya. Pria setengah baya itu merasa semakin keenakan sehingga tanpa sadar ia menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga k0ntolnya menyodoki mulut Adelia seolah menyetubuhinya.

Kini Adelia berhenti memaju-mundurkan kepalanya dan hanya pasrah membiarkan mulutnya disenggamai penjaga sekolah itu itu, kepalanya dipegangi sehingga tidak bisa melepaskan diri. “Uuhhh…gitu , enak…mmmm !” gumamnya sambil memegangi kepala Adelia dan memaju-mundurkan pinggulnya. Adelia merasakan wajahnya makin tertekan ke selangkangan dan buah pelir Mang Rony yg berbulu lebat itu, k0ntol di dalam mulutnya semakin berdenyut-denyut dan sesekali menyentuh kerongkongannya.

“Ohhh…Neng Adelia, terus…terus!” desahnya sambil membelai rambut gadis itu. Saking enaknya, pertahanan Mang Rony langsung jebol dalam waktu kurang dari 5 menit. Wajahnya menegang dan cengkeramannya pada pundak gadis itu makin mengeras. Adelia yg menyadari lawan mainnya akan segera keluar mempergencar serangannya, kepalanya maju mundur makin cepat dan cret…cret…sperma Mang Rony menyemprot dalam mulutnya.

Dengan lihainya Adelia menelan dan menyedot cairan kental itu tanpa ada yg menetes dari mulutnya. Sungguh kenikmatan oral terdahsyat yg dialami Mang Rony sehingga membuatnya melenguh tak karuan. “Uoohh…sedot terus neng…ajibb…jibb…jibbh!!” Adelia melakukan cleaning servicenya dengan sempurna, seluruh batang itu dia bersihkan dari sisa-sisa sperma. Setelah mulutnya lepas tak terlihat sedikitpun cairan putih itu menetes dari mulutnya.

Sungguh teknik yg sempurna, demikian pikir Mang Rony. Adelia kemudia tersenyum genit kearah Penjaga sekolahnya itu. “Neng memang gadis nakal ya, Adelia”. katanya “Asal Mamang mau bantu Adelia, apapaun saya lakukan buat Mang Rony”. Sahut Adelia dengan masih terseyum menggoda. Mang Rony lalu memanggil Adelia untuk duduk di pangkuannnya. Posisi mereka sekarang saling menghadap dimana Mang Rony masih duduk di ranjang dan Adelia diatasnya.

Tanpa malu-malu Adelia menuruti keinginan penjaga sekolahnya itu. Bahkan tanpa sungkan dia mencium bibir Mang Rony. Sambil berciuman tangan Mang Rony kembali meremas bagian-bagian sensitif tubuh gadis mungil itu. Sekarang penjaga sekolah bejat itu menyusu dari payudaranya. Pipi pria itu sampai kempot menyedot puting Adelia, sepertinya dia sangat gemas dengan payudara Adelia yg putih montok dengan puting kemerahan itu.

Adelia senang-senang saja payudaranya dikenyot. Dia sendiri nampak mendesah nikmat dengan kepala menengadah dan mata terpejam. Dengan nakal dia ikut meremas-remas batang Mang Rony yg masih lemas. Perlahan-lahan nafsu gadis itu mulai naik lagi. Begitu juga dengan Mang Rony. Dalam tempo singkat k0ntolnya sudah kembali bangun.

“Masukin ya pak. Adelia sudah ga tahan nih’. kata Adelia yg diiyakan Mang Rony. Adelia lalu mengakat pantatnya dan mengarahkan vaginanya ke k0ntol yg sudah menegang maksimal itu. inilah kali pertama Adelia akan merasakan k0ntol terbesar yg akan memasuki lubang vaginanya yg sempit. Walau sedikit ngeri, tapi nafsunya mengalahkan semuanya. Beberapa kali kepala k0ntol itu terpeleset dan gagal masuk ke celah vagina Adelia.

“Susah banget sih mang. Punya mamang gede sih”

“Sini mamang bantu” Mang Rony lalu membantu dengan mengarahkan k0ntolnya ke vagina gadis itu. Adelia mengigit bibirnya merasakan sedikit perih saat ujung kepala k0ntol Penjaga sekolahnya itu masuk. Pelahan-lahan benda itu meluncur masuk ke dalam miliknya.

“Pelan-pelan mang. Sakit….”

“Iya neng. Vaginanya kesempitan sih” Adelia merintih menahan nyeri saat k0ntol besar itu menyeruak perlahan ke dalam kemaluannya yg sempit, demikian juga Mang Rony meringis menahan nikmat merasakan k0ntolnya tergesek dinding vagina gadis itu.

Dengan beberapa kali gerakan tarik dorong yg keras maupun lembut, k0ntol itu akhirnya terbenam setengahnya ke dalam vagina Adelia. Itupun Adelia sudah merasa penuh sekali. K0ntol itu terasa sangat sesak di liang vaginanya, ini memang bukan pertama kalinya bagi Adelia, namun k0ntol mantan pacarnya Johan tidaklah sebesar milik Mang Rony. Dan ketika dengan kasar Mang Rony tiba-tiba menekankan batangnya seluruhnya hingga amblas.

Adelia tak kuasa menahan diri untuk tidak vaginaik. Perasaan luar biasa bercampur pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik.

“ahh……….mang……ohhhhhhh…….sakit……..” Adelia melolong dengan panjang. “Oohh…enak banget Neng, sempit, legit, padahal udah gak perawan…!” katanya sambil menggoygkan pinggulnya pelan-pelan kemudian makin lama makin cepat. Adelia sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap dia menggerakkan tubuhnya, gesekan demi gesekan di dinding dalam liang vaginanya sungguh membuatnya seperti terbang tinggi. Mereka bersetubuh dengan gaya woman on top.

“Oh, Adelia…… vaginamu…bener-bener masih seret, ohh..ohhh !” puji Mang Rony ditengah genjotannya. Adelia hanya hanya memejamkan mata sambil mendesah. Dia sudah mulai bisa menikmati k0ntol Mang Rony di liangnya. Bahkan dia sekarang mulai ikut menggoyg-goygkan pantatnya di atas k0ntol hitam itu.

“Oh, mang….ohhhh…ohhhhhh…..e..nak……” desah Adelia. Dia memacu dan menggoygkan pinggulnya pada pangkuan Mang Rony dengan penuh semangat. Ketika memandang ke depan, dilihatnya wajah orang tua itu sedang menatapnya dengan takjub, segaris senyum terlihat pada bibirnya, senyum kenikmatan karena telah berhasil menikmati gadis terpopuler di sekolah ini.

“Kamu benar-benar cantik neng. teteknya juga bagus” ujarnya.

Dengan posisi demikian, Mang Rony dapat mengenyot payudara Adelia sambil menikmati goygan pinggulnya. Kedua tangannya meraih sepasang gunung kembar itu, mulutnya lalu mencium dan mengisap putingnya secara bergantian. Remasan dan gigitannya yg terkadang kasar menyebabkan Adelia makin melayg, dia makin lama makin cepat mengoygkan pinggulnya diatas tubuh Mang Rony.

Di ambang klimaks, tanpa sadar Adelia memeluk Mang Rony dan dibalas dengan pagutan di mulutnya. Mereka berpagutan sampai Adelia mendesis panjang dengan tubuh mengejang. ‘Oh..mang….Adelia ….mau ke….lu….ar….rrrrr” Jerit Adelia. Sekitar 2 menit kemudian, tubuh Adelia meliung keras, menjerit menahan desah, saat berhasil mencapai orgasme, matanya membeliak dan tubuhnya berkelejotan. Mang Rony masih erus mengenjot hingga orgasmena makin panjang. Vagina Adelia berdenyut kencang seolah menghisap k0ntol Mang Rony dan mencengkeram k0ntol itu keras sekali.

Meski begitu, entah apa yg menjadi doping Mang Rony, k0ntol penjaga sekolah itu tetap saja berdiri tegak seperti tongkat baja yg tidak bisa lemas. K0ntol itu terus menyodok vagina Adelia meski gadis cantik itu sudah kepayahan. Mang Rony lalu mendekap tubuh telanjang Adelia, lalu masih dengan kemaluan yg menyatu, mereka lalu berlutut di lantai.

Mang Rony kemudian menunggingkan pantat Adelia, memaksa gadis cantik itu berposisi merangkak dengan bertumpu pada lutut dan siku. Dengan posisi pantat Adelia yg menungging lebih tinggi dari kepala, Mang Rony makin leluasa menggagahi wanita cantik itu.

Dia melebarkan kedua kaki Adelia, membuat vagina wanita itu kembali membuka. Segera saja k0ntol Mang Rony kembali menggenjot vagina gadis seksi itu secara brutal. “Ahhkh… aahh… oohh…” Adelia merintih-rintih lirih merasakan vaginanya kembali digenjot oleh k0ntol Mang Rony. Tubuhnya kian lemas mengalami percintaan yg begitu lama.

Lenguhan dan erangan Adelia akhirnya lenyap sama sekali dan hanya menyisakan rintihan-rintihan tak berdaya. Tubuh mulusnya yg telanjang bulat tersentak maju mundur dengan pasrah mengikuti sodokan k0ntol Mang Rony pada vaginanya. Tubuhnya benar-benar terasa letih dan lemas. Meski begitu gelombang orgasme terus-menerus menghajar tubuhnya, membuat Adelia hanya bisa menggeliat lemah dan menggigit bibir merasakan kenikmatan yg sekaligus sangat menyakitkan.

“enak sekali vagina neng Adelia…beruntung sekali mamang…ha…ha….” Jerit Mang Rony bagai kesetanan.

K0ntol Mang Rony dengan kasar menyodok-nyodok vaginanya berulang-ulang. Cairan vagina Adelia yg membludak seolah berbuih melicinkan gesekan k0ntol Mang Rony pada dinding vaginanya. Sebagian cairan vagina itu mengalir membasahi paha Adelia sebelah dalam. Mang Rony kian ganas mengenjot Adelia. dengan tangan terus-menerus meremas-remas pantat Adelia, k0ntol Mang Rony menyodok vagina anak 17 tahun yg cantik itu dengan gerakan tidak teratur, kadang cepat kadang pelan, membuat Adelia kian tersiksa oleh kenikmatan yg kembali mendera tubuhnya.

Kadang-kadang saking terangsangnya, Adelia menggoygkan pantatnya sendiri maju mundur untuk mempercepat sodokan k0ntol Mang Rony pada vaginanya. Mang Rony tertawa senang di tengah dengus kenikmatannya menyaksikan Adelia yg menggoygkan pantatnya sendiri. “He he he.. Oke juga nih neng..” Mang Rony tertawa. “Ayo, goyg terus… Ayo.. terus…” Mang Rony menyemangati. Dia lalu menghentikan sodokan k0ntolnya sama sekali, untuk mengetahui reaksi Adelia.

Secara reflek Adelia langsung menggerakkan pantatnya lebih kuat dan lebih cepat. Orgasme berkali-kali telah membuat Adelia kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri. yg dia inginkan sekarang hanyalah bagaimana meraih kenikmatan seksual sebanyak mungkin. Karena itulah Adelia terus menerus menggoygkan pantatnya membuat vaginanya tetap terpompa oleh k0ntol Mang Rony.

Sementara itu Mang Rony juga mengimbangi gerakan pantat Adelia yg kian liar. Mang Rony memegangi pinggul Adelia lalu menarik pinggul yg bulat itu maju mundur mempercepat goygan pantat Adelia. “Ayo.. terus.. goyg terus..” Mang Rony menyemangati Adelia yg makin liar, sementara tangannya terus meremasi pantat Adelia yg montok dengan penuh kegemasan. Adelia kian tak tahan menerima sodokan k0ntol Mang Rony.

Perlakuan Mang Rony yg brutal ternyata justru membuat orgasme Adelia lebih cepat meninggi. Adelia merasakan gelombang orgasme kembali meregangkan syaraf seksualnya mencoba menembus pertahanannya.

“Udah dulu mang, cape…”

“Tapi Mamang belum cape neng…kalau mau udahan silakan tapi perjanjian kita batal” ancamnya.

“Ok..ok lanjutin ajah mang” Kat Adelia tak punya pilihan, Merasa belum terpuaskan dengan posisi doggy style yg dipraktekkannya, Mang Rony memaksa Adelia kembali menelentang di lantai, lalu direntangkannya kedua tangan Adelia ke samping dan dipeganginya pergelangan tangan wanita itu erat-erat.

Kemudian kembali k0ntol Mang Rony menyodok-nyodok vagina Adelia. Adelia tidak bisa bergerak dengan posisi seperti itu. Tubuh Mang Rony yg besar menindih tubuh putih mulus Adelia dengan ketat. Sodokan k0ntol Mang Rony menggenjot vagina Adelia dengan begitu kasar membuat pantat Adelia sampai terbanting-banting keras di lantai marmer yg dingin.

Adelia yg sudah tidak punya tenaga lagi hanya bisa pasrah dan berharap ini cepat berakhir. Meski begitu Adelia harus menunggu cukup lama untuk itu. Selang sepuluh menitan Mang Rony menggenjotkan k0ntolnya, tubuh Adelia kembali menggeliat dan mengejang, hanya kali ini terlalu lemah.

“Ohh… aahh…” Adelia mengerang lirih dengan tubuh mengejang dan gemetar. Dari vaginanya yg kembali berdenyut keras, Mang Rony segera tahu kalau gadis cantik yg sedang digagahinya itu kembali mengalami orgasme. Vagina Adelia mencengkeram k0ntol Mang Rony dengan kuat seolah hendak membetot k0ntol itu sampai lepas.

“Udah dulu mang….aduh capek…istirahat dulu….” Desah Adelia. Kali inin Mang Rony menurut saja. Dia juga mau mengistirahtkan k0ntolnya yg dari tadi `bekerja keras`. Dia lalu membopong Adelia. Direbahkannya gadis itu di atas ranjang. Adelia telentang dengan lemasnya. Entah sudah berapa kali dia orgame. Tapi dia tahu ini belum selesai. Adelia menerima minuman yg diberikan Mang Rony.

Kerongkongannya yg tadinya kering kembali terisi. Mang Rony juga membantu Adelia mengurangi lemasnya dengan memijat-mijat gadis itu. Pukul 17.40 “Terima kasih neng. Ini baru bayaran yg sepadan” “Ya udah. Sekarang mana “barang” nya. Saya butuh banget” sahut Adelia “Tuh ambil!” Mang Rony mengeluarkan lembaran itu dari saku celananya pada Adelia.

Adelia tersenyum lalu ia buru-buru menyalin semua yg dalam kertas pada sebuah catatan kecil. Lima belas menit kemudian Mang Rony pun meninggalkan rumah Adelia dengan penuh kepuasan. Keesokan harinya Pukul 13.40 Sekolah sudah lenggang setelah bubaran jam 13.15 tadi, tidak ada kegiatan ekskul karena ini adalah minggu ujian. Di sebuah toilet di tingkat 3 yg jarang dilewati orang terdengar sayup-sayup suara desahan dari dalam.

“Aaah…iyahhh Mang, lebih keras dikit…ahhh….aahhhh!!!” erang Adelia yg bersandar pada tembok dan menerima hujaman k0ntol Mang Rony pada vaginanya.

Seluruh kancing seragam gadis itu telah terbuka dan cup bra nya telah terangkat ke atas, demikian juga celana dalamnya telah tergeletak di lantai dan roknya terangkat hingga pinggang. Crettt….crettt…beberapa kali semprotan sperma Bang Rony mendarat di buah pantatnya yg sekal. Kedua insan itu baru saja mencapai puncak kenikmatan bersama di toilet itu.

“hihihi…untung ada Mang Rony jadi tadi ujiannya lancar!” kata Adelia agak lemas sambil mulai mengancingkan kembali kemejanya.

“Pokoknya kalau Neng butuh bantuan sih cari aja Rony bin Abdul Aziz, dijamin tokcer…asal imbalannya juga asyik punya dong hehhee!” kelakarnya genit sambil membelai pantat Adelia. Ya…lembaran yg sejak kemarin sangat diinginkan Adelia itu tak lain adalah kunci jawaban pilihan ganda untuk UTS IPA hari ini. Adelia memang terbilang agak kurang dalam bidang studi satu ini, terutama kimia yg membuatnya sangat frustasi. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Terbaru Pengalaman Pertama Kaliku

Dengan kunci jawaban hasil curian Bang Rony kemarin ia dapat mengerjakan ujian tadi dengan lancar, tentunya tidak semuanya dijawab sama persis seperti di kunci demi menghindari kecurigaan para guru. Sebagai harganya ia harus merelakan tubuhnya dinikmati oleh si penjaga sekolah tua itu.

“Udah ya Mang, saya pulang dulu…inget di luar jangan macem-macem loh, gak enak kalau diliat orang!” Adelia mewanti-wanti pria itu setelah membenahi diri dan hendak keluar dari toilet itu.

“Tenang neng…tenang, Mamang juga bisa dipecat atuh kalau ketahuan gitu hehehe” jawab Mang Rony terkekeh-kekeh. Sampai di tempat parkir, Adelia tampak bingung mencari-cari sesuatu di saku bajunya hingga tasnya.

“Ininya ketinggalan Neng?” tanya sebuah suara dari belakang yg mengejutkannya.

“Duh Mang, ngagetin aja, makasih ya, kayanya jatuh di atas tadi” Adelia pun menerima kunci mobilnya dari tangan Mang Rony lalu menekan remotenya hingga pintu tidak terkunci. Adelia masuk ke jok kemudi, tapi sebelum ia sempat menutup pintu mobil, tiba-tiba Mang Rony menahannya dan merangsek ke dalam menindih tubuh gadis itu.

“Mang…apa-apaan ini…aahhh…jangan! Aahhh!!” erang Adelia terkejut. Selanjutnya pintu mobil tertutup dan mobil itu sedikit bergoyg-goyg, Mang Rony nampaknya tidak puas-puasnya menikmati kehangatan tubuh si bunga sekolah itu.- Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks