Cerita Dewasa IGO Bercinta Dengan Anak Tukang Pijat

Cerita Dewasa IGO Bercinta Dengan Anak Tukang Pijat - Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Hilangnya Kesucian Seorang PerawatCerita sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung, cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal | Suatu malam yg dingin... aku sendiri... Bang Rokki dan Kak Ida sedang berlibur ke Batu ( Malang ). Hari itu Sabtu malam Minggu, jam menunjukkan pukul 6.45 aku ke depan cari pak Pardi tukang becak yg biasa mangkal di dekat warung rokok. " Pak, tolong panggilin Bik Suti tukang pijit donk... badan saya lagi pada pegel... " kataku minta tolong.

Cerita Sex IGO Syur Termewah 2016 Bercinta Dengan Anak Tukang Pijat
Cerita, Dewasa, IGO, Bercinta, Dengan, Anak, Tukang, Pijat, kisah nyata abg, cerita mesum abg 2016, cerita bersenggama abg igo terkini, cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Novel Seks - Jam 7.20 kira-kira pintu depan diketok orang dan bergegas aku keluar... ternyata yg dateng Pak Pardi dgn cewec muda lumayan cakep bersih orangnya... bengong aku jadinya. " Dik Joss... ini anaknya Bik Suti... terpaksa saya bawa karena ibunya sedang pulang kampung beberapa hari... tp dia bisa mijit kok... walaupun ngga' sepinter ibunya. " kata pak Pardi cepat sebelum aku tanya dan ngomel karena tidak sesuai dgn perintahku. " Ya udah langsung masuk aja " kataku mempersilahkan. " Saya balik dulu kepangkalan Dik " pamit pak Pardi.
Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Seperginya pak Pardi langsung tanpa banyak bicara aku berjalan ke kamarku dan anak Bik Surti langsung mengekor dari belakang. " Siapa nama kamu ? " tanyaku memecah keheningan. " Lilis Mas " sahutnya pendek.

Sampai di kamar aku langsung buka kaos... dgn bertelanjang dada seperti biasa kalo dipijit sama Bik Suti... namun biasanya aku buka sarung tinggal celana dalam saja... kali ini aku biarkan sarung tetep nempel pada posisinya karena tengsin aku sama cewec muda ini. "Massage creamnya ada di meja belajar " kataku sambil langsung tiduran tengkurap.

Tangannya mulai memegang telapak kakiku... terus kebetis... memijat sambil megurut... sama persis dgn apa yg dilakukan ibunya padaku. Bik Surti emang sdh langganan sama keluarga Bang Rokki... jadi aku juga sdh sering mijit sama dia. Tp walaupun cara mijitnya sama, namun serasa berbeda... tangan ini lebih halus dan hangat rasanya.

"Permisi Mas " katanya membuyarkan lamunanku yg baru mulai berkembang... sambil benyingkap sarungku lebih tinggi, hingga ke pangkal pahaku. Pijitannya sdh sampai pada paha... sesekali agak tinggi menyentuh pangkal pantatku... agak ke tengah... seerrrrr... rasanya ada ngreng... akupun terus saja memejamkan mata sambil menikmati pijatan danmembaygkan kalau terjadi hal-hal yg diinginkan. " Aduh... " aku setengah menahan sakit ( pada hal pura-pura ), soalnya biasanya Bik Suti kalo aku kesakitan malah dicari yg sakit dan dipijat lebih lama sehingga enakan... eh... betul juga dia melakukan hal yg sama... tp karena test tadi aku ucapkan pada saat dia memijit belakang lututku... maka dia sekarang memijit lebih lama di sana. Wah bisa kalo gitu pikirku... kemudian aku merancang yg lebih dari pilot project ini. "Jangan dipijit gitu... sakit diurut saja pake cream " kataku sambil tak lupa berpura-pura sakit.

Dia ambil cream dan mulai mengurut serius di situ. Lama cukup dia mengurut di situ terus sekarang sdh mulai menjalar lagi... paha... betis... sampe telapak kaki... pas kembali ke paha dan kali ini agak terkemudian dalem... aku langsung teriak tertahan... seakan kena bagian sakit lagi... " Mananya Mas ? " tanyanya. " Agak daleman dikit " kataku sambil memegang tangannya dan membimbing pada posisi yg aku mau... letaknya persis di pangkal paha tengah pas jadi kalo dipijit-pijit yg kena bijiku...

Sengaja aku mengarahkan ke depanan... biar makin pas... lama dia di situ... " Kasih cream donk... " pintaku... pada saat dia ambil cream... satu tanganku dgn cepat menyingkap celana dalamku supaya meriamku keluar dari celana dalam dan bebas... benar juga pada saat tangannya mengoleskan crean sdh langsung ke bijiku... aku agak sedikit supaya bijiku mangkin leluasa dan makin mudah dipijit...

"Ati-ati jangan kena celananya... nanti kena cream semua... " kataku pura-pura bingung kalo celana dalamku kena cream padahal mauku supaya dia membuka lebih lebar celana dalamku.. dgn tangannya beberapa jenak kemudian dia bilang "Maaf Mas... celana dalamnya dibuka aja soalnya nanti kena cream saya sdh coba menghindari tp susah Masnya pake sarung aja..." kata dia mengagetkanku... kaget karena ngga' nygka dia bilang gitu. Akupun berdiri dan melepas celana dalamku... kembali pada posisi semula aku tengkurap... kemudian Lilis menyingkap kembali sarungku... hingga ke pantat... aku menahan pada posisi agak nunging supaya makin luas bidang yg bisa dicapai tangan Lilis.

Cerita Mesum Terpopuler 2017 Ngewein Anak Tukang Pijit

Benar juga lama dia mengurut... meemas bjiku... sampe aku sendiri sdh ngga' karuan rasanya konak banget... " Agak bawahan dikit... " pintaku... dia rogoh makin dalem sampe pangkal batangku kena pegang... diurutnya dgn agak susah karena dari pangkal batang sampe setengah diurut semua... " Mas kalo bisa balik badan... soalnya susah kalo gini " pintanya... dgn senang hati aku turuti. Aku berbalik badan dan meriamku masih tertutup kain sarung... dgn merogoh dia pegang lagi posisi yg sama.

Diurut-urut... sepertinya aku merasa gayanya seperti setengah ngocok... tp pikiran dia kayaknya lagi mijit... dgn matanya melihat sekeliling kamar... ngelamun kali... aku goyangkan pinggul sedikit supaya tanganya terpeleset ke atas... ternyata berhasil... dia lebih banyak ngurut meriamku... tiga empat menit berkemudian dia kaya'nya ngga' sadar... tp lama-lama aku merasa dia bukan mijit atau ngurut... melainkan benar-benar ngocok meriamku... walau tidak digenggam... tp cukup mantap...

Aku sengaja bergerak sambil sedikit menarik ke atas posisi sarungku... sehingga dapat terlihat sekarang tangannya yg sedang ngocok meriamku... merasa tangannya tidak lagi tertutup sarung... dia lihat posisi tangannya dan saat itu seakan baru sadar dia melihat apa yg selama beberapa menit ini dipijitnya... tp dia tidak berhenti... matanya mulai ngelirik ke aku.

Cerita Sex Ngentot Anak Tukang Pijat || Dgn tanpa expresi... dia teruskan mengocok... kali ini tangannya lebih mengenggam... jadi aku pastikan dia memang sengaja... jadi dgn sedikit ragu... aku letakkan pada pundaknya... saat memijit tadi... posisi dia berlutut di samping ranjang jadi kalo aku taruh tangan ke samping langsung jatuh di pundaknya dan langsung aku geser turun ke dadanya dan dia diam saja... aku remas dadanya... jadi aksi remas dan kocok berjalan terus beberapa menit...

Sampai tiba-tiba kepalanya ditundukkan rpanya tanpa basa basi lagi dia cium Kabagku... terus dilanjutkan dgn mengulumnya. Dia sadar bahwa dia dan aku telah sama-sama dikuasai nafsu.... maka tanpa perlu meminta ijin lebih jauh... aku coba untuk membuka baju atasnya... malah dia mambantunya... sehingga dia telah terbuka dadanya... BHnyapun telah dia lepas dan dadanya yg besar disorongkan kearah mulutku... langsung aja aku hisap putingnya.... wow... hangat.... kelapanya kemudian direbahkan pada pundakku... sehingga kami seperti setengah bergumul karena kakinya masih di bawah... kamipun berciuman hangat...

Kemudian aku bangkt dan mengangkat tubuhnya menaiki ranjang.... " Kamu mijitnya lebih enak dari ibu kamu ya " kataku ngaco... setelah tau dia seperti itu. " Ngga' tau Mas... terlanjur kebawa.... " dia tak melanjutkan kata-katanya. Aku asyik menciumi sekitar belakang telinga... samping leher... kadang mendenguskan nafas hangat ke telinganya. Dia sdh tampak merancu dgn desah dan erangannya yg makin membuatku di awang... Aku bangit dan memiringkan tubuhnya... kaki kirinya aku letakkan pada pundak kananku...

Dgnposisi yg agak miring itu aku gesek Kabagku pada gerbang DuFannya ( Dunia Fantasi )... beberapa saat aku gesek dia mulai mengerang pelan... kemudian aku tata kepala meriamku pada gerbang DuFan... yg jelas sekali sdh sangat lembab dan sedikit basar... aku coba tekan... wah... kok sempit... tp beberapa kali coba... akirnya berhasil juga mencapai setengah badan meriam amblas dalam lorong kegelapan... tampaknya di dalam agak kering... maklum tumitnya kurus kecil... tandanya kalu barangnya cenderung kering...

Erangannya walau perlahan masih terus tanpa henti sedari tadi... menambah hangat suasana dan seakan irama lautan teduh... terus aja aku goyang sampe cukup lama sebelum aku akhirnya minta pindah posisi...

Sekarang kedua kakinya aku pangul di kedua sisi pundakku... ayunan makin ganas karena posisi yg lebih leluasa... dan lorong kegelapan makin licin... rupanya dia telah beberapa kali mengeluarkan pelumas... walau bukan orgasme... " Kamu sekarang nungging... " perintahku. Saat Lilis nungging... aku tekan pundaknya ke kasur dan sisa pantatnya aja yg nungging... dgn sedikit rubah gerak... aku masukkan lagi meriam jagurku... kali ini lebih sensasional... aku pegangan pada pinggulnya yg cukup gede... dan ayunan makin bebas terkendali...

Beberapa kali hampir terlepas... tp karena besarnya si Kabagku maka agak sulit juga terlepas secara keseluruhannya... lelah dgn gaya *****... aku rebahan dan aku suruh dia menaikiku... dia naik dgn membelakangi aku... pada saat amblasnya batangku kali ini diiringi dgn nafas tertahannya... kali ini mentok abis... Lilis diam sesaat sambil merenungi nikmat yg terasa. Aku mulai ambil inisiatif untuk menggoyang...

Kemudian Lilispun ikut bergoyang.... kali ini putarannya melingkar... enak sekali... yg aku rasakan... lobang yg sempit... hangat... dan cenderung kering... tiap kali dia berputar pinggul aku merasa ada sesuatu nabrak kepala meriamku... pasti mentok dan dia pasti ngga' akan lama untu mencapai titik orgasme demikian pikirku. Benar saja dugaanku... Lilis tampak kejang keras sambil mengucapkan kata-kata yg tidak jelas apa maksudnya... cukup lama juga seperti itu... " Aaaa...duuuuuuu.......uuuuhhh Mas... lemes kakiku rasanya... aku ngga' kuat lagi gerak... " demikian katanya.

Aku coba untuk bangun dan menunggingkannya... kemudian aku hajar lobangnya dgn lebih keras... sampai panas rasanya meriamku... dan akhirnya aku sdh hampir nga' bisa lagi menahan.... kemudian aku cabut dan bilang pada Lilis " Lilis... kamu menghadap ke sini... buka mulut kamu.... " dan rupanya Lilis mengerti yg aku mau... dgn lemas dia berbalik badan dan membuka mulutnya. Karena ketakutan akan tidak keburu... maka aku segera saja memasukkan meriamku dalam mulutnya yg mungil itu dan aku goyang maju mundur... beberapa kali dan keluarlah... creeetttt.... creeeee.tttt.... creettt....

Aku jatuh kecapaian... di sampingnya... " Lilis... gimana barusan ? " tanyaku memecah keheningan. " Enak sekali Mas... sampe lemes kaki saya... udah ngga' tau berapa kali keluar... kayaknya berendeng keluarnya " jawab Lilis sambil males-malesan dalam pelukanku. Dan kamipun tiduran sejenak dalam penat nikmat yg tersisa. Sampai pada...

Aku terjaga saat merasakan paha kananku ada sesuatu yg merayap... aku coba walau males... 'tuk membuka mataku dan... benar-benar terbelalak jadinya... saat tau apa yg menyentuh pahaku. Dia Wanda... adik ipar kakakku... Rokki... aku sangka dia ada di rumah temennya... dan yg lebih mengagetkan adalah... dia lihat aku mendekap cewec dan dalam keadaan bugil berdua.

" Joss... loe gila ya... beraninya ngga' ada orang masukin cewec... gue bilangin Bang Rokki... " katanya dgn mata melotot. " Hei... Win... denger dulu... " kataku sambil mencoba bangkit dari tidurku... saat itu pula Lilis bangun karena dengar suara orang lain di kamar itu... dia berusaha meraih kain seadanya untuk emutupi tubuh bugilnya sambil bertanya " Dia siapa Mas ? "

" Dia ini Wanda... adik ipar kakakku " jawabku pendek. " Jangan gitu donk... masa loe ngga' kompak ama gue " jawabku mohon pengertiannya. " Iya boleh aja gue ngga' bilang Abang asal gue boleh lihat loe berdua main sekali lagi... gimana ? tanyanya. Ach ni anak pikirku pasti gampang dech kalo udah gini... paling banter ntar dia pasti ngga' kuat nahan nafsunya sendiri.... demikian pikirku.

"Okey... Lilis... yuk kita tunjukkan pada Wanda... apa yg kita baru kerjakan tadi... kita ulang lagi yuk " ajakku... "Mas Sayamalu saya nggak bisa... " aku rada bangun untuk mencium Lilis... " Udah kamu merem aja dan anggap hanya kita berdua dalam kamar ini " kataku menenangkan. Dan akupun mulai merangsang Lilis dgn ciuman lembut... sambil tanganku berusaha meraba bagian-bagian sensitifnya... beberapa saat berkemudian Lilis mulai terbawa... dan mendesar halus.... aku rasakan tangan Wanda mencoba meraih batangku dan meremas-remasnya, sesekali mengocoknya hingga siap tempur.

Cerita XXX Ngentot Terbaru 2017 Anak Tukang Pijit

Setelah segalanya siap... akupun mulai ambil ancang-ancang untuk memasuki Lilis untuk sesi kedua... pada saat batangku amblas... Lilis dan Wandapun seakan menahan nafas... rupanya Wanda telah terlarut dalam pemandangan depan matanya. Permainanku dgn Lilis berlangsung beberapa gaya... dan tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul 9.47, saat itu Wanda telah telanjang di samping tubuh Lilis yg sedang aku tindih...

Kemudian tangan kirikupun mulai bergerilya ke dada Wanda... wah enak sekali... aku pilin putingnya dan diapun mengerang. Sambil terus menggenjot Lilis... aku cium juga bibir Wanda dan pendek kata... pinggangku ke bawah menghabisi Lilis sedang pinggangku ke atas menyerang Wanda.... keduanyapun mengerang seru malam itu... makin keras erangan mereka berdua bersahutan makin nafsu aku dibuatnya... terakhir sdh tidak kuat lagi menahan gejolak..

Cerita Porn Ngentot Anak Tukang Pijat || Aku genjot makin keras si Lilis dan diapun mengerang panjang sambil kejang mendekapku. Saat itu kami orgasme bersamaan... sedang Wanda masih belum mencapai walau hampir... erangan kami berdua membakar nafsunya... segera saja Wanda memerintahku untuk menghisap memeknya sampai keluar... demikian perintahnya. Akupun langsung memutar badanku untuk mencapai lobang Wanda yg sdh sangat basah tadi.... tp meriamku tetap tertanam dalam Lilis. Kumainkan lidahku pada gua vertikalnya dan sesekali pada tombol di atas lobang tersebut sampe Wanda mengejang kejang dan.... lemas puas. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Syur Guru Privat Menggoda Hot

Lima sepuluh menit kami masih rebahan tumpang tindih sampe aku bangkit dan mencuci peralatanku... kemudian kukenakan pakaianku dan kusulut sebatang rokok sambil ngeloyor kejalanan... mencari pak Pardi. " Pak... anaknya Bik Suti ngga' usah ditunggu pulangnya... dan tolong bilangin orang rumahnya kalo dia nngga' pulang karena disuruh nemenin Wanda " alasanku sengaja aku tidak sebut nama Lilis supaya terkesan masih asing buatku.

Setelah itu aku balik lagi ke rumah dan cuci kaki kemudian join bobok bertiga... ntar malem coba aku geraygi Wanda ach... kali-kali aja dapet nyobain rasanya... pasti asyik dan berarti pula dalam rumah ini ada beberapa stok lobang yg bisa dipake bergantian... khan asyik kalo butuh ngga' nunggu lama-lama. - Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.



Cerita Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno / Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda / Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks