Cerita Dewasa Semi Top IGO Dahaga Batin Bos Wanita

Cerita Dewasa Semi Top IGO Dahaga Batin Bos Wanita - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Terhot Ibu Muda Seksi Di KeretaCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Nama Gw Ana (29) seorang perempuan yg masih berkarir lebih tepatnya sedang bekerja, ini didasarkan karena kebosanan gw yg terjadi dirumah karena hampir tak bisa melakukan apa-apa hanya duduk dan menjaga anaku saja yg kini jg sudah memasuki usia 5 tahun yg sekarang berada terpisah dgn kami karena mengikuti kakek neneknya yg jg kesepian. Yah itu jg karena memang nggak ada waktu buat kami orang tuanya untuk menjaga atau mendidiknya. Yah suami gw adalah seorang penerbang yg hanya beberapa hari saja singgah pulang kerumah karena memiliki kontrak selama 10 tahun dgn sebuah perusahaan penerbangan.

Cerita Sex Semi Top IGO 2016 Dahaga Batin Bos Wanita

Cerita, Dewasa, Semi, Top, IGO, Dahaga, Batin, Bos, Wanita, cerita bokep, cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru, cerita bokep terkini, cerita bokep terupdate, cerita bokep paling hot, cerita bokep tante, kisah video bokep tante.

Novel Seks - Kami memiliki rencana yg tinggi kedepannya karena suami gw berencana akan pensiun setelah 10 tahun masa kontraknya dan hanya akan mengambil pekerjaan kecil untuk beberapa private plan, untuk itu kami harus gencar mencari duit dan membangun usaha agar tak sampai kehabisan dui. yah dgn gw jg membantunya, keahlian gw ini memang banyak diincar karena mampu membantu perusahaan-perusahaan besar salah satunya adalah perusahaan besar yg ada di indonesia, dimana sang pemilik perusahaan adalah teman baik keluaga kami yg pastinya lebih percaya pada kami, owh yah gw sendiri menjalankan perusahaan sendiri yg turut membantu beberapa perusahaan lainnya bermula dari perusahaan teman keluarga kami ini.
Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016.
Yah gw membentuk tim Analisis ekonomi yg bertindak sebagai second opinion untuk membantu perusahaan tak salah dalam mengambil tindakan. Yah cukup cuap-cuapnya tentang kehidupan gw, nah sebenarnya ini merupakan intro yg menjadi awal bermula kisah ini, yah seperti yg pembaca liat dalam pembahasan barusan hampir tak ada waktu bagi gw dan mungkin sedikit yg gw habiskan untuk bersama suami, meskipun telah memiliki anak namun ada hasrat yg tak bisa gw pungkiri untuk batin ini dipuaskan.

Gw bukan cewek nakal lainnya atau cewek gampangan yg dgn mudah mencari pasangan pengganti ketika sang partner sedang tak berada ditempatnya, maka itu selalu gw tahan dahaga batin ini yg pasti loe tahu sangat menyiksa. untuk itu gw sering tampil seksi dan sedikit menonjolkan fisik gw sebagai cara untuk memuaskan dahaga gw, hanya saja itu berlangsung sementara, yah jujur gw senang dipandang orang dgn balutan pakaian seksi sehingga membuat gw tambil bebas.

Sedikit tentang fisik gw yah, bisa dibilang gw ini termasuk orang yg berubah secara fisik, dulu gw ini terlihat tinggi dan begitu langsing (kurus atau apalah itu) namun setelah menikah dan mempunyai anak tinggi gw yg dulunya 165cm masih tetap segitu tp dalam pandangan gw berubah karena mulai badan gw berisi namun tak sampai terlalu gemuk yah kalau di bilang montoklah, dada gw atau toket gw yg dulunya standar aja, entah mengapa setelah menyusui selama hampir 1 tahun bertambah ukurannya tak sampai disitu bahkan pinggul gw jg seperti bertambah lebar dgn bokong yg ikut melebar dan membesar, banyak teman gw mengira gw mengoprasi bagian tubuh gw hingga tampak montok seperti sekarang namun seperti yg gw ketahui itu terjadi dgn sendirinya.

Fisik gw yg seperti ini menjadi kebagaian tersendiri buat gw jg karena suami gw sering memuji perubahan fisik gw ini ia tak mengira gw bakalan seseksi sekarang, karena itulah gw sering merawat bagian tubuh gw yg walaupun jarang terjamah tp tetap gw rawat.oke cukup tentang gw sekarang kita langsung saja menyimak Isi cerita ini.

Yah seperti yg gw bilang tadi gw adalah pemilik perusahaan analisis ini dan secara otomatis memiliki bawahan memang perusahaan ini baru terbentuk 3 tahun yg lalu tp karena reputasinya yg langsung menangani anak perusahaan perusahaan besar dan akhirnya di pakai untuk menganalisis perusahaan induknya maka mulai banyak berdatangan klien-klien baru dan bertambah pula pekerjaan kami, sehingga kami membutuhkan banyak kru, akhirnya gw membuka lowongan untuk beberapa posisi dari awalanya hanya 20an orang saja perusahaan analisis gw bertambah menjadi 2 kali lipatnya dan kini berjumlah 50 orang.

Akhirnya kami dgn dana yg ada berpindah kantor ketempat yg lebih luas dan megah kantor gwpun semakin besar dan dikenal. Yah dari banyaknya orang baru tersebut ada seorang pria yg gw liat sering curi-curi pandang ke gw kalau dulunya kami ber20an memulai perusahaan dan saling mengenal satu sama lain nah dgn sistem baru ini membuat gw tak lagi turun lapangan untuk berinteraksi, gw lebih banyak duduk menandatangani kemudian mengutus beberapa orang untuk face to face dgn klien yg dulunya gw lakukan sendiri.

Pria tersebut belakangan gw tahu namanya Roy (23) pria muda yg cukup tampan berposisi sebagai Ahli IT kami, ia sering pulang larut malam karena memang pekerjaannya mengharuskannya seperti itu. Seperti yg gw bilang tadi gw sebenarnya tak marah kalau diliatin atau di nikmati visualnya karena gw jg senang dgn hal tersebut. Hingga akhirnya gw kena batunya sendiri..

Berawal dari hari yg tak terlalu padat bagi gw sehingga gw banyak menghabiskan waktu gw di luar bersama teman-teman gw. Namun gw terkejut ketika melihat hp gw yg tadinya di sillent terdapat berbagai macam panggilan dan pesan dari asisten gw yg mencari gw kemana-mana, yah memang asisten gw ini suka lebai namun itulah yg menyelamatkan gw dari hal-hal kecil.

Ternyata ada dokumen yg seharusnya gw tanda-tangani sendiri dan harusnya hari ini sudah masuk untuk klien kami namun karena gw yg susah di hubungi akhirnya asisten gw memutar oraknya mencari alasan agar gw besok bisa menyerahkan dokumen penting itu.

Dgn tergesa-gesa namun sedikit sempoyongan karena memang gw sedikit meminum alkohol saat bersenang-senang dgn teman gw, menuju kantor gw. Disana memang belum sepenuhnya tutup karena akan ditutup setelah pukul 11 malam oleh satpam yg bertugas sedangkan waktu itu baru pukul 7 lewat 15 malam karena biasanya ada karyawan yg lembur.

Sesampainya disana gw langsung menuju ruangan gw namun ditengah jalan gw berpapasan dgn Roy yg menyapa gw dan tak lupa ia jg mata mesumnya menjelajahi tubuh gw.

Gw balas sapaannya dgn lembut dan sedikit tergesa-gesa, namun yg terjadi gw malah menabrak meja didepan gw karena memang pengaruh alkohol membuat gw sedikit pusing dan penglihatan lumayan kabur tp masih sadar dan bisa berjalan. Melihat gw yg tersungkur Roy langsung berlari menghampiri gw dan membantu gw bangkit.

‘Ibu nggak apa-apa’ tanyanya.
‘mmmhhh.. sedikit pusing tp nggak apa-apa kok’
‘beneran bu, mau saya bantu.. saya liat ibu terburu-buru’
‘mhh.. yah boleh, siapa nama kamu ?’ kata gw yg mau menerima tawaran bantuannya.
‘Roy bu’
‘owwhh maaf yah Roy saya nggak hafal semua karyawan karena memang sekarang sudah nggak terjun langsung dilapangan’ owh yah gw menerima tawaran Roy karena memang sudah terbiasa gw dgn sistem saling membantu baik dari atas kebawah atau sebaliknya.
‘ngak apa-apa bu.. mari saya bantu’ kata Roy sambil berjalan duluan didepan gw

Gw menunjukan tujuan gw menuju ruangan gw yg memang tersendiri serta dilindungi oleh tembok pemisah, disana Roy membantu gw mencari beberapa berkas yg harus gw tanda tangani, dan menunjukan beberapa lembar kertas yg gw lewatin yg seharusnya gw tanda tangani. Posisi Roy berada tepat disamping gw kala itu yg sedang duduk diatas kursi gw dan menghadap ke meja beralaskan dokumen tersebut, kala itu gw memakai rok hitam yg cukup pendek dan sebuah baju hitam berleher rendah dibalut blazer putih, membuat kontras kulit gw dan baju yg gw kenakan begitu terlihat.

Dan secara diam-diam lagi gw melihat Roy menikmati tontonan didepannyanya yaitu belahan dada gw dan paha gw yg bisa ia nikmati lebih dekat dari sebelumnya. Yah karena waktu itu gw lagi fokus ke dokumen jadi gw nggak terlalu menghiraukannya hanya saja fokus Roy itu adalah diri gw bukannya dokumen didepannya.

Yah sehabis dokumen yg gw tanda tangani sudah habis semuanya, gw akhirnya memutuskan untuk pulang sambil membawa dokumen tersebut agar esok paginya bisa gw serahkan sendiri ke klien kami.

Yah memang gw kala itu terburu-buru membereskan semua dokumen gw dan dari posisi duduk gw mencoba untuk bangkit berdiri dan berjalan namun yg terjadi adalah gw merasa seperti berada di sebuah putaran membuat gw tak bisa menjaga keseimbangan sehingga harus menahan diri gw dgn berpegangan di meja dan secara reflek lagi Roy berusaha menahan tubuh gw, kali ini ia lebih dekat kearah gw karena menahan punggung gw.

‘ibu nggak apa2’
‘mhh.. yahh ini tiba-tiba pusing lagi’ kata gw
‘mhh ibu minum yah’ kata Roy yg mengingatkan gw kalau sebenarnya ini karena gw tadi kebanyakan minum/
‘yahh, tadi lagi ngumpul sama teman-teman’

Gw kembali mencoba berjalan namun kepala gw serasa berputar membuat pijakan gw salah dan akhirnya harus jatuh tp langsung ditahan oleh Roy dalam posisi memeluk gw, yah gw nggak tahu kenapa bisa separah ini padahal tadi ketika gw berjalan dan duduk kepala gw biasa-biasa aja tp sekarang seperti berada diroda putar.

Kondisi gw berubah dari pusing langsung lemas ketika Roy mengajak gw berjalan menuju sofa didepan kami. Gw berusaha melangkah sambil dibantu Roy. Sesampainya kami di sofa tersebut Roy membantu gw untuk Duduk tp gw merasakan hentakan keras ketika ia melepas tubuh gw.

Penglihatan gw masih jelas ketika dihadapan gw Roy langsung menindih tubuh gw, kedua kakinya berlutut sambil berat tubuhnya menekan gw, kontan gw kaget dan berusaha meronta serta berteriak namun dia lebih cepat dari gw berat badannya membuat gw tak bisa berbuat apa-apa sedangkan teriakan gw langsung ia redam dgn tangannya, gw berusaha mendorongnya tp tangan ini serasa tak kuat dan lemas, beberapa saat gw meronta mengunakan sisa tenaga gw namun yg ada adalah kesia-siaanya karena dia lebih kuat. Gw yg sudah lemas bisa dirasakan Roy karena nggak adalagi hentakan serta rontaan gw.

Dgn cepatnya Roy membalikan posisi gw yg awalnya kami saling berhadapan sekarang Roy membalikan tubuh gw menghadap kearah sofa dgn kedua lutut gw sebagai penygganya sedangkan tubuh gw bertumpu pada sandaran kursi, posisi ini membuat gw seperti sedang menungging namun dgn tubuh tegak.. di depan gw terdapat jendela kaca yg tak tertutup oleh horden sehingga dapat gw melihat kearah luar kondisi jalanan yg lumayan gelap, akibat itu gw bisa melihat refleksi kaca didepan gw menunjukan bagaimana Roy mendekap gw dari belakang, ia membuka blazer gw dari bagian depan gw namun tak sampai meliloskan lengan gw, ia menarik blazer tersebut tepat dibelakang bokong gw membuat kedua tangan gw jg berpindah tempat kearah belakang, merasakan sisi dalam kaki Roy yg mengapit tubuh serta tangan gw.

Dgn posisi ini otomatis gw ngak punya kendali lagi dgn tubuh gw yg bisa gw kendalikan hanyalah mata dan mulut gw.

‘lepasin gw’ kata gw yg meminta dia untuk melepaskan cengkramannya.
‘maaf tp ibu sudah buat saya horny’
‘saya mohon D lepasin saya, apa yg kamu minta saya turutin’
‘yg saya minta itu menikmati tubuh ini’ kata Roy sambil kedua tangannya memeluk gw dan tepat meremas kedua toekt gw yg membusung.
‘jangan… kamu mau saya pecat dan laporin’ ancam gw
‘haaa.. silahkan saja tp akan tahu akibatnya’ katanya sambil tersenyum mesum karena kini sudah memegang kendali tubuh gw.

Yah walaupun gw sempat hilang keseimbangan karena sensor motorik yg dipengaruhi oleh alkohol namun gw nggak kehilangan kecerdasan gw dan mengerti perkataan Roy, apalagi banyak korban pemerkosaan yg meninggal karena langsung dibunuh oleh sang pemerkosa.

Gw kini terdiam tp masih meminta ia melepaskan gw, bukannya melepaskan gw malah ia melucuti pakaian gw tangannya menelusup masuk ke dalam baju gw namun ia mengalami hambatan ketika bra yg gw pakai terlalu ketat untuk tangannya masuk, tak habis akan ia mencari pengait yg dikiranya berada di punggung gw namun setelah beberapa lama berusaha ia tak menemukannya dan menanyakan ke gw, beberapa pertanyaan ia lontarkan baru gw jawab kalau pengaitnya didepan branya, dan akhirnya ia berhasil melepas pengaitnya karena merasa masih ketat dgn baju gw akhirnya ia membuka baju hitam tersebut sebatas dada gw dimana kedua toket gw sudah terbebas, mungkin karena tangan gw yg masih dibungkus blazer sehingga tak bisa mencopot semuanya. Dari refleksi kaca didepan gw lihat kedua tangannya langsung meremas toket gw wajahnya ia dekatkan ketelinga gw sehingga hembusan nafasnya bisa gw rasakan.

Tubuh gw sedikit bergetar ketika jemarinya memainkan puting gw dgn memelintirnya, kepala gw yg terasa berat perlahan-perlahan mulai terasa ringan, pikiran gw seperti melayg. Walaupun masih bersuara agar ia melepaskan gw. Entah mengapa apa yg dilakukan Roy tak sepenuhnya membuat gw takut, walaupun rasa takut terus terlintas dibenak gw, rangsangannya mampu membangkitkan hasrat gw yg sudah lama tak disentuh lelaki, bibir gw berusaha menahan desahan yg gw keluarkan ketika dirangsang suami gw dgn terus berkata-kata untuk melepaskan gw, tp tubuh gw tak bisa memungkiri kalau gw terangsang dgn apa yg Roy lakukan toket gw yg tadinya kenyal sekarang mulai mengeras walaupun tak terlalu keras tp bisa dirasakan bedanya dan yg paling terasa adalah puting gw yg sepertinya sudah disadari Roy kalau telah mengeras.

‘tolong Roy jangan lepasin saya’ rintih permohonan gw yg dijawab Roy.
‘Bu, saya tahu ibu jg terangsang kan, buktinya toket ibu mulai mengeras’ kata Roy yg membuat gw tak bisa menjawabnya hanya dgn perkataan yg sama
‘tolong Roy lepasin saya’
‘nah sekarang lebih baik Ibu diam saja, kalau ibu terus merintih seperti ini ibu takkan bisa menikmatinya malah yg ada ibu akan tersiksa.. lebih baik diam dan ikuti saja jangan melawan karena ibu pasti yg lebih banyak merasakan akibatnya’ perkataan Roy ini membuat gw terdiam sejenak, namun masih meminta ia melepaskan gw.
‘yah saya tahu suami ibu jarang dan pasti sudah lama tak dijamah, kini saatnya bertindak semestinya’ kata Roy kini membuat gw terdiam.

Ditambah lagi ia merangsang gw dgn menciumi pundak gw dan sekitaran leher gw membuat gw kembali terangsang tentu saja jg jemari dan telapaknya meremas serta memelintir toket gw, rangsangannya bertambah ketika pinggulnya yg mendekap gw ia mainkan dibokong gw, terasa gundukan diselangkangannya mengosok dan mengesek bokong gw membuat gesekan pelan yg terjadi di sekitaran vagina gw. Ini semakin menambah rangsangan ketubuh gw.

Dgn terus berusaha gw menahan rangasangannya walaupun terlihat wajah yg memerah dan bibir yg tertahan agar desahan tak keluar dari mulut gw, melihat ekspresi gw yg menahan rangsangan Roy semakin gencar membuat gw kembali harus menahan rangasangannya.kepalanya kini berpindah kesisi kanan gw kemudian terasa sebuah jilatan ditoket gw dan akhirnya gw merasakan hisapan diputing gw.

Kontan ini membuat gw sedikit memekik, wajah gw langsung gw arahkan kearah sebaliknyam sementara Roy terus menyusu ditoket gw, iat terlihat begitu lihai memainkan mainan didepannya, tak berapa lama ia pindah kesisi sebaliknya membuat gw memalingkan kembali wajah gw agar ia tak melihat ekspresi gw yg menahan rangsangannya. Setelah puas dgn rangsangannya ia kembali mendekap gw dari belakang dgn memeluk gw dan menempelkan wajahnya di wajah gw. Gw sedikit bernafas lega karena berhasil menahan rintihan gw.

‘ibu sungguh cantik dan seksi, sayang wanita seperti ini ditinggalin’ kata Roy yg langsung membuat gw terperenjat kala bibirnya menyentuh bibir gw,

gw sempat memalingkan wajah gw namun kembali ditangkapnya bahkan kini dipengannya kepala gw dan diarahkan ke wajahnya, dia berusaha mengemut bibir gw namun masih gw tahan dgn terus mendekapnya akhirnya karena merasa tak bisa membuka mulut dan bibir gw yg gw lipat kedalam ia akhirnya menjilati seluruh wajah gw dgn lidahnya dan liurnya yg membasahi hampir seluruh wajah.

‘mhh kira-kira udah basah belum yah’ kata Roy yg membuat gw terpernjat karena tangannya kini langsung menelusup masuk kedalam rok gw mengangkatnya dari depan, tangannya begitu leluasa masuk dan langsung menuju celana dalam gw yg ia susupi, entah sejak kapan kaki gw sudah berlutut menganggkang padahal gw ingat betul awalnya gw rapatkan.

Sontak jari Roy langsung menyentuh vagina gw, membuat gw sekali lagi merinding dan bergetar.

‘mhh shaved pussy dan memang benar ternyata udah basah gini’

Jemari Roy bermain mengosok vagina gw yg tak berbulu itu, jarinya langsung menyentuh klitoris gw membuat gw yg tadinya dgn susah payah menahan desahan suara gw kini akhirnya gagal dan melepaskan desahan-desahan erotis.

‘ssstt ahhhh ssstttt’ desis gw dikala vagina gw dipermainkannya.

Nah gitu dong jangan ditahan, terusin aja bu, katanya dgn senyum kemenangan, desahan gw bertambah liar dikala jarinya memasuki vagina gw dan dimainkannya didalam sambil terus jempolnya merangsang klitoris gw. Tanpa sadar dan entah sejak kapan suara erangan erotis gw yg keluar tadinya berubah menjadi suara humpatan.

‘mhhhhmhhhmhhpppt’ yah entah sejak kapan Roy sudah berpangutan dgn gw.

Gw akui serangan Roy membuat gw tak berdaya bahkan gw yg awalnya tak senang bahkan takut kini mulai menikmati permainannya. Gw menikmati hisapan serta permainan lidah Roy dan ransangannya di toket gw yg terus ia pelintir putingnya serta vagina gw yg ia terus mainkan. Suasana tenang serta bunyi cipokan Roy mewarnai aktifitas pemerkosaan yg gw nikmati ini, tak terasa vagina gw mulai berkontraksi terasa seperti ada yg mengalir melalui jaringan tubuh gw, sinyal tersebut terkirim melalui kulit gw menuju otak gw kemudian di proses secara cepat menuju organ dalam gw membuat gw hampir mengalami orgasme pertama gw andai saja Roy tak menarik tangannya dari vagina gw.

‘hahhh… hahhh.. haahh..’ nafas gw tersengal seperti habis berlari berkilo meter.
‘udah mau keluar aja bu.. mhh kalau ibu diam seperti ini dan janji nggak bakalan berontak saya akan melanjutkannya dan memberikan ibu apa yg selama ini ibu idam-idamkan, gimana bu ’ tanya Roy.

Gw masih terdiam saja namun Roy tak menyianyiakan kesempatan ini, ia seperti berasumsi kalau gw menyetujui tawarannya, ia kemudian membalikan tubuh gw kembali sehingga kinni gw terduduk berhadapan dgn lelaki yg sedari tadi menggeraygi tubuh gw, ia melepaskan blaser gw yg menjerat tangan gw. Gw sedikit malu jg ketika dilihat Roy dalam keadaan setengah talanjang, tangan gw yg reflek menyilang menghalangi pandangannya ketoket gw disingkirkannya.

‘loh kok dituutpin kan sayang’ kata Roy sambil kembali ia membuka tangan gw ia berlutut tepat didepan gw ketika wajahnya mendekat hingga bibirnya kembali menelan sebelah puting toket gw dan dgn hisapan kecil kembali ia memainkan toket gw, aktifitas Roy kembali meningkat setelah ia berusaha membuka baju gw yg dibantu dgn gw dan membuat gw bertelanjang dada.

Puas dgn toket gw ia lalu turun kedua tangannya terfokuskan di kaki gw matanya fokus pada apa yg ada didalamnya, entah lelah, capek atau terhipnotis gw mengikuti aja apa perlakuan Roy ke gw, perlahan tangannya menelusup masuk kedalam rok gw menarik keluar dalaman gw hingga lolos dari tubuh gw, kaki gw dilebarkannya hingga kini gw dalam posisi mengangkang.

Perlahan rok gw dinaikannya beserta kaki gw yg masih menggunakan sepatu ber hak tinggi diletakannyadiatas sofa empuk tersebut, hingga tubuh gw seperti huruf M dgn kaki yg lebih melebar. Roy terlihat tersenyum sedikit sambil memainkan jeamrinya kembali digundukan vagina gw. gw memalingkan wajah gw saat matanya menangkap tatapn penuh harap gw saat perlahan wajahnya mendekati vagina gw.

‘ssshh ahhhh’ desahan gw saat lidahnya dijulurkan menyapu bersih vagina gw secara vertikal.

Roy mulai menjilati vagina gw, tangan gw langsung menyergap kepalanya meramas ranbutnya namun bukan untuk menjauhkannya tetapi menekannya agar terus merangsang vagina gw karena gw meraskan sensasi nikmat yg luat biasa.

‘mhhh ahhh sstt ahhh yahhhh’ gw sudah meracau sejadinya ketika Roy menambah jemarinya bermain divagina gw.

gw sudah melupakan kalau sebenarnya gw ini sedang diperkosa karena sensasinya begitu nikmat, emmang gw sering melakukan ini dgn suami gw ketika kami berhubungan seks namun bersama Roy menjadi berbeda ia begitu pintar memainkan permainannya. Selagi menikmati rangsangan Roy gw yg sudah tak malu algi mendesah kembali dibuatnya kecewa karena ia menarik kembali wajahnya serta jemarinya dari vagina gw.

Dgn tenangnya Roy menghampiri gw yg memasang wajah penuh nafsu atau Horny sekaligus kecewa karena aktifitas nikmat itu ia hentikan.

‘hehe gimana bu enak kan, biarkan Roy kecil yg menuntaskannya’ kata Roy sambil membuka kancing dan resleting celananya ia kemudian dgn cepat membuka sepatunya kemudian membuka celananya meloloskan dari kakinya, tp ia menyisakan celana boxer ketatnya yg terlihat memiliki bukut tepat ditengah selangkangannya.

Roy menarik tangan gw menuju celana dalamnya ia membuka sedikit elah di boxernya lalu menuntun tangan gw masuk kedalamnya, bak kerbau dicucuk hidungnya gw mengikuti apa yg Roy perlakukan.

Tangan gw kini merasakan benda keras yg sudah dapat gw tebak itu apa, tp terasa begitu aneh ditangan gw karena tak pernah gw memgang benda sebesar itu, gw nggak sempat melihat bentuknya karena Roy sudah langsung menciumi gw, kini gw membalas ciuman Roy dgn dahsyatnya bahkan gw berani menggenggam dan memainkan penis Roy yg telah terbebas karena celana boksernya telah dibukanya, memang sudah lama gw nggak memegang penis asli milik suami gw yg sudah 2 bulan tak kunjung menampakan diri, ternyata tak hanya gede penis Roy yg tak muat digenggam tangan mungil gw ini jg memiliki ukuran panjang yg melebihi ekspetasi gw.

Roy kemudian melepas ciumannya ia tersenyum penuh kemenangan ia berbisik ketelinga gw untuk membasahi penisnya, masih ragu namun gw tak menolak ketika Roy menuntun wajah gw menuju selangkangannya yg kini dapat gw liat penisnya yg 2 kali lebih besar dari punya suami gw. dan

‘slurpp..slurpp..slurppp’ gw mulai menyepong penis Roy yg terlihat legit dan penuh dgn urat-urat perkasa.
‘ssshh ahhh enak bu… mhh pintar yahhh.. ngooralnya’ racau Roy merasakan sepongan gw yg memang menyukai menjilati penis suami gw setelah awalnya merasa jijik namun pertama kali mencoba dan kedua kali akhirnya gw menjadi hobi menyepong penis suami gw.

owh yah sekedar informasi memang suami gw bukanlah lelaki pertama yg memerawani gw adalah mantan pacar gw yg melakukannya namun itu tanpa aksi forplay seperti sekarang ini langsung main tancap aja, dan suami gw adalah orang kedua yg berarti Roy adalah orang ketika yg menikmati tubuh gw. Roy duduk sambil menyibakan rambut panjang gw yg terkadang menghalangi sepongan gw dipenisnya, penisnya gw jelajahi sambil mengocok secara cepat dan perlahan dgn tempo yg tak beraturan namun dapat membuat Roy terlihat merem melek.

‘udah bu jangan diterusin nanti keluar’ kata Roy menghentikan aksi gw.
‘mari kita selesaikan bu’ kata Roy mengajak gw untuk menyelesaikan apa yg ia mulai.

Gw hanya mengangguk tanda setuju. Kembali Roy membawa gw menuju meja gw, waktu itu gw masih sempoyongan karena masih terpengaruh alkohol. Ia lalu mendudukan gw diatas meja kerja gw yg luas itu sambil ia mengangkat kaki gw. didekatkannya penisnya menuju vagina gw dimainkannya disana naik turun beberapa kali hingga membuat gw semakin bernafsu dan tak sabaran beberapa kali gw mencoba mendorong pinggul gw agar benda tersebut menyentuh lebih dalam lagi namun selalu ditarik Roy.

‘mmhh.. Roy ayo dimasukin’ kata gw yg berbicara positif ke Roy karena selama ini adalah penolakan.
‘ibu aja yg masukin takut dituntut melakukan pemerkosaan dan pemaksaan’ katanya sambil tersenyum sambil menyodorkan penisnya.

Gw lalu menggenggam penisnya itu kemudian dgn cara gw sendiri berusaha memasukannya kedalam vagina gw penis Roy yg sudah basah dgn liur gw ditambah vagina gw yg sedari tadi dilumasi membuat proses masuknya penis Roy tak terhalangi lagi dan.

‘blesssss’ masuklah penis Roy tertelah vagina gw hingga kepangkalnya.

Pasti kalian berpikir ini karena gw yg sudah punya anak sehingga penis Roy yg seharusnya besar menurut ukuran gw dapat mudah masuk. Kalian salah karena gw waktu itu mengalami oprasi sesar karena tulang pinggul gw belum cukup besar untuk melewatkan anak gw waktu itu, lah trus bagaimana bisa ? yah pasti wanita kespian lain tahu kalau ada alat lain selain penis yg bisa dipakai yah itu dia tiruan penis alias dildo yg gw sering gunakanlah yg menyebabkan penis Roy bisa leluasa masuk.

‘ahhh ‘ kami berdua sama-sama mengerang ketika Roy mulai mengenjot gw, penisnya dgn tempo beraturan mulai masuk keluar vagina gw.
‘ahh ahh ahh ahh sss oeee yesss’ erang gw diselingi desahan Roy.
‘mhh gimana bu rasanya diperkosa enakan’
‘mhh enak Roy lanjutin ahh sssttt yeahhh’
‘plak..plak..plakk’ bunyi peraduan selangkangan kami

Roy semakin gencar mengenjot gw hingga akhirnya ia membuat gw melenguh panjang.

‘uhhhhhhhhhhh…….’ lenguhan gw menandakan orgasme pertama gw yg membuat Roy sampai harus menutup mulut gw karen kerasnya lenguhan gw. gw memeluk erat Roy dgn kaki yg melingkari pinggulnya hingga akhirnya gw melemas, ia memberikan sedikit waktu bagi gw untuk sejenak beristrahat.

Kalau tadi kami saling berhadapan kini Roy merubah posisi kami ia membailkan gw dan dari belakang ia mulai lagi menyodokan penisnya keluar masuk vagina gw. kembali terdengar bunyi tamparan khas antara pangkal paha Roy dan bokong gw.

‘plak..plakkk.plakkk’
‘mhhh bokokngnya nggak kalah kenyal ‘ kata Roy sambil meremas-remas bokong besar gw.

Gerakan masuk keluar penis Roy di vagina gw membuat sensifitas vagina gw kembali lagi sehingga libido gw kembali naik.

‘ahh.ahha…ahh..ahh.. ahh.. ahh.’ Desah gw tiap kali menerima hentakan penis Roy.

Gerakan Roy semakin kencang saja membuat gw sampai terdorong kedepan dan sedikit merubah posisi meja, gerakan Roy ini diakhiri dgn hentakan kuat divagina gw yg membuat penisnya masuk secara utuh dalam vagina gw, badan Roy seperti menegang ia menekan tubuh gw sehingga gw secara teknis terjatuh keatas meja dgn kaki yg masih berdiri tegak sedikit terbuka memberikan jalan bagi penis Roy yg kini terasa membesar.

‘ohhhhh.’ Lenguhan panjang Roy dikala penisnya berkontraksi.
‘creettt…creeettt…creeettt..’ terasa penisnya menembakan cairan khas lelaki dan memenuhi vagina gw. Roy lalu mencabut penisnya setelah merasa cukup.
‘maaf bu keluarin didalam habisnya enak banget sih nggak sempat nyabut’ kata Roy sambil ia mencari tisu untuk melap cairan sisa di penisnya, tp gw tahan tangannya ketika ia ingin membersihkan sisa pertempuran kami.

Gw yg tadinya terbaring kini mendorong Roy dikursinya kemudian gw jongkok lalu membersihkan sisa peju di penis Roy dgn menyepong penisnya.

Gw membersihkan penisnya dgn tujuan untuk membangkitkan kembali agar melanjutkan pertempuran kami, tp Roy yg sudah merasa kembali terangsang dgn sepongan gw menghentikan pekerjaan gw,kembali ia membuat gw kecewa, namun kali ini sungguh beralasan ia menghentikan aktifitas gw karena ia takut satpam akan memergoki kami yg sedang ML di kantor tersebut dan bisa memnimbulkan kekacauan. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Selingkuh Pelet Kenikmatan Si Rahmat

‘Roy kamu harus tanggung jawab, kamu sudah memulainya dan kamu harus mengakhirinya’
‘heheh tenang aja bu, gimana bu diperkosa sama saya enakkan’ kata Roy yg menggoda gw karena kini gw malah menikmati permainannya.
‘dasar kamu’ kata gw sedkit membinggungkan antar ya atau tdk namun ia sudah tahu pasti kalau gw menikmatinya.

Lalu kemudian kami kembali berpakaian setelah itu memberaskan sisa permainan kami, lalu kami secara terpisah menuju parkiran karena memang tadi gw nggak membawa mobil karena rasa pusing yg gw alami sehingga mobil gw tinggali di tempat tongkrongan kami, akhirnya gw di antar pulang menuju rumah dgn mobil Roy, gw kini sudah tak canggung laki berbicara dgn Roy karena rasa malu gw sudah hilang menjadi rasa nafsu ke Roy apalagi Roy orangnya tampan serta memperlakukan gw sebagai wanita yg perlu kenikmatan bukan wanita yg harus dinikmati.

Gw dan Roy menuju rumah gw, disana kami memulai pertempuran lagi hingga DAHAGA BATIN gw terpenuhi, entah berapa kali Ronde kami habiskan malam itu tp yg jelas gw sampai nggak bisa pergi menyerahkan dokumen deal kami yg akhirnya membuat klien kami tak memakai jasa kami, begitu pula dgn Roy yg baru Subuh pulang tanpa sepengetahuan gw dan ternyata hari itupun kami sama-sama tak masuk kerja.. Begitulah kisah gw dan Roy. - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks