Tuesday , January 24 2017

Cerita Dewasa IGO Termewah Diobok-Obok Tante Liar

Cerita Dewasa IGO Termewah Diobok-Obok Tante Liar – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa IGO Bercinta Dengan Anak Tukang PijatCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Usiaku yang makin beranjak dewasa membuat aku ingi mengerti dan memahami
apa yang berhubungan dengan Sex. Rasa penasaranku sangat tinggi hingga
aku sering menonton film porno. Namaku Andik, Usiaku saat ini 19 tahun,
Usiaku yang sekarang ini adalah Usia dimana seorang laki-laki mengerti
apa yang dimaksud dengan berhubungan Sex.

Cerita Sex IGO Termewah 2017 Diobok-Obok Tante Liar
Cerita, Dewasa, IGO, Termewah, Diobok-Obok, Tante, Liar, Cerita Sex Tante, Cerita Mesum Tante, Cerita Ngentot Tante, Cerita Sex HOT, Ngesex Tante Girang, Ngentot Memek Tante, cerita sex terbaru, cerita dewasa, cerita mesum terbaru, cerita sex mesum, cerita mesum 18, cerita mesum baru, cerita mesum terkini, cerita mesum 17, cerita mesum terhot, koleksi cerita mesum, mesum cerita, kumpulan cerita mesum bergambar, galeri cerita mesum, cerita mesum paling panas, cerita mesum dan fotonya

Novel Seks – Aku suka menonton film porno cewek-cewek asia, sampai tante-tante asia,
sungguh sangat membuatku sangat tegang, ditambah lagi aku menonton
dengan mengumpat-umpat ketika tanteku pergi kepasar atau kemana aja yang
pntg tanteku sedang tidak dirumah. Tanteku ini mempunyai 2 orang anak
yang sudah kuliah semua, dan semuanya pada ngekos, sekarang tinggal aku
dan tanteku yang dirumah saja. Cerita Sex Terbaru

Kumpulan cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016

Nama tanteku ini adalah Tante Widia, Usianya sudah lumayan tua, sekitar
40 tahunan, tapi yang aku lihat bodinya masih sangat ketat meskipun agak
sedikit gemuk. Kebiasaanku menonton film porno berimbas pada tanteku
yang setiap dirumah selalu menggunakan pakaian yang sangat seksi sekali.
Sering aku melihat tante hanya menggunakan daster minim yang hanya
diatas lutut, kadang juga hanya menggunakan tengtop dan celana kulot
yang sangat ketat.

Setiap aku habis menonton film orno, aku langsung mencari dimana tanteku
berada hanya untuk memandang tubuhnya yang sangat seksi itu, hingga
terkadang aku tak kuasa menahan nafsuku lantas aku menuju kamar mandi
untuk mengocok kontolku sendiri. Seperti it uterus yang aku alami,
pernah juga aku melubangi kamar mandi hanya untuk mengintip tanteku
kalau sedang mandi sambil aku mengocok kontolku. Cerita Sex Tante

Koleksi Cerita Panas Terbaru 2017, Malam itu hujan turun sangat deras sekali, membuat birahiku meningkat
untuk menonton film porno, aku lantas keluar kamar dan memastikan apakah
tanteku sudah tidur apa belum. Tapi apa yang aku lihat sungguh belum
pernah aku melihatnya. Malam itu aku melihat tante Widia mengocok
memeknya sendiri sambil mengerang-erang seperti film porno.

Aku melihat tante Widia dari celah jendela kamarnya, kulihat tante Widia
sangat menikmatinya. Mungkin memek tante sudah gatal karena gak pernah
disentuh oleh laki-laki karena suaminya sudah meninggal 3 tahun yang
lalu. Sambil mengintip tante Widia mengocok memeknya, aku juga langsung
mengeluarkan kontolku dari Boxer dan juga langsung ikut mengocok
kontolku sendiri, karena terbawa suasana itu. Cerita Sex ABG

Setelah kurang lebih 20 menit tante Widia mengocok memeknya, aku melihat
tante Widia mengerang sangat kencang dan aku lihat tubuhnya bergetar
dan keluarlah sebuah cairan dari memek tante Widia. Keluaran sperma
Tante yang pertama menyemprot jauh, dan sampai beberapa kali lagi
menyemprot aku lihat.

Sungguh hujan lebat membuat suasana semakin mendukung, aku berniat untuk
langsung masuk ke kamar tante Widia tapi aku masih belum mempunyai
keberanian. Aku hanya meneruskan mengocok kontolku sendiri sampai
akhirnya aku keluar dan aku kembali kekamar untuk tidur sambil
membayangkan adegan tante Widia tadi. Cerita Sex 2017

Keesokan harinya pagi sekali tante Widia mendodok kamarku untuk
membangunkanku. Setelahaku bangun dan membuka pintu kamarku, dalam
sekejap mataku yang masih ngantuk menjadi langsung bentir terbuka lebar.

Aku lihat pemandangan yang sangat heboh sekali, aku melihat tante Widia
menggunakan baju tidurnya yang sangat menerawang, sehingga terlihat
jelas payudaranya dan putingnya yang coklat. Tante Widia juga memakai
celana dalam merah yang membuatnya kelihatan sangat erotis, dalam
sekejap pun kontolku langsung menjadi tegang. Kemudian tante Widia
dengan perkataannya mengagetkan lamunanku. Cerita Sex Sedarah

“Andik, bantuin Tante dong!”

Tanpa bicara aku membantunya. Sprei, kelambu, baju, t-shirt, dan ..ih, pakaian dalam.

“Bawa ke mana, Tante?”

“Sekalian ke dalam aja!”

Tante Widia berjalan di depanku. Menaiki tangga hingga lantai dua. Aku
cukup puas menikmati irama pinggulnya yang kukira agak dibuat-buat. Saat
menghadap ke arah terang, siluet tubuhnya jelas membayang. Seakan
telanjang. Kami masuk ke rumahnya. Tante Widia menggeletakkan jemuran di
sudut kamarnya, akupun mengikutinya.

“Makasih ya? Kamu mau minum apa, Ka?” tanyanya yang langsung menghentikan maksudku untuk langsung pulang.

“Apa aja deh, Tante. Asal anget.”

“Tante nggak kemana-mana?”

“Mau kemana, paling cuma di rumah saja.”

“Eh, kamu nggak ada keperluan lain, kan?”

“Nggak, Tante,” jawabku. Mau apa aku di rumah, sendirian, di tengah hujan yang semakin lebat begini.

“Temenin Tante ya. Ngobrol.”

Kamipun terlibat dalam obrolan yang biasa saja. Sekedar ingin tahu
kehidupan masing masing. Dari ucapannya, kutahu bahwa suaminya bernama
Om Iwan. Jarang pulang. Yang cukup membuat darahku berdesir agak cepat
adalah daster itu.

Seakan aku bisa melihat dua titik di dadanya, yang timbul tenggelam
ketika kami bercengkrama. Tangan Tante Widia cukup atraktif. Entah
sengaja atau tidak sering menyentuh tanganku, atau mampir di pahaku.
Makin lama duduknya pun semakin dekat.

Hingga..”Andik, mau nonton film nggak? Tante punya film bagus nih.”

Wah untunglah, rumahku tidak mempunyai VCD player. Tante Widia
menyalakan TV lalu memasang film. Dan, astaga ternyata dia benar tidak
memakai BH dan celana dalam. Aku bisa melihatnya jelas karena dia cukup
lama berdiri menyamping, cahaya TV membuat gaun tidurnya menjadi selaput
transparan. Bentuk payudara beserta putingnya beserta rambut di pangkal
paha. Cerita Sex HOT

Aku lebih ternganga lagi karena film itu XX. Kembali Tante Widia duduk
di sampingku, malahan lebih dekat lagi. Tangannya mengusap-usap lenganku
dengan lembut. “Filmnya bagus ya?” Bisiknya pelan.

Namun terdengar di telingaku bagaikan rayuan. Aku tak mampu menjawab
karena bibir bawahku menahan ekstasi yang kuat. Entah apa yang harus
kulakukan kini. Mataku tak lepas dari wanita yang merintih di film itu,
yang sudah distel suaranya pelan.

Tante Widia menggenggam pergelangan tanganku. Dan, astaga. Dibawanya
tanganku ke payudaranya. Didiktenya tangan ini ke daerah yang tak pernah
diraAndikn sebelumnya. Begitu pula tangan kiriku. Kini masing-masing
telapak tangan itu memegang rata masing-masing pasangannya, payudara.

Pandanganku masih ke arah TV. Aku tak berani menatap wajah Tante Widia..
Tak pernah aku impikan hal ini terjadi. Sementara di TV desahan si
gadis yang menghadapi dua batang kontol makin membuat hot suasana.

“Andik, hadap sini dong,” ujarnya manja.

Kuhadapkan wajahku. Kulihat tatapan pengharapan di sana. Wajah Tante
Widia cukup cantik, dengan kulit putih dan senyuman manis yang
menghiasinya. Aku masih memegang payudara itu, hanya memegang dengan
daster yang melapisinya. Ah, tak terasa daster itu. Hanya payudara besar
ini fokus pikiranku. Tanganku masih canggung, sementara ada sesuatu
yang mulai menggeliat di bawah sana. Cerita Mesum HOT

Tiba-tiba dia menghentikanku, dengan cara yang sempurna. Tangannya
merengkuhku dalam pelukan, sementara bibirnya mencium lembut.
Payudaranya menghimpit dadaku. Membuat dadaku berdetak hingga aku merasa
bisa mendengarnya.

Ciumannya nikmat. Beda sekali sekali dengan apa yang ada di TV. Seakan
ingin mengaliri dengan hangat jiwanya. Kami berciuman lama sekali, tak
terasa tanganku ikut mendekapnya makin erat. Kulepaskan dekapanku untuk
mulai mengontrol diri kembali. Berakhirlah sesi ciuman itu.

“Kenapa Andik? Kamu marah ya?” tanyanya pelan.

Tapi sialan, suara-suara di TV itu kembali mengacaukanku. Melumpuhkanku lagi dalam birahi.

“Maafin Tante ya? Tante..” Wajah itu mengeluarkan prana iba untuk dikasihi.

Dia kembali menciumku, cukup hangat. Namun tak sehangat tadi kurasa.
Akupun tak mengharap ciuman kasih sayang, karena dariku juga tinggal
nafsu. Ciuman-ciuman itu pindah ke leher dan telinga. Ah, tak pernah
kubayangkan bahwa daerah ini lebih membuatku bergidik. Akupun menirunya.
Kami saling menciumi leher, bahkan Tante Widia sempat mencium keras.

“Aduh, Tante..”

Dia lalu tersenyum dan berdiri. Perlahan dia melepas daster itu, mulai
dari tangannya. Satu demi satu tangan daster itu terlepas. Daster
melorot, tertahan sebentar di bulatan payudaranya yang besar. Dia
menarik ke bawah lagi daster itu. Terlihat payudara, tanpa BH. Putih,
bulat, besar, dengan puting susu berwarna merah muda. Mulutku menganga
kagum seakan ingin memakannya. Aku menelan ludah.

Diturunkannya lagi. Aku menikmati satu persatu sajian pemandangan itu.
Perutnya putih dengan pinggang yang ramping. Pusarnya menjadi penghias
di sana. Daster itu tertahan di pinggangnya. Oh, pantatnya menahan.

Aku semakin berdebar, ingin mempercepat proses itu, aku ingin segera
melihat kemaluannya. Diturunkan lagi, dan ah.. memek itu muncul juga.
Dihiasi rambut berbentuk segitiga yang tak begitu lebat. Bibir memeknya
merah segar, sedikit basah. Untuk pertama kalinya aku melihat wanita
bugil. Dengan senyumnya, bangga membuatku tergakum-kagum.

“Sekarang, kamu juga buka ya?” perintahnya manja.

Aku membuka tshirtku. Tante Widia membuka celanaku, Lepas jinsku, tapi
Tante Widia tak segera membukanya. Dia jongkok lalu menjilati kontolku
dari luar celana dalam. Tampak noda basah sperma yang makin ditambah
oleh air ludah.

Kontol itu makin membesar dalam celana dalam, rasanya tak enak kerena
tertahan. Segera kubuka dan ..hup keluarlah batang kemaluan diikuti dua
bolanya. Tante Widia mengecupnya, si kontol tampak membesar. Semakin
tegaknya kontol diikuti dengan jilatan-jilatan lidah. Uff, enak sekali.

Kini gantian tangannya yang bekerja. Pertama dirabanya semua bagian
kontol, lalu mulai mengocoknya. Setelah kira-kira telah utuh bentuknya,
tegak dan besar, dWidiaukkannya ke dalam mulut. Tante Widia memandang ke
atas, wajahnya berseri-seri .

“Teruskan Tante.” Lidah Tante Widia menjilat-jilat, kadang menggelitik
kontolku. Lalu mulai memaju mundurkan mulutnya, seakan sebuah memek
menyetubuhi kontol. Ini hebat sekali. Sekitar 15 menit permainan itu
berlangsung, hingga “Tante, saya mau ke-luar..” kataku terengah-engah. Cerita Ngentot Tante

Tante Widia malah mempercepat kocokan mulutnya. Aku ikut memegang
kepalanya. Dan keluarlah ia. Aku merasa ada 5 semprotan kencang. Tante
Widia tidak melepasnya, ia menelannya. Bahkan terus mengocok hingga
habis spermanya. Lega rasanya tapi lemas badanku. Tante Widia berdiri,
kemudian kami berciuman lagi.

“Sekarang gantian ya..” pinta tante Widia

Kini aku menghadapi payudara siap saji. Pertama kuraba-raba dengan kedua
tanganku. Remasan itu kubuat berirama. Lalu aku mulai berkonsentrasi
pada puting susu. Kutarik-tarik hingga payudaranya terbawa dan
kulepaskan. Hmm, bagaimana rasanya ya? Aku mulai menjilatinya.

Enak. Jilatanku pada satu payudara sementara tangan yang lain meremas
satunya. Ketika kuhisap-hisap putingnya, terasa makin mancung, mengeras,
dan tebal puting itu. Kulakukan pula pada payudara satunya. Oh,
ternyata jika wanita terangsang, yang ereksi adalah puting susunya.
Kira-kira 5 menit aku melakukannya dengan nikmat.

Kemudian jilatanku turun, hingga memeknya. Kucoba dengan
jilatan-jilatan. Kusibakkan lagi rambut kemaluannya agar jilatan lebih
sempurna. Ada seperti daging kecil yang menyembul. Yang kutahu, itu
adalah klitoris. Kuhisap seperti menghisap puting susu, eh Tante Widia
merintih.

“Hmm, Andik, jangan dihisap. Geli. Tante nggak kuat.” Dan Tente Widia
benar-benar lunglai. Tubuhnya rebah ke sofa. Dia terlentang dengan paha
mengangkang memperlihatkan memek terbuka dan payudara yang berputing
tegak. Aku lanjutkan lagi kegiatan ini. Makin lama kemaluannya makin
basah. Jilatan dan hisapanku makin bersemangat, sementara di sana Tante
meremas-remas payudaranya sendiri menahan ektasi.

Tiba-tiba pahanya mendekap kepalaku dan ..serr seperti ada aliran lendir
dari memeknya. Otot liang itu berkontraksi. Inikah orgasme, hebat
sekali, dan aku melihatnya dari dekat. Tak kusia-siakan lendir yang
mengalir, kuhisap dan kutelan. Rasanya lebih enak dari sperma.

Tubuh Tante Widia yang bergoyang-goyang akhirnya tenang kembali. Jepitan
pahanya mulai melemah namun kontolku mulai ereksi lagi. Kucium mesra
memeknya seperti aku mencium bibirnya. Tante Iya tersenyum. Bibirnya
berkata “Terima kasih,” namun tak mengeluarkan suara.

Gambar di film itu merangsang kami. Wanita berpayudara besar terlentang
diatas meja kantor. Diatasnya laki-laki dengan kontol panjang dan besar
menyetubuhi payudaranya. Tangan si wanita menekan payudaranya sendiri
agar merapat, dan kontol itu melewati celahnya. Kupikir pasti asyik
sekali. Aku menjilati dulu payudara Tante Widia, agar basah dan lengket.
Tak lupa dengan hisapan-hisapan di putingnya.

Setelah merasa cukup, aku duduk di muka payudara itu. Tante Widia
merapatkan celah payudaranya. Dia tersenyum senang. Aku mulai dengan
pelan memasuki celah payudara, seakan itu adalah liang memek. Uff,
sensasinya luar biasa. Aku mulai memaju mundurkan kontol dengan irama.
Ujung kontolku terlihat saat aku maju. Kalau klimaks, pasti spermanya
sampai ke wajah Tante. Tanganku ikut memegang payudara untuk menguatkan
hujaman kontol.

Kadang aku menarik-narik puting susu. Aku mencium bibirnya, mengangkat
paha di lehernya, kemudian menyerahkan lagi kontolku. Dihisap dan jilat
lagi, seperti tak puas saja. Posisiku duduk tak enak. Aku tak bisa duduk
karena akan menekan lehernya, tangankupun tak bisa memaju mundurkan
kepalanya. Oh, ada sandaran tangan. Empuk lagi. Apalagi kalau bukan
payudara. Sambil aku meremas-remasnya, kontol seperti diremas-remas
juga.

Tante Widia mengeluarkan kemaluanku sebentar, mengajak posisi 69. Hm,
kupikir boleh juga. Maka aku berganti posisi lagi. Tubuhku menghadap
Tante Widia, tapi saling berlawanan. Kontolku di mulutnya, memeknya di
mulutku.

Sampai beberapa saat kami melakukan itu. Aku tak tahu apakah Tante
mendapat orgasme lagi, tapi dia sempat diam mengulum kontolku, pahanya
menekan rapat kepalaku, tapi tak ada cairan yang keluar.

“Andik, berhenti dulu deh.” serunya.

Padahal aku sedang asyik dengan posisi ini. Tante Widia berdiri menuju
ke dapur. Rupanya dia minum air dingin. Tante Widia datang. Membawa dua
gelas air es dan menyodorkan dua tablet yang kuduga obat kuat. Kami
meminumnya satu-satu. Tante memperhatikanku lalu melihat film itu. “Kita
bercumbu beneran, yuk,” ajaknya. “Di bathtub yuk.”

Dia memegang kemaluanku seperti memegang tanganku, untuk mengajak dengan
menggandeng kontol itu. Kami ke kamar mandinya. Bathtub-nya cukup
besar, Kami mulai lagi. Di bawah shower itu berpelukan sambil meraba dan
menyabuni.

Nikmat sekali menyabuni payudaranya, senikmat disabuni kontolku. Tak ada
yang terlewatkan, termasuk memek dan anus. Ketika air mulai penuh, kami
berendam. Airnya tak diberi busa. Nyaman sekali. Lalu kami mulai saling
merangsang, meninggikan tensi kembali. Tante Widia mengocok kontolku
dalam air, sementara aku meraba-raba memeknya.

Tak berapa lama dia duduk di pinggiran bathtub. Kelihatannya dia ingin
memeknya dijilat. Aku merangkak menjilatinya. Cairannya mulai keluar
lagi. “Pakai tangan juga dong,” pintanya lanjut. Aku menuruti saja.
Kukocok dengan telunjuk kananku.

Kucoba telunjuk dan jari tengah, semakin asyik. Tangan kiriku mengusap
klitorisnya. Tante memejamkan matanya menahan nikmatnya. Sebelum
berlanjut lebih jauh, Tante menghentikan. Membalik badannya menjadi
menungging dan membuka pantatnya. Ternyata dari tadi aku belum
mengeksplorasi daerah anus. Akupun mencobanya.

Kujilat anusnya, reaksi Tante mendukung. Kujilat-jilat lagi, dari anus
hingga memek. Lalu kocoba masukkan dua jariku lagi ke memeknya dan
mengocoknya. Lidahku menjilat-jilat lagi. Daerah pantat yang menggembung
berdaging kenyal seperti payudara. Akupun suka. Tante Widia menunjukkan
reaksi seperti akan orgasme lagi. Desahannya mulai keras.

“Andik, Tante mau keluar lagi nih. Cepat! Pakai kontolmu. Ayo masukin
kontolmu. Cumbu Tante, Andik,” jeritnya tertahan putus-putus.

Astaga Membuat aku makin terangsang. Aku siapkan kontolku, walau agak
bingung karena tak ada pengalaman. Tante Widia mengocok memeknya sendiri
sambil menungguku memasukkan kontol. Kontol sudah kuarahkan ke memek.

“Tante, nggak bisa masuk, nih,” tanyaku bingung.

“Tekan saja yang kuat. Tapi pelan-pelan.”

Aku ikuti sarannya, tetap saja susah. Dasar pemula. Jadinya kontolku
hanya merangsang mulut memek saja, menggosok klitoris, tapi itu malah
membuat Tante makin terangsang.

“Ayo masukkan, Tante sudah hampir keluar,”

Dengan tenaga penuh aku coba lagi. Dan, berhasil. Kepala kontolku bisa
masuk walau sempit sekali. Tante Widia bergoyang untuk meraAndikn
gesekan karena klimaksnya semakin dekat. Ketika aku coba masukkan lebih
dalam lanjut pantat Tante bergoyang hebat.

Otot memeknya seperti meremas-remas. Kontolku yang walau baru kepalanya
saja menikmati remasan memek ini. Dan Tantepun orgasme. Setelah itu dia
jatuh dan berbaring dalam bathtub. Aku sudah melepaskan kontolku.

“Tante, maafin saya ya,” kataku agak menyesal.

Aku belum memasukkan seluruh kontolku dalam memeknya saat dia orgasme.

“Nggak apa-apa. Kepala kontolnya sudah nikmat, koq. Ayo kita coba lagi.
Sekarang kontol kamu mau dikulum, nggak?” Tak usah bertanya. Ganti aku
yang duduk di tepi bathtub”.

Tante merangkak dan mengulum kontolku. Ah, pose seperti ini membuat aku
nyaman, seakan aku yang punya kuasa. Di ujung tubuh yang merangkak itu
ada pantat. Wah, empuknya seperti payudara. Akupun menjamah dan
meremas-remasnya. Kadang aku membandingkan dengan satu tangan tetap
meremas pantat, tangan yang lain meremas payudara. Kenikmatan ganda.
Kelihatannya Tante juga menikmati sekali.

Ombak berdebur kecil di bathtub itu. KuraAndikn kontolku mulai
megeluarkan tanda akan klimaks. Tumben cukup lama sekali aku bertahan.
Mungkin karena obat yang diberikan Tante. Kuhentikan gerakan Tante,
kuanggukkan kepalaku ke wajahnya yang masih mengulum kontolku. Tante
berdiri, aku mengikutinya.

Tante membuka memeknya, aku mengarahkan kontolku. Kugosok-gosokkan ke
memeknya. Kutemukan klitosinya. Seperti puting susu, kumasukkan klitoris
itu ke dalam lubang kontolku. Rangsangannya kuat, sampai-sampai Tante
mau jatuh lagi seperti ketika klitorisnya kuhisap kuat-kuat. Ok,
sekarang aku mulai memasukkan kontolku.

Tante Widia menggenggam kontolku, mengarahkan agar bisa masuk. Aku
seperti orang bodoh yang harus diajari untuk melakukan gerakan yang
kupikir semua laki-laki juga bisa. Ternyata tidak mudah. Dengan susah
payah akhirnya kepala kontolku masuk.

Seperti tadi, kucoba goyang maju mundur untuk membuatnya siap
melanjutkan misinya. Suasana begitu sepi, mungkin sudah malam. Tapi
hujan masih menetes satu-satu. Sunyi. Saat itu, tiba-tiba ada ketukan di
pintu rumah.

Tok..tok..tok.. Dan kami diam seperti hendak dipotret saja,
“Widia..Widia, ini aku. bukain pintu dong..”, teriak seorang laki-laki.
Kami bagai tersambar geledek, mematung dalam badai. Hujan tadi berlanjut
menjadi badai akibat suara itu.

“Mas Hadi..”, bisik Tante Widia pelan. Kontolku langsung lemas, keluar
begitu saja dari memek yang telah susah payah berusaha dijebolnya.

“Apa yang harus kita lakukan?”

“Aku akan berpura-pura..”

“Kalau aku?”

“Sembunyi saja.” “Dimana?” Kata-kata kami meluncur cepat nyaris tak bersuara. Kami berusaha berfikir.
Agak sulit, karena sedari tadi hanya menggunakan nafsu.

“Widia, kamu tidur ya? Bukain dong,” suara Om Hadi seakan detik-detik bom waktu yang siap meledak.
Wajah Tante Widia sedikit cerah.

“Aku ada akal..”

“Gimana?” tanyaku tak sabar.

“Kamu di sini saja dulu. Jangan keluar sebelum kupanggil.”

Tante Widia merendam lagi dirinya dalam bathtub, kemudian keluar. Aku
menutup pintu kamar mandi, tidak terlalu rapat agar bisa melihat
keadaan. Kulihat Tante Widia membawa pakaianku dan menengelamkannya
dalam tumpukan jemurannya.

Mengelap lagi sofa dengan dasternya, melemparkan daster itu ke tumpukan
jemuran. Kemudian membuka pintu. Apa yang dilakukannya? Dia sudah gila?
Aku bisa mati jika kekasihnya tahu kami telah berbuat. Belum sih, tapi
hampir menyetubuhinya.

Aku terus diam sendiri dengan rasa ketakutan yang menyelimuti
perasaanku. Setelah tak lama berselang akhirnya tante Widia masuk lagi
dan langsug menuju kekamar madi, entah alasan apa yang tante pakai untuk
membohongi kekasihnya.

Setelah tante masuk dalam kamar mandi lagi “Santai aja Gil, sudah aman,
aku sudah membohongi Hadi” ujar tante Widia. Kemudian kami melanjutkan
persetubuhan yang sempat terhenti tadi, kontolku yang sudah lemas karena
ketakutan langsung dipegang oleh tante Widia dan tante Widia pun
langsung mengulumnya.

Tak butuh waktu yang lama kontolku sudah kembali berdiri kencang lagi,
dan tanpa menunggu lama lagi tante Widia langsung mendudukan aku di
closed duduk dan langsung memasukkan memeknya ke dalam kontolku.
“Bleeeeeessssss” kontolku kembali tenggelam didalam memek tante Widia.
Dengan ganasnya tante Widia terus menggoyang-goyangkan pantatnya baik
maju mundur maupun naik turun.

10 menit tante Widia diatas sekarang aku meminta tante Widia agar
berdiri, kemudian aku mengarahkan tubuh tante Widia untuk sedikit
menunduk dan berpegangan pada closet duduk. Langsung saja aku hantamkan
kontolku yang sudah tak tahan lagi,

“Bleeeeeessss” masuk sudah semuanya. Erangan demi erangan terus keluar dari mulut tante Widia.

“Ploook….Ploooook…..Plooook….” suara benturan tubuhku dan tubuh tante
Widia disertai dengan desahan tante Widia yang semakin mengeras.

Semakin lama semakin aku percepat memompa tante Widia dari belakang,
makin lama aku makin tak kuasa menahannya dan akhirnya setelah 15 menit
aku memompa tante Widia dari belakang akhirnya aku merasakan ada yang
mau keluar, tubuhku serasa melayang, darahku mendesir sampai ujung
kepala dan

“Aaaaahhhh….Tanteeeee….Akuuuuu…Mauuuu…Keeeellllll….Keluaaaarrrr….” desahku panjang dan semakin cepat aku menyodok tante Widia. Bacaan sex top: Cerita Dewasa IGO Rere Cewek Asyik Hot Diajak Ngentot

Kemudian tante Widia langsung melepaskan memeknya dari kontolku dan
jongkok didepanku dan langsung mengulum kontolku dengan sangat cepat
sekali dan akhirnya

“Crooooottt…Crooot..Crooott…Crroooott…Crooot…Croooottt” pejuhku
menyemprot muka tante Widia, ada sebagian pejuhku yang masuk ke dalam
mulut tante Widia. Setelah semua pejuhku habis, tante Widia lantas
mengulum lagi kontolku, membersihkan sisa-sisa pejuhku yang masih nempel
di kontolku.

Dalam guyuran hujan yang terus semakin lebat malam itu, akhirnya aku
mandi air hangat bersama Tante Widia dan akhirnya malam itu aku tidur
dengan tante Widia dengan telanjang.

Setelah kejadian malam itu, aku sudahmengerti dan aku sudah
berpengalaman tentang hubungan Sex, bagaimana cara memuaskan seorang
wanita. Sejak saat itulah aku selalu menjadi pemuas nafsu Sex tante
Widia setiap saat dan setiap malam jika tante Widia menginginkannya. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks